atap rumah disulap jadi kebun cara aipda agus jaga dapur tetap terisi dan hasilkan uang - News | Good News From Indonesia 2026

Atap Rumah Disulap Jadi Kebun, Cara Aipda Agus Jaga Dapur Tetap Terisi dan Hasilkan Uang

Atap Rumah Disulap Jadi Kebun, Cara Aipda Agus Jaga Dapur Tetap Terisi dan Hasilkan Uang
images info

Atap Rumah Disulap Jadi Kebun, Cara Aipda Agus Jaga Dapur Tetap Terisi dan Hasilkan Uang


Sekarang, berkebun tak harus dilakukan di sawah atau ladang di pinggir desa. Aktivitas ini berkembang jadi tren baru yang lebih praktis dan lebih dekat. Kawan bisa memulai dari ruang sempit yang bahkan tidak terpikirkan sebelumnya.

Atap rumah, misalnya.

Benar, atap rumah bisa digunakan untuk berkebun. Tapi tentu dengan syarat. Tidak semua atap rumah bisa digunakan untuk bercocok tanam. Atap datar berbahan cor lebih memungkinkan, sementara atap genteng dengan kemiringan tinggi tentu tidak aman digunakan.

Praktik seperti ini dikenal sebagai urban farming, yaitu cara bercocok tanam di ruang terbatas di area permukiman.

Aipda Agus Wibawa, anggota Polsek Karanganom, Klaten, sudah mencoba dan mempraktikan berkebun di atap rumah.

Awalnya, ia hanya ingin memastikan pasokan sayur di dapurnya tetap aman tanpa harus sering ke pasar. Dari kebutuhan itu, atap rumahnya kini menjadi kebun yang produktif.

Lahan yang ia gunakan memang tidak luas jika dibandingkan dengan sawah. Hanya sekitar 90 meter persegi. Namun dari lahan itu, Agus mulai menanam berbagai kebutuhan dapur.

“Luasnya sekitar 90 meter persegi. Ini tujuan saya awalnya untuk kebutuhan dapur rumah sendiri agar fresh dan tidak bingung ke pasar,” jelasnya.

Di atas cor bangunan yang rencananya akan dijadikan lantai dua, berbagai sayuran, mulai dari sawi, selada, terong, hingga bawang merah tumbuh subur.

Dari atap rumah seluas 90 meter, Aipda Agus menanam kebutuhan dapur sendiri. Sisanya, dijual ke pasar.
info gambar

Dari atap rumah seluas 90 meter, Aipda Agus menanam kebutuhan dapur sendiri. Sisanya, dijual ke pasar © Portaloka


“Untuk kali ini tanaman yang tersedia dominan bawang merah, ada juga sawi, selada, terong, dan sebagainya. Ini untuk kebutuhan sendiri,” kata Agus, dikutip dari Detik.com.

Seiring berjalannya, kebun itu tidak hanya cukup untuk kebutuhan pribadi. Hasil panen dari tanaman yang ia rawat bahkan bisa dijual.

“Kalau untung ya pastilah untung, yang paling menguntungkan saat ini saya menanam bawang merah,” ujarnya.

Bawang merah dipilih karena perawatannya relatif mudah dan harganya cukup stabil di pasaran. Agus biasa menjual ke bakul atau pengecer terdekat.

“Hasilnya saya jual ke pasar ke bakul-bakul, ke pengecer-pengecer,” imbuhnya.

baca juga

Mulai Berkebun Sejak 2015

 Agus sudah memulainya sejak 2015, saat pindah tugas dari Semarang ke Klaten. Sejak itu, ia terus merawat kebunnya.

“Sejak tahun 2015, kalau panen sudah tidak terhitung,” katanya.

Di satu sisi, ia tetap menjalankan tugasnya sebagai Bhabinkamtibmas, polisi yang sehari-hari berhadapan langsung dengan warga. Saat selesai jam dinas, ia mengurus kebun itu.

Menurut rekannya, Bripka Eriko Wayan Kusuma, Agus termasuk orang yang sulit diam.

“Beliau itu beternak dan mencari rumput sendiri seusai pulang dinas, mengelola kebun juga,” kata Eriko.

Bagi Eriko, yang menonjol bukan sekadar karena Agus punya kegiatan sampingan. Tapi karena semuanya dijalankan tanpa mengganggu pekerjaannya sebagai anggota Polri.

“Luar biasa, Mas Agus itu contoh polisi ideal. Ada usaha sampingan tersendiri selain sebagai Polri namun tanpa menganggu kedinasan,” tambahnya.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.