jauh jauh ke amerika serikat aulia sarah bawa peribahasa jawa saat pidato wisuda duke university - News | Good News From Indonesia 2026

Jauh-Jauh ke Amerika Serikat, Aulia Sarah Bawa Peribahasa Jawa Saat Pidato Wisuda Duke University

Jauh-Jauh ke Amerika Serikat, Aulia Sarah Bawa Peribahasa Jawa Saat Pidato Wisuda Duke University
images info

Jauh-Jauh ke Amerika Serikat, Aulia Sarah Bawa Peribahasa Jawa Saat Pidato Wisuda Duke University


“As an Indonesian growing up on the island of Java, one Javanese proverb I've always carried with me is, Urip iku urup, which translates to, life is about giving light,” katanya.

Peribahasa Jawa, Urip iku urup dibawa ke panggung akademik Amerika Serikat oleh Aulia Sarah. Peribahasa itu adalah prinsip dan nilai yang ia bawa dari rumah.

“The simple proverb holds a profound truth. A meaningful life is one that, like a flame, brightens and warms its surroundings. Just as a candle burns to provide light and comfort to others, we too are meant to bring light into the lives we touch,” imbuhnya.

baca juga

Kalau diartikan, kurang lebih seperti ini.

“Sebagai orang Indonesia yang tumbuh besar di pulau Jawa, salah satu peribahasa Jawa yang selalu saya pegang teguh adalah, Urip iku urup, yang artinya, hidup adalah tentang memberi cahaya. Peribahasa sederhana ini mengandung kebenaran yang mendalam. Hidup yang bermakna adalah hidup yang, seperti nyala api, menerangi dan menghangatkan sekitarnya. Sama seperti lilin yang menyala untuk memberikan cahaya dan kenyamanan kepada orang lain, kita pun ditakdirkan untuk membawa cahaya ke dalam kehidupan yang kita sentuh.”

Di kampus yang dikenal kuat dalam bidang teknik dan manajemen, Aulia malah berbicara tentang makna hidup. Jelas bukan asal ngutip. Jauh-jauh belajar ke Amerika Serikat, Aulia pengen ilmunya bisa bermanfaat bagi sekitarnya.

baca juga

Siapa Aulia Sarah?

Aulia Sarah adalah lulusan Master of Engineering Management (MEM) di Duke University, Amerika Serikat. Ia menyelesaikan studinya dengan IPK 3,89 serta terpilih sebagai salah satu mahasiswa yang menyampaikan pidato dalam acara wisuda.

Aulia Sarah merupakan penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dari Kementerian Keuangan RI. Selama studi, Aulia juga aktif sebagai Graduate Teaching Assistant di bidang marketing serta terlibat dalam berbagai proyek dan kompetisi di sektor energi, termasuk geotermal dan industri migas.

Dengan latar belakang teknik dan manajemen, Aulia dikenal memiliki minat pada bidang energi dan teknologi, serta menekankan kepemimpinan yang berbasis empati dan kolaborasi.

baca juga

Perempuan di Teknik, Siapa Takut?

Sebelum sampai di Duke, Aulia adalah mahasiswa Teknik Fisika di Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Di sana, ia lulus dengan IPK 3,63.

Teknik Fisika bukan jurusan yang ringan. Bidang ini mempelajari sistem industri, instrumentasi, hingga kontrol proses. Ia bahkan mendalami PFD dan P&ID saat menjadi asisten laboratorium.

PFD atau Process Flow Diagram adalah gambaran alur proses industri secara umum.
Sedangkan P&ID (Piping and Instrumentation Diagram) jauh lebih detail. Di situ tergambar pipa, katup, sensor, dan sistem kontrol dalam fasilitas industri.

baca juga

Mudahnya, ia belajar membaca alur dan gambaran kompleks sebuah pabrik.

Usai menyelesaikan kuliahnya di Surabaya, Aulia Sarah melanjutkan studi Master of Engineering Management (MEM) di Duke. Program ini menggabungkan teknik dan manajemen industri. Mahasiswa tidak hanya belajar soal teknologi, tetapi juga strategi bisnis dan kepemimpinan. Ia sukses lulus dengan IPK 3,89.

Menariknya, Aulia juga menjadi Graduate Teaching Assistant in Marketing. Jadi bukan hanya bergelut dengan sistem teknik, tapi juga dengan strategi pasar.

baca juga

Prestasi Aulia Sarah

Aulia adalah awardee LPDP dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Program beasiswa berbasis merit ini dikelola oleh Kementerian Keuangan Indonesia. Sebelumnya, ia pernah menerima Djarum Beasiswa Plus.

Aulia Sarah juga punya daftar pencapaian yang beragam, mulai dari kompetisi desain pabrik tingkat internasional hingga case competition bersama Mata Garuda LPDP dan McKinsey & Co.

Namun jika kembali ke pidatonya, yang ia tekankan bukanlah daftar pencapaian itu.

Ia menulis dalam profil LinkedIn-nya, “I bring strong empathy to leadership, fostering inclusive environments and personal growth.”

Di situlah makna urip iku urup. Memberi cahaya bukan hanya soal menciptakan solusi teknis, tapi juga tentang bagaimana kita hadir untuk orang lain.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.