plta saguling si backbone sistem kelistrikan di jawa bali yang berbasis energi bersih - News | Good News From Indonesia 2026

PLTA Saguling, Si “Backbone” Sistem Kelistrikan di Jawa-Bali yang Berbasis Energi Bersih

PLTA Saguling, Si “Backbone” Sistem Kelistrikan di Jawa-Bali yang Berbasis Energi Bersih
images info

PLTA Saguling, Si “Backbone” Sistem Kelistrikan di Jawa-Bali yang Berbasis Energi Bersih


Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling adalah pembangkit listrik bertenaga air yang ramah lingkungan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. PLTA Saguling memanfaatkan arus Sungai Citarum, sungai terpanjang di Jawa Barat.

Beroperasi sejak 1985, PLTA Saguling atau PLTA Saguling Power Generation and O&M Services Unit (POMU) terletak di Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat, atau sekitar 30 km dari sebelah barat Kota Bandung.

PLTA ini memiliki kapasitas 700 MW dengan didukung oleh empat unit turbin dengan kapasitas masing-masing 175 MW. Waduk yang digunakan untuk membendung air untuk operasional PLTA Saguling memiliki luas genangan sekitar 5.606 (pada kapasitas penuh).

PLTA Saguling berkontribusi sekitar 2,7 persen dari sistem kelistrikan Jawa-Bali yang memiliki total kapasitas 27.700 MW. Lebih dari itu, pembangkit ini juga berperan sebagai penstabil frekuensi sistem jika terjadi perubahan frekuensi akibat gangguan jaringan.

PLTA Saguling, Si Backbone Kelistrikan di Jawa-Bali

Kawan GNFI, PLTA Saguling merupakan backbone alias tulang punggung sistem kelistrikan di Jawa-Bali yang berbasis energi bersih. PLTA ini menjadi pendukung beban puncak sistem kelistrikan Jawa-Bali.

PLTA Saguling berperan penting untuk menjaga kestabilan frekuensi dan keandalan sistem kelistrikan di Jawa-Bali. PLTA ini menghasilkan energi listrik dari energi terbarukan, yakni air, yang mendukung target Net Zero Emission Indonesia.

Yang menarik, PLTA Saguling mampu menghidupkan kembali sistem kelistrikannya secara mandiri saat terjadi pemadaman total atau blackout. Pembangkit ini menjadi salah satu pembangkit yang bisa dioperasikan sebagai back start, karena durasi start yang cepat—sekitar 15 menit saja untuk sinkron ke jaringan. Bahkan, PLTA ini juga berperan menjadi pengisian tegangan untuk menopang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya.

baca juga

Melansir dari situs resmi PT PLN (Persero), PLTA Saguling merupakan pembangkit EBT (energi baru terbarukan) dengan biaya produksi yang rendah. Saat ini, pengelolaannya dilakukan di bawah PT PL Indonesia Power UBP Saguling.

PLTA Saguling juga berkontribusi besar dalam konservasi air, irigasi, dan pemenuhan kebutuhan air baku untuk masyarakat. Bahkan, PLN juga membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Saguling yang memiliki kapasitas 92 MWp untuk mendukung pemanfaatan energi hijau bagi masyarakat sekitar.

PLTS ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sesuai dengan Peraturan Presiden No.109 Tahun 2020. Meskipun berada di area waduk yang berfungsi untuk menunjang PLTA Saguling, total area waduk yang digunakan untuk PLTS hanya berkisar lima persen saja, sehingga tidak mengganggu fungsi utama waduk sebagai fasilitas irigasi dan PLTA.

Kawan GNFI, PLTA Saguling sejatinya adalah bagian dari sistem kaskade Sungai Citarum bersama dengan Waduk Cirata dan Jatiluhur. Selain menghasilkan energi bersih, kawasan ini juga menjadi salah satu tujuan wisata di Kabupaten Bandung Barat.

Fungsi Penting PLTA Saguling

Disadur dari Info Gatrik yang dikelola oleh Kemeterian Energi dan Sumber Daya Mineral, PLTA Saguling memiliki tiga fungsi penting, yakni sebagai baseload, stabiliser, dan mengurangi emisi karena menggunakan energi baru terbarukan.

Lebih lanjut, listrik ramah lingkungan yang dihasilkan PLTA Saguling akan disalurkan melalui Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITET) Saguling. Listrik ini kemudian bakal diinterkoneksikan ke jaringan se-Jawa dan Bali melalui Saluran Utama Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV.

PLTA ini memasok kebutuhan listrik di area Cibinong, Cirata, dan Bandung Selatan. Namun, saat terjadi kendala listrik, PLTA Saguling akan dialihkan ke jaringan Jawa dan Bali.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.