gebrakan nyeleneh tapi penting suporter pss sleman pakai batik hingga gamis di stadion - News | Good News From Indonesia 2026

Gebrakan Nyeleneh tapi Penting Suporter PSS Sleman: Pakai Batik hingga Gamis di Stadion

Gebrakan Nyeleneh tapi Penting Suporter PSS Sleman: Pakai Batik hingga Gamis di Stadion
images info

Gebrakan Nyeleneh tapi Penting Suporter PSS Sleman: Pakai Batik hingga Gamis di Stadion


Sungguh unik aksi yang dilakukan suporter PSS Sleman. Mereka datang ke stadion untuk mendukung tim kesayangannya, tapi dengan outfit yang tak biasa.

Lazimnya, suporter sepak bola mengenakan atribut klubnya ketika datang ke stadion, mulai dari kaus, syal, hingga aneka bendera. Suporter PSS pun biasanya demikian. Namun, ada pengecualian pada awal tahun 2026 ini di mana mereka diketahui malah mengenakan baju batik dan gamis serta baju koko saat menonton pertandingan.

Aksi nonton bola dengan outfit unik itu awalnya terjadi saat PSS menjamu Deltras Sidoarjo pada lanjutan kompetisi Liga 2 Championship 2025-2026 di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (14/2/2026) sore. Seperti biasa, para suporter berbondong-bondong datang ke stadion, namun dengan mengenakan baju batik.

Tak ayal, suasana di tribun stadion tak ubahnya acara kondangan. Para suporter yang menonton pertandingan tampak seperti para tamu undangan.

Setelah kejadian nonton bola pakai batik itu, hal serupa terjadi lagi saat PSS menghadapi Persipura Jayapura pada Sabtu (21/2/2026). Bedanya, kali ini pakaian yang digunakan bukan batik, melainkan baju koko hingga gamis, bahkan ada pula yang mengenakannya lengkap dengan peci.

Jika dalam laga PSS versus Deltras suasana stadion tak ubahnya venue kondangan, maka di laga ini suasana stadion mirip dengan pengajian karena di mana-mana terlihat orang mengenakan pakaian seperti yang biasa digunakan saat beribadah.

baca juga

Cara Jitu Suporter PSS untuk Merespons Sanksi

Tentu bukan tanpa alasan suporter PSS mengenakan outfit yang tidak biasa saat ke stadion. Ternyata, itu adalah cara mereka untuk merespons sanksi yang diberlakukan Komisi Disiplin PSSI.

Semua bermula saat PSS bertanding menghadapi Barito Putera pada Sabtu malam (31/1/2026). Sejumlah suporter kedapatan membentangkan spanduk berisi kalimat umpatan serta ada beberapa orang yang menyemprot alat pemadam api ringan (APAR). Akibatnya, sanksi pun dijatuhkan.

Sanksi yang dijatuhkan awalnya adalah 4 laga kandang tanpa penonton dan denda Rp15 juta. PSS kemudian mengajukan banding ke Komite Banding PSSI. Hasilnya, klub berjuluk Elang Jawa itu tetap dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran disiplin, namun hukumannya diubah menjadi penutupan Tribun Utara dan Selatan selama 4 pertandingan kandang, juga denda yang membengkak menjadi Rp60 juta.

Berhubung hanya sebagian area stadion yang ditutup, penonton tetap boleh datang ke pertandingan. Hanya saja, mereka dilarang membawa dan mengenakan atribut PSS.

Jadilah suporter PSS mengenakan batik. Meski tanpa atribut klub, identitas mereka sebagai pendukung PSS tetap bisa dikenali dengan mudah karena baju batik itulah yang untuk sementara menjadi penanda siapa mereka.

Meski harus rela mendukung timnya tanpa atribut, suporter PSS bisa dibilang hoki saat hadir ke stadion dengan outfit unik nan nyeleneh. Bagaimana tidak, PSS berhasil menang dengan skor 3-1 kala menjamu Deltras. Sedangkan saat menghadapi Persipura, Elang Jawa menang 2-0.

Berhubung sanksi dari Komisi Disiplin PSSI masih berlaku, bukan tak mungkin suporter PSS akan melakukan gebrakan lainnya dalam laga kandang yang menanti di depan.

baca juga

 

 

 

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.