ekonomi bergerak seni hidup buah manis kolaborasi industri dan budaya di kabupaten tapin - News | Good News From Indonesia 2026

Ekonomi Bergerak, Seni Hidup: Buah Manis Kolaborasi Industri & Budaya di Kabupaten Tapin

Ekonomi Bergerak, Seni Hidup: Buah Manis Kolaborasi Industri & Budaya di Kabupaten Tapin
images info

Ekonomi Bergerak, Seni Hidup: Buah Manis Kolaborasi Industri & Budaya di Kabupaten Tapin


Kabupaten Tapin boleh jadi tidak terlalu dikenal orang. Meski demikian, ada pelajaran berharga dari sana, yakni kolaborasi masyarakatnya yang berbuah manis berupa sinergi antara industri, budaya, dan pendidikan.

Tapin merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Selatan. Berjarak sekitar 105 km dari ibu kota Kalsel Banjarmasin, daerah tersebut hidup dengan mengandalkan pertambangan sebagai salah satu tumpuan ekonominya. Pada 2023 saja, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tapin dari sektor pertambangan menyentuh 44,5 persen.

Bicara mengenai Tapin sebetulnya bukan cuma soal urusan tambang. Sejarah mencatat jika Tapin adalah rumah bagi seni budaya yang begitu kaya. Bahkan, seni budaya itu pula yang jadi hidden gem di sana.

"Banyak kesenian di Kalimantan Selatan itu lahirnya di Tapin," ujar pegiat kesenian lokal Tapin, Imam Rinaldy.

Ekonomi Bergerak, Seni Hidup: Buah Manis Kolaborasi Industri & Budaya di Kabupaten Tapin

Kini, Tapin sedang menikmati momen bangkitnya seni budaya mereka yang telah terpelihara sejak lama. Kendati demikian, melestarikan budaya sekaligus menjaga gairah berkesenian tentu bukan hal mudah. Dibutuhkan peran masyarakat yang tak hanya sekadar punya keinginan, namun juga punya bekal pendidikan yang memadai.

Beruntung, pelaku seni budaya di Tapin kerap berkolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari pemerintah hingga swasta untuk menyelenggarakan kegiatannya. Dukungan juga datang dalam beragam program pendidikan yang niscaya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sana.

"Dengan pendidikan tinggi dan akses pendidikan yang mudah dalam seni budaya dan tradisi itu sendiri kita fasilitasi dan kita menjadi orang yang berpola pikir kritis dan berwawasan luas," kata Hana Nuriah, pegiat kesenian dari Yayasan Bilik Budaya Tapin.

Ketika Industri dan Budaya Saling Bertaut di Tapin

Hidupnya gairah seni dan budaya di Tapin memang tak lepas dari peran industri yang ada di sana khususnya tambang. Perusahaan-perusahaan seperti KPP MINING adalah salah satu yang menaruh perhatian besar terhadap keberlangsungan seni budaya Tapin. Lewat dukungan perusahaan yang merupakan bagian dari Astra Group yang didirikan tahun 2003 itu, berbagai agenda kesenian dan kebudayaan bisa terlaksana.

Besarnya peran industri itu diakui oleh Hana. Ia mengungkapkan jika semua kegiatan yayasan yang dikelolanya itu bisa terlaksana berkat peran berbagai pihak yang memberikan dukungannya dengan menjadi sponsor.

"Jadi, faktor utama kita, terutama, aku bisa konsisten berdiri dengan teman-teman Yayasan Bilik Budaya Tapin itu tidak lain adalah karena kolaborasi beberapa pihak," katanya.

Bisa dibilang, kontribusi para pelaku seni budaya serta berbagai pihak yang mendukung di belakangnya memainkan peran penting dalam memajukan daerah. Apalagi, seni dan budaya itu jelas adalah potensi sekaligus modal berharga bagi Tapin untuk terus maju.

Harapan seperti itulah yang juga dimiliki pelaku seni budaya di Tapin seperti Imam dan Hana. Imam bahkan menyimpan mimpi agar Tapin bisa lebih dikenal luas karena budayanya yang tak hanya kaya, namun juga lestari berkat masyarakatnya.

"Pengen mengenalkan Tapin karena Tapin kan kota kecil kalau tidak dari budaya, dari mana lagi orang tahu soal Tapin," pungkas Imam.




Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.