Di tengah dinamika pasar global yang makin sulit diprediksi, investor muda Indonesia dituntut untuk tidak hanya "ikut-ikutan", tetapi juga paham strategi. Nilai inilah yang menjadi pondasi acara The 25th Indonesia Capital Market Student Studies (ICMSS). Seminar ini telah berlangsung pada 5—6 Februari 2026 di Jakarta.
Membawa tema besar “The Diverged Trajectory: Reinstating Sovereignty Through Global Disparity”, gelaran internasional tahunan ini menjadi tempat edukasi pasar modal bergengsi bagi peserta, terlebih lagi mahasiswa dan praktisi muda.
Di hari pertama seminar, dibuka dengan diskusi tentang arah baru ekonomi nasional. Beberapa panelis yang hadir adalah Ramos Randa Silvano Bangun (Senior Vice President, Investments at Danantara Indonesia), Fidel Ramos Sinaga, dan Harry Aginta.
Sesi ini membahas peran Danantara sebagai sovereign wealth fund dalam mendorong strategi pertumbuhan jangka panjang Indonesia, termasuk pembiayaan proyek strategis, reformasi struktural, serta tantangan tata kelola dan keberlanjutan fiskal.
Diskusi tersebut menyoroti bagaimana Danantara dapat menjadi pilar ketahanan dan daya saing ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Kehadiran Andre Simangunsong, Mark Bruny, dan Genta Wira Anjalu mewarnai sesi kedua hari pertama, yang mana mengusung tema “Broadening Horizons: Navigating Resilience in Indonesia”s Equity Market.”
Pada momen ini, ketahanan pasar saham Indonesia diulas, termasuk dengan kebijakan makroekonomi, peran regulator, dan strategi investasi bagi pasar yang stabil.
Sesi ketiga memiliki topik “Redefining Value in the New Investment Landscape” menghadirkan Jeffry Jouw, Emir Parengkuan, Faza Verdhana, dan James Eugene. Diskusi tersebut menekankan pentingnya literasi keuangan, manajemen risiko, serta keseimbangan antara stabilitas, inovasi, dan makna personal dalam lanskap investasi modern.
Sementara itu, pada hari kedua, tema yang diusung adalah “Bullion Banks: A Strategic Initiative for Indonesia’s Economic Strengthening”. Acara tersebut terdiri dari 1 sesi (dari total 4 sesi) dan satu sesi spesial dari Sim Invest.
Panelis yang mengisi antara lain Sandra Sunanto (Chief Executive Officer PT. Hartadinata Abadi Tbk), Samahari Gumawan (Head of PVML Development Directorate), dan Ferdian Timur Satyagraha (Chief Financial & Strategy Officer PT Pegadaian).
Pengembangan ekosistem kegiatan bulion di indonesia disorot. Langkah ini diharapkan mampu berkembang lewat penguatan regulasi, optimalisasi peran emas pada sistem keuangan, dan support pada pendalaman pasar keuangan nasional.
ICMSS diharapkan dapat memberikan sudut pandang baru serta insight yang relevan bagi para pemangku kebijakan. Dengan begitu, hasil edukasi dan yang dihasilkan dapat diterapkan dalam perumusan regulasi ke depan.
Acara ditutup dengan sesi diskusi dengan Sim Invest dan Doorstep Interview dengan Samahari Gumawan, Head of PVML Development Directorate. Dalam ceramahnya, Samahari menyebutkan emas adalah investasi jangka panjang yang potensial bagi pemuda.
Maka dari itu, penting para ‘investor’ emas untuk punya pemahaman yang baik tentang instrumen ini, termasuk platform jual beli emas yang kredibel, manajemen resiko, hingga keamanannya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


