Pemain sepak bola keturunan Indonesia yang merumput di luar negeri ternyata tak hanya ada di Eropa. Di Australia pun ada, salah satunya Luke Vickery.
Bicara soal pemain asing yang punya darah Indonesia, Eropa biasanya jadi perhatian utama, khususnya Belanda. Maklum saja, di Belanda memang banyak orang keturunan Indonesia dan sebagian di antara mereka berkiprah di dunia sepak bola.
Di Australia, tentu saja pesepak bola keturunan Indonesianya tak sebanyak di Belanda. Meski demikian, Luke Vickery menunjukkan bahwa pemain seperti demikian bukan hanya eksis, tapi juga mampu tampil ciamik.
Luke Vickery adalah pesepak bola yang membela Macarthur Bulls FC, klub A-League, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Australia. Ia punya darah Indonesia dari neneknya.
Nenek Vickery dari pihak ibu ternyata lahir di Medan, Sumatra Utara. Sang nenek sebetulnya berlatar belakang keturunan Belanda yang kemudian hijrah ke Belanda, lalu ke Amerika Serikat.

Mengintip Kiprah Luke Vickery di Australia
Vickery lahir di Hawaii, Amerika Serikat, pada 25 Oktober 2005. Ia lahir di Negeri Paman Sam karena ayahnya yang berkiprah di dunia golf saat itu bekerja sebagai kurator lapangan di Sony Open.
Berdasarkan catatan Transfermarkt, Vickery berseragam Western United sebelum membela Macarthur. Pada musim 2023-2024, ia dipromosikan Western United ke tim senior setelah sebelumnya bermain di tim U-21 klub yang berbasis di negara bagian Victoria itu.
Vickery yang kini berusia 20 tahun tak lama berada di Western United. Pada musim 2025-2026, ia hijrah dari sana dan bergabung dengan Macarthur.
Bisa dibilang, Vickery meninggalkan Western United karena keterpaksaan. Klub tersebut dibelit krisis keuangan hingga kesulitan membayar utang dan gaji pemain. Kondisi itu pun sempat membuat Vickery ketar-ketir karena masa depannya jadi tak pasti.
Vickery sempat terpikir untuk pergi ke Amerika Serikat dan melanjutkan karier di sana, di divisi rendah pun tak mengapa. Beruntung, Macarthur kemudian menawarinya bergabung. Tak banyak basa-basi, ia mengambil tawaran tersebut.
"Jujur saya hampir terbang pergi ke Amerika. Lalu kami coba menghubungi klub-klub sekali lagi, dan saat Macarthur menanggapi, saya langsung ambil kesempatannya," ujar Vickery dalam wawancaranya dengan media Australia, The Rural.
Di A-League 2025-2026, Vickery yang bisa menempati posisi utama gelandang serang telah bermain 16 kali. Hasilnya, ada 3 gol dan satu assist yang tercipta.
Tak hanya di dalam negeri, Vickery juga membela Macarthur di kompetisi AFC Champions League Two. Di kompetisi level Asia ini, catatannya terbilang cukup apik: 6 kali main plus masing-masing 2 gol dan assist.
Di tim nasional, Vickery telah bermain bersama timnas U-20 Australia. Nah, yang menarik, ia bisa memilih antara tetap membela timnas Australia sesuai kewarganegaraannya saat ini, pindah ke Amerika Serikat karena ia lahir di sana, atau berseragam timnas Indonesia lewat jalur keturunan.
Hingga saat ini, Vickery belum menentukan keputusan. Meski demikian, ia mengakui bahwa timnas Indonesia punya ketertarikan terhadap dirinya. Bahkan ia dan stakeholder sepak bola Indonesia sudah sempat berkontak.
"Jelas semua orang ingin bermain di kancah nasional untuk tim nasional, namun saya saat ini baru melihat-lihat segala peluangnya saja," pungkas Vickery.
Akankah Vickery nantinya benar-benar memperkuat timnas Indonesia? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


