legenda raksasa penjaga gunung merapi cerita rakyat dari yogyakarta - News | Good News From Indonesia 2026

Legenda Raksasa Penjaga Gunung Merapi, Cerita Rakyat dari Yogyakarta

Legenda Raksasa Penjaga Gunung Merapi, Cerita Rakyat dari Yogyakarta
images info

Legenda Raksasa Penjaga Gunung Merapi, Cerita Rakyat dari Yogyakarta


Ada sebuah cerita rakyat dari Yogyakarta yang mengisahkan tentang legenda raksasa penjaga Gunung Merapi. Konon raksasa ini dulunya ditugaskan oleh Panembahan Senapati untuk menjaga wilayah Mataram agar tidak terkena dampak ketika Gunung Merapi sedang meletus.

Berikut kisah dari legenda raksasa penjaga Gunung Merapi, salah satu cerita rakyat dari Yogyakarta.

Legenda Raksasa Penjaga Gunung Merapi, Cerita Rakyat dari Yogyakarta

Dikutip dari buku Antologi Cerita Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta, pada suatu hari Panembahan Senapati terlihat gundah gulana. Penasihat kepercayaannya, Ki Juru Mertani kemudian menghampiri dan menanyakan mengapa sang raja terlihat demikian.

Panembahan Senapati kemudian berkata jika dia tengah memikirkan Gunung Merapi yang ada di sisi utara Kerajaan Mataram. Dia khawatir jika sewaktu-waktu Gunung Merapi tersebut meletus, maka akan membahayakan daerah serta masyarakat yang dipimpinnya.

Ki Juru Mertani paham kegusaran yang dirasakan oleh Panembahan Senapati. Dirinya kemudian meminta izin agar bisa memikirkan solusi atas permasalahan tersebut.

baca juga

Selepas pertemuan itu, Ki Juru Mertani langsung bersemedi untuk mendapatkan petunjuk dari Yang Maha Kuasa. Dari semedinya, dia memperoleh petunjuk agar Panembahan Senapati pergi bertapa di Desa Nglipura (Bambanglupura sekarang) yang ada di daerah Bantul.

Petunjuk ini kemudian disampaikan oleh Ki Juru Mertani pada Panembahan Senapati. Tanpa menunggu waktu lama, Panembahan Senapati langsung pergi bertapa ke daerah tersebut.

Panembahan Senapati bertapa di tepian sungai yang jernih dan dalam. Setelah bertapa cukup lama, Panembahan Senapati tiba-tiba mendengarkan sebuah suara yang memberikan petunjuk padanya.

Suara itu meminta Panembahan Senapati untuk menaiki kayu besar yang ada di tepian sungai. Nantinya Panembahan Senapati mesti mengikuti arus sungai tersebut hingga ke Pantai Selatan.

Panembahan Senapati kemudian mengikuti petunjuk yang dia dapatkan ini. Ketika sampai di Pantai Selatan, Panembahan Senapati ternyata sudah dinanti oleh Nyi Ajeng Ratu Kidul.

Ratu Kidul tertarik dengan kegagahan Panembahan Senapati. Hal yang sama juga dirasakan oleh Panembahan Senapati.

Ketertarikan ini membuat Ratu Kidul ingin Panembahan Senapati menjadikannya sebagai istri. Namun sebelum menerima tawaran itu, Panembahan Senapati meminta bantuan pada Ratu Kidul terlebih dahulu.

Panembahan Senapati kemudian menceritakan apa yang mengganggu pikirannya. Dengan senang hari Ratu Kidul memberikan bantuan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Ratu Kidul kemudian memberikan sebuah telur pada Panembahan Senapati. Telur itu bernama endhog degan.

Panembahan Senapati kemudian diminta untuk menanyakan kegunaan telur ini pada Ki Juru Mertani. Setelah menerima telur tersebut, Panembahan Senapati kemudian kembali ke keraton untuk menemui Ki Juru Mertani.

Sesampainya di keraton, Panembahan Senapati langsung menemui penasihat kepercayaannya itu. Ki Juru Mertani kemudian meminta Panembahan Senapati untuk memberikan telur itu pada juru taman istana yang bernama Reksapraja.

Panembahan Senapati kemudian mengikuti penjelasan dari Ki Juru Mertani. Begitu bertemu Reksapraja, Panembahan Senapati memberikan telur itu padanya.

Begitu menerima telur itu, Reksapraja langsung menelannya begitu saja. Tiba-tiba tubuh Reksapraja berubah menjadi raksasa yang sangat besar.

baca juga

Panembahan Senapati merasa bersalah melihat hal tersebut. Dia berjanji akan memenuhi semua kebutuhan Reksapraja.

Namun raksasa Reksapraja tidak bisa lagi tinggal di wilayah Mataram. Dia kemudian diminta untuk pergi ke Plawangan yang ada di sisi selatan Gunung Merapi.

Di sana raksasa Reksapraja diminta untuk menjaga wilayah Mataram jika sewaktu-waktu Gunung Merapi meletus. Konon raksasa Reksapraja terus menjalankan tugas dari Panembahan Senapati ini hingga saat sekarang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.