plta ir pangeran mohammad noor plta pertama di kalimantan yang terangi beberapa wilayah di kalsel - News | Good News From Indonesia 2026

PLTA Ir. Pangeran Mohammad Noor, PLTA Pertama di Kalimantan yang Terangi Beberapa Wilayah di Kalsel

PLTA Ir. Pangeran Mohammad Noor, PLTA Pertama di Kalimantan yang Terangi Beberapa Wilayah di Kalsel
images info

PLTA Ir. Pangeran Mohammad Noor, PLTA Pertama di Kalimantan yang Terangi Beberapa Wilayah di Kalsel


Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir. Pangeran Mohammad Noor adalah PLTA pertama di Kalimantan. Terletak di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, PLTA ini diresmikan di masa pemerintahan Presiden Soeharto di tahun 1973.

PLTA Ir. Pangeran Mohammad Noor aslinya bernama PLTA Riam Kanan. Namun, namanya diubah pada 1980 sebagai bentuk penghargaan kepada Ir. PM Noor atas jasanya untuk mengembangkan kelistrikan di Kalimantan Selatan.

Sebagai informasi, Pangeran Mohammad Noor adalah Gubernur Kalimantan pertama yang menjabat pada 1945-1950. Ia juga merupakan mantan Menteri Pekerjaan Umum di masa Presiden Soekarno (1956-1959).

Semasa menjabat sebagai Menteri PU inilah ia mengembangkan berbagai proyek kelistrikan di Indonesia. Berkat kotribusinya di pembangunan Indonesia sejak awal kemerdekaan, Ir. Pangeran Mohammad Noor dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera pada 1973. Kemudian, pada tahun 2018, ia juga resmi menyandang gelar Pahlawan Nasional.

baca juga

PLTA Bersejarah di Kalimantan

Meskipun diresmikan pada 1973, PLTA Ir. Pangeran Mohammad Noor sebenarnya sudah mulai dicanangkan sejak tahun 1958. Namun, pembangunannya sempat tertunda akibat peristiwa G30S/PKI, sehingga baru resmi dibangun pada tahun 1963.

Sepuluh tahun berselang, PLTA dan waduk pertama di Kalimantan akhirnya resmi berdiri. Namun, selama proses pembangunan, ternyata ada beberapa pekerja proyek yang mengalami kecelakaan kerja.

Selain itu, ada sekitar delapan desa yang harus ditenggelamkan demi membangun infrastruktur ramah lingkungan ini. Masyarakat di desa yang terdampak kemudian direlokasi ke berbagai desa lain di sekitarnya.

Lebih lajut, saat peresmiannya, Ibu Tien Soeharto, istri Presiden Soeharto, turut melepaskan bibit-bibit ikan di Waduk Riam Kanan. Tak ketinggalan, Presiden Soeharto juga memberikan penghargaan kepada beberapa karyawan yang mengalami kecelakaan saat bekerja di proyek tersebut.

Peran Penting PLTA dan Waduk Ir. Pangeran Mohammad Noor

Waduk Riam Kanan | Dinas Pariwisata Kab. Banjar
info gambar

Wisata di Waduk Riam Kanan | Dinas Pariwisata Kab. Banjar


PLTA Ir. Pangeran Mohammad Noor memanfaatkan air dari Waduk Ir. H. Pangeran Noor. Waduk ini merupakan salah satu yang terbesar di Kalimantan dan mampu menampung air dari delapan sungai yang memiliki hulu di Pegunungan Meratus.

Dengan total luas waduk yang mencapai 9.730 hektare, PLTA ini mampu beroperasi dengan tiga turbin dengan kapasitas total 30 MW. Listrik yang dihasilkan turbin pembangkit ikut menopang kebutuhan listrik di beberapa wilayah di Kalimantan Selatan, termasuk Barito, Banjar, dan Banjarmasin.

PLTA ini meyediakan setidaknya 8 persen dari total kebutuhan listrik di Kalimatan Tengah dan Kalimantan Selatan. PLTA ini turut berperan untuk mengaliri saluran irigasi pertanian. Di sisi lain, PLTA juga berperan untuk mengendalikan banjir di sekitar Waduk Ir. Pangeran Mohammad Noor.

Selain menyediakan listrik, kawasan waduk juga dipakai untuk daerah wisata. Disadur dari situs Dinas Pariwisata Kabupaten Banjar, Waduk Ir. Pangeran Mohammad Noor atau Waduk Riam Kanan menyediakan berbagai wahana bermain, seperti Alimpung Park. Ada pula resto apung yang siap memanjakan pengunjung dengan sajian makannya yang mantap.

Yang menarik, banyak ikan yang dibudidayakan di sana, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai salah satu lokasi memancing masyarakat setempat.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.