legenda asal usul nama pagurawan dan pangkalan dodek di batu bara cerita rakyat dari sumatera utara - News | Good News From Indonesia 2026

Legenda Asal Usul Nama Pagurawan dan Pangkalan Dodek di Batu Bara, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara

Legenda Asal Usul Nama Pagurawan dan Pangkalan Dodek di Batu Bara, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara
images info

Legenda Asal Usul Nama Pagurawan dan Pangkalan Dodek di Batu Bara, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara


Pagurawan dan Pangkalan Dodek adalah dua nama daerah yang ada di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Ada sebuah cerita rakyat dari Sumatera Utara yang menceritakan tentang legenda asal usul nama Pagurawan dan Pangkalan Dodek yang ada di Batu Bara dulunya.

Sama seperti halnya nama daerah lain yang ada di Indonesia, asal usul penamaan kedua tempat ini juga terinspirasi dari kejadian masa lalu yang terjadi di sana dulunya. Dari kejadian inilah, kedua nama daerah tersebut kemudian dikenal sebagai Pagurawan dan Pangkalan Dodek.

Bagaimana kisah dari legenda asal usul nama Pagurawan dan Pangkalan Dodek tersebut? Simak cerita rakyat dari Sumatera Utara ini dalam artikel berikut.

Legenda Asal Usul Nama Pagurawan, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara

Dikutip dari buku Antologi Cerita Rakyat Batu Bara, di masa lalu ada seorang tokoh yang bernama Dadok Setia Wongso. Dirinya memiliki dua orang anak yang masih sepantaran dan tidak berbeda jauh umurnya.

Pada suatu hari, kedua anak Dadok Setia Wongso ini tengah asik menjahit. Namun keduanya tidak menjahit dengan serius.

Kedua anak Dadok Setia Wongso justru bercanda antara satu sama lain. Hal ini membuat mereka tidak fokus dengan jahitan yang sedang dikerjakan.

baca juga

Alhasil tangan mereka pun tertusuk jarum jahit. Kejadian ini kemudian menginspirasi nama daerah tempat mereka tinggal.

Kegiatan "Bergurau" yang mereka lakukan hingga tangannya tertusuk jarum inilah yang menjadi asal usul kata Pagurawan. Pada awalnya, kata "Bergurau" ini diubah menjadi "Paguranan" dan menjadi nama daerah tersebut.

Namun untuk mempermudah penyebutannya, masyarakat kemudian mengganti nama daerah ini sebagai "Pagurawan." Nama Pagurawan ini kemudian terus digunakan sebagai penyebutan daerah tersebut dan masih bertahan hingga saat sekarang.

Legenda Asal Usul Nama Pangkalan Dodek di Batu Bara, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara

Dinukil dari buku Antologi Cerita Rakyat Batu Bara, tersebutlah pada zaman dahulu ada seorang lelaki tua bernama Pak Dodek. Dirinya tinggal di pinggiran sungai yang sering menjadi tempat penyeberangan masyarakat.

Dulunya tidak ada jembatan yang bisa menghubungkan satu sisi sungai dengan sisi lainnya. Untuk menyeberang, masyarakat mesti menggunakan sampan untuk pergi ke sisi seberang, begitupun sebaliknya.

Sama seperti halnya masyarakat Pagurawan yang ingin pergi ke Desa Nenas Siam. Jika mereka hendak ke sana, maka mesti menyeberangi sungai dengan menggunakan sampan terlebih dahulu.

Pada zaman dahulu, masyarakat yang ada di Pagurawan banyak berprofesi sebagai nelayan. Ikan-ikan hasil tangkapan mereka biasanya akan diolah kembali menjadi ikan asin.

Selain itu, masyarakat Pagurawan juga dikenal suka membuat atap rumbia. Biasanya masyarakat Pagurawan akan pergi ke Desa Nenas Siam untuk menjual ikan dan atap rumbia tersebut.

Tangkahan Pak Dodek menjadi lokasi yang sering menjadi tempat persinggahan masyarakat Pagurawan yang akan pergi ke Desa Nenas Siam. Di sana mereka akan meletakkan barang bawaan sambil menunggu sampan untuk pergi ke sisi seberang sungai.

baca juga

Lama kelamaan, tempat tangkahan Pak Dodek ini makin ramai didatangi orang. Oleh sebab itu, masyarakat sekitar kemudian mulai mengenali daerah tersebut dengan nama Tangkahan Pak Dodek.

Agar lebih mudah diucapkan, nama tersebut kemudian perlahan berubah menjadi Pangkalan Dodek. Sejak saat itu, masyarakat mengenal daerah tempat tangkahan Pak Dodek ini dengan nama Pangkalan Dodek.

Begitulah kisah di balik asal usul nama Pangkalan Dodek yang ada di Batu Bara hingga saat ini.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.