Masyarakat Indonesia yang hobi lari tentu tidak asing dengan World Marathon Majors alias WMM. Kini, negeri ini juga punya event lari dengan konsep serupa namun dengan sentuhan gaya lokal yang kental, namanya Plataran Six Series.
Dari namanya saja, tidak sulit untuk menerka jika Plataran Six Series adalah rangkaian dari enam race lari yang diselenggarakan di enam lokasi di berbagai penjuru Indonesia. Event ini diorganisir oleh Plataran bersama dengan Oudpro.
Untuk tahun 2026 ini yang merupakan penyelenggaraan perdana Plataran Six Series, rangkaian race akan dimulai di Hutan Kota by Plataran Jakarta pada 5 April, kemudian berlanjut di Plataran Makassar pada 7 Juni dan Plataran Puncak pada 12 Juli. Selanjutnya, rangkaian race diselenggarakan di Plataran Borobudur pada 2 Agustus, Plataran Bromo pada 18 Oktober, dan diakhiri di Plataran Menjangan pada 13 Desember.
"Six series seamless, merujuk kepada 6 kebudayaan berbeda, 6 tempat yang berbeda di Indonesia dalam 1 rangkaian hospitality dan sports menjadi sport tourism," ujar pendiri dan CEO Plataran Indonesia, Yozua Makes, kepada awak media di Jakarta pada Senin (9/3/2026).
Penyelenggaraan serangkaian race lari seperti demikian serupa dengan WMM. Bedanya, WMM digelar di berbagai negara di mana tempat penyelenggaraannya adalah Tokyo, Boston, London, Sydney, Berlin, Chicago, dan New York City. Ini pula yang membuat Plataran Six Series ini mirip dengan WMM namun kaya akan nuansa lokal Indonesia.

Sejatinya, Plataran merupakan grup perhotelan dan pariwisata premium yang menonjolkan kekayaan alam dan budaya Indonesia. Maka dari itu, dua hal tersebut jugalah yang ditawarkan dalam setiap race Plataran Six Series. Sembari menikmati hospitality ala Plataran, pelari akan melahap setiap kilometer jalur yang dilaluinya dengan suguhan kebudayaan dan suasana alam yang tentunya berbeda-beda antara satu tempat dan tempat lainnya.
"Dalam satu pulau banyak perbedaan kebudayaan. Dari satu pulau ke pulau lain perbedaannya bisa ekstrem sama seperti alamnya," kata Yozua.
Meski konsepnya serupa dengan WMM, Plataran Six Series tetap punya keunikan tersendiri. Keunikan yang dimaksud adalah race-nya yang tidak hanya terdiri dari balap lari di jalanan beraspal alias road running seperti WMM, namun ada pula trail running atau lari lintas alam.
Tentu bukan tanpa alasan ada race Plataran Six Series yang digelar di lintasan trail. Ini sesuai dengan kondisi alam yang memang mendukung di lokasi tertentu.
"Kita juga mengutamakan keindahan alam, jadi race ini berbeda-beda. Tidak hanya road tapi ada trail juga, jadi kita mengutamakan kebudayaan dan keindahan alam dari destinasi-destinasi Plataran Six Series," tutur pendiri Oudpro, Novie Hernawati.

Medali Spesial Plataran Six Series Menanti
Sebagaimana event lari pada umumnya, setiap pelari yang berhasil finish di race yang jadi bagian dari Plataran Six Series akan mendapat medali finisher. Medali ini pun wujudnya akan berbeda-beda antara satu race dengan race lainnya.
Pelari yang berhasil finish di keenam race Plataran Six Series pun dinanti sebuah medali spesial sebagai apresiasi atas keberhasilannya menuntaskan seluruh rangkaian race. Konsep ini juga mirip dengan WMM yang memberikan medali khusus bagi pelari yang mampu menyelesaikan semua race.
Pelari yang siap berpartisipasi di Plataran Six Series tidak perlu terburu-buru menuntaskan keenam race-nya selama setahun. Sebab, pelari bisa mendapatkan medali spesialnya dengan cara "mencicil" selama beberapa tahun.
"Enam itu bisa dicicil, tidak harus setahun 6. Bisa dicicil dalam waktu 3 tahun," papar Yozua.
Perlu diketahui, bukan tidak mungkin pula nantinya Plataran akan menambah race-nya menjadi lebih dari enam dan menjadikannya tidak hanya Six Series, melainkan Seven atau bahkan Eight Series.
"Tidak menutup kemungkinan kita menjadi 7 atau 8, tapi sementara kita fokus yang 6 dulu," pungkas Yozua.


