kala soekarno menari di taman sriwedari solo pada 1959 - News | Good News From Indonesia 2026

Kala Soekarno Menari di Taman Sriwedari Solo pada 1959

Kala Soekarno Menari di Taman Sriwedari Solo pada 1959
images info

Kala Soekarno Menari di Taman Sriwedari Solo pada 1959


Presiden pertama Indonesia, Soekarno dikenal sebagai pemimpin yang kharismatik. Kawan tentu tidak asing lagi dengan gaya pidato Bapak Proklamator yang sering kali menaikkan semangat orang-orang yang mendengarkannya bukan?

Namun tahukah Kawan, di balik kewibawaannya, ternyata Soekarno juga pernah memperlihatkan sisi lainnya di hadapan khalayak umum. Salah satu momen unik dari presiden pertama Indonesia tersebut pernah terjadi pada awal 1959 silam.

Pada waktu itu, Soekarno yang hadir dalam Konferensi Lekra di Taman Sriwedari, Solo tersebut menari di hadapan audiens. Tidak hanya itu, Soekarno juga mengajak para tamu undangan lain untuk menari bersamanya dalam momentum itu.

Bagaimana suasana saat Soekarno menghadiri Konferensi Lekra dan menari di hadapan audiens yang hadir waktu itu? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

baca juga

Hadiri Pameran dalam Konferensi Lekra

Konferensi Lekra pada 1959 merupakan pertemuan pertama sekaligus terakhir yang digelar oleh Lembaga Kebudayaan Rakyat. Konferensi yang digelar oleh organisasi kebudayaan berhaluan ini dilaksanakan pada 24 hingga 29 Januari 1959 di Solo.

Dinukil dari laman Sejarah Sosial, berbagai pertunjukkan turut dipentaskan dalam konferensi tersebut. Beberapa contoh pertunjukan kesenian yang ditampilkan pada waktu itu di antaranya teater, musik, tari, pameran lukisan, dan lainnya.

Tidak hanya itu, ada juga pameran umum yang menampilkan pameran umum yang menggambarkan capaian di bidang pendidikan pada waktu itu. Misalnya, peralatan serta hasil proyek pemberantasan buta huruf menjadi salah satu pameran yang juga diperlihatkan dalam helatan tersebut.

Konferensi Lekra ini tidak hanya menghadirkan seniman-seniman dari berbagai daerah. Diketahui ada juga beberapa utusan seniman dari Korea Utara, Tiongkok, dan Jerman Timur yang juga turut hadir dalam konferensi pada waktu itu.

Presiden Soekarno sendiri hadir pada saat upacara penutupan Konferensi Lekra pada 29 Januari 1959. Dalam upacara penutupan tersebut, Soekarno juga turut menyampaikan pidato di hadapan peserta yang hadir dalam momen tersebut.

Menari dengan Kawalan Wayang Orang

Kegiatan Soekarno di Solo tetap berlanjut pada keesokan harinya. Dinukil dari artikel "Presiden Sukarno Menari di Taman Sriwedari" yang terbit di surat kabar Nasional edisi 3 Februari 1959, Soekarno bersama Prof. Prijono dan Muljadi Djojomartono melanjutkan kegiatan di Taman Sriwedari pada Jumat, 30 Januari 1959.

Pada momen tersebut, tengah diselenggarakan pameran lukisan serta pameran adat di Taman Sriwedari. Kedatangan Soekarno beserta rombongan disambut oleh pelukis, pemain wayang orang, serta para seniman lain yang ada di sana pada waktu itu.

Soekarno beserta rombongan kemudian dikawal oleh para pemain wayang orang lengkap dengan kostumnya untuk berkeliling melihat pameran tersebut. Setelah berkeliling, Soekarno meminta masyarakat yang ada di sana untuk mulai menyanyikan lagu perjuangan dan daerah.

baca juga

Pada momen ini, Soekarno kemudian mengeluarkan sapu tangan putih dari kantongnya. Setelah itu, presiden pertama Indonesia tersebut mmengajak salah seorang pemudi untuk mulai menari bersama.

Melihat hal ini, para seniman serta audiens yang hadir turut menari bersama Soekarno. Masyarakat yang hadir kemudian membentuk lingkaran dan mulai menari diiringi lagu perjuangan serta lagu-lagu daerah yang turut dinyanyikan dalam momen tersebut.

Beberapa lagu yang turut dinyanyikan dalam momeh ini di antaranya Sayang Manise, Rayuan Pulau Kelapa, dan lainnya. Momen ini berlangsung selama lebih kurang 20 menit lamanya.

Itulah momen saat Soekarno menari di hadapan masyarakat yang ada di Taman Sriwedari pada 1959 silam. Momen ini turut memeriahkan helatan yang digelar di sana pada waktu itu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.