Tita Rosita jadi sosok yang bersinar di ASEAN Women's Futsal Championship 2026 alias Piala AFF Futsal Putri 2026. Ia bukan pemain, tetapi tetap mampu membanggakan Indonesia.
Ya, Tita memang bukan pemain yang memperkuat Timnas Futsal Putri Indonesia, melainkan seorang wasit. Ia dipercaya untuk memimpin laga di Piala AFF Futsal Putri 2026.
Kawan yang sempat menonton Piala AFF Futsal Putri 2026, mungkin melihat ada sosok perempuan berhijab dengan wajah khas Indonesia yang bertindak sebagai wasit. Itulah Tita. Sepanjang pertandingan, ia dengan cermat memperhatikan pergerakan para pemain yang sibuk mengejar bola ke sana kemari. Bersama rekannya yang berada di sisi lapangan berbeda, Tita berusaha keras agar pertandingan berjalan dengan seadil-adilnya.
Sebagaimana diketahui, Piala AFF Futsal Putri 2026 diselenggarakan di Nakhon Ratchasima, Thailand, pada Selasa (24/2/2026) hingga Senin (2/3/2026). Ajang tersebut diikuti tujuh tim yang terdiri dari 6 tim asal kawasan Asia Tenggara plus Australia.
Ketujuh tim peserta dibagi ke dalam dua grup. Grup A diisi Thailand, Indonesia, dan Malaysia, sementara Grup B berisi Vietnam, Myanmar, Filipina, dan Australia. Nah, di babak penyisihan grup ini Tita berkesempatan ambil bagian pada pertandingan yang sekaligus menjadi satu-satunya pertandingan yang dipimpinnya di Piala AFF Futsal Putri 2026.
Berhubung Timnas Futsal Putri Indonesia berada di grup A, tentu saja Tita tidak bertugas di sana dan ia ditugaskan di grup B. Laga penyisihan grup yang dipimpin Tita adalah Vietnam versus Australia.
Laga Vietnam melawan Australia dihelat di Terminal 21 Korat, Nakhon Ratchasima, pada Selasa (24/2/2026) pukul 16.00 waktu setempat. Saat itu, Australia menang dengan skor 2-0.
Tita Rosita Memimpin Laga Futsal dari Liga hingga Ajang Internasional
Menjadi wasit futsal seperti Tita jelas bukan pekerjaan mudah. Di tangannya, nasib tim yang bertanding bakal ditentukan.
Butuh kecermatan, fisik mumpuni, juga kemampuan mengambil keputusan dengan cepat dan akurat untuk memastikan laga yang dipimpinnya berjalan lancar tanpa ada kontroversi. Ini semua tentu didapat dari proses latihan dan belajar tanpa kenal lelah, juga kesabaran dalam menaiki tangga karier di dunia perwasitan.
Tita sendiri juga tak ujug-ujug ditunjuk memimpin laga Piala AFF Futsal Putri 2026. Sebelumnya, ia berkiprah di kompetisi dalam negeri terlebih dahulu di mana dirinya tercatat sebagai satu-satunya wasit perempuan yang aktif memimpin pertandingan di liga futsal profesional Indonesia, Pro Futsal League.
Pintu Tita untuk go international kemudian terbuka setelah ia mengantongi lisensi wasit FIFA pada 2025 lalu. Saat itu, ia mendapat lisensi tersebut bersama dua wasit futsal lainnya, Wahyu Wicaksono dan Fitra Fauzi Rahmat.
Keberhasilan Tita menjadi wasit FIFA dan dipercaya di Piala AFF Futsal Putri 2026 jadi angin segar bagi dunia futsal Indonesia. PSSI menyebut bahwa ini sejalan dengan visi Komite Wasit PSSI yang terus berupaya meningkatkan jumlah wasit futsal perempuan di Indonesia melalui pelatihan dan sertifikasi yang berkelanjutan.
Pembuktian Tita yang mampu memimpin laga Piala AFF Futsal Putri 2026 dengan sangat baik sekaligus menjadi sepercik pelipur lara bagi pencinta futsal Indonesia setelah Timnas Futsal Putri Indonesia belum berhasil meraih gelar setelah dikalahkan Australia 2-3 dalam laga semifinal.
Bukan tak mungkin, ke depannya akan lebih banyak wasit-wasit futsal perempuan Indonesia yang mampu go international menyusul Tita.


