Tony Kouwen mendadak jadi perbincangan belakangan ini. Banyak pencinta sepak bola Indonesia yang perhatiannya tertuju kepadanya.
Tony Kouwen adalah pemain sepak bola belia asal Belanda yang baru berusia 16 tahun. Ia banyak dibicarakan karena ternyata memiliki darah Indonesia.
Kouwen memang keturunan Indonesia. Darah Indonesianya mengalir dari garis ibunya yang bernama Corrina Kouwen. Diketahui bahwa sang sang kakek dari pihak ibunya berasal dari Bali.
"Saya punya darah Indonesia dari kakek saya, itulah mengapa. Para penggemar (Indonesia) sungguh luar biasa. Mereka memberi saya dorongan semangat yang mana itu bagus sekali," katanya dalam wawancaranya dengan Voetbalzone.nl.
Adapun hal yang membut Kouwen menarik perhatian publik Indonesia adalah keikutsertaanya dalam trial bersama Atletico Madrid. Lewat trial tersebut, pemain yang lahir di Belanda pada 4 Oktober 2009 itu punya peluang untuk bermain di kompetisi level elite Eropa berhubung Atletico Madrid adalah klub papan atas Spanyol yang namanya mendunia.
Informasi mengenai Kouwen yang mengikuti trial di Atletico Madrid dipublikasikan agensinya, TeamNIO Sportmanagement. Adpaun trial-nya sendiri telah dimulai pada 8 Februari dan berakhir pada 15 Februari 2026 lalu.
"@tonykouwengk telah diperhatikan oleh Atletico Madrid karena kualitasnya dan diundang untuk magang dan berlatih bersama tim." demikian petikan pernyataan yang dipublikasikan TeamNIO Sportmanagement.
Untuk sementara ini, Kouwen memang belum berkesempatan bergabung secara resmi dengan Atletico Madrid setelah menuntaskan trial. Meski demikian, dengan usianya yang masih belia ini bukan tak mungkin ia akan bergabung dengan klub top lain, juga membela Timnas Indonesia.

Mengenal Tony Kouwen: Dulunya Atlet Kickboxing, Sekarang Jadi Kiper
Siapa sangka jika Tony Kouwen dulunya adalah atlet kickboxing?
Ya, memang demikian adanya. Kouwen aktif berlatih kickboxing hingga kemudian ia memilih untuk fokus di sepak bola. Ia pun mulai mengasah kemampuan mengolah si kulit bundar bersama tim muda SC Welberg.
"Sebelumnya saya lebih banyak main kickboxing, tapi selama beberapa tahun terakhir. Saya berlatih setiap hari. Jika sedang tidak di lapangan, saya ada di gym," ujar Kouwen.
Setelah memilih jalan sepak bola, Kouwen sebetulnya tidak sepenuhnya meninggalkan kickboxing. Ia masih menjalankan olahraga beladiri tersebut, tetapi hanya sekadar untuk menjaga kondisi fisiknya.
Selain SC Welberg, Kouwen juga pernah berlatih bersama RKSV Halsteren, RKVV Roosendaal, dan FC Dordrecht hingga kemudian ia masuk akademi ADO Den Haag.
Tak sampai di situ, petualangannya sebagai pemain muda berlanjut di Feyenoord U-17, dan ia pun menjalani magang di De Graafschap.
"Musim ini saya kan bertahan dengan Feyenoord U-17, tetapi saya tidak selalu melakukan segalanya untuk menjadi peain profesional. Saya sekarang sedang magang di De Graafschap dan itu bagus sekali," kata Kouwen,


