Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan kognitif, daya tahan tubuh, serta produktivitas di usia dewasa. Di Desa Laha, isu stunting masih menjadi perhatian bersama yang membutuhkan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.
Upaya pencegahan stunting juga sejalan dengan visi besar bangsa menuju Generasi Emas Indonesia 2045, yaitu terwujudnya generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Anak-anak yang hari ini tumbuh optimal akan menjadi aktor utama pembangunan Indonesia di masa depan. Karena itu, setiap langkah kecil dalam pencegahan stunting sesungguhnya merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas bangsa.
Berangkat dari kesadaran tersebut, sekelompok mahasiswa bersama dosen pembimbing melaksanakan kegiatan penyuluhan bertajuk “Mahasiswa Peduli Stunting” di Desa Laha. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman warga tentang pencegahan stunting sejak usia dini.
Program ini dibimbing langsung oleh Ibu Ners Syariefah H. Waliulu, S.Kep., M.Kep., dan melibatkan mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Maluku Husada, yaitu Rifki Ambari Duila, Susana Lekiohapy, Weli Bata, Thalia Ratumurun, serta Hendrovia Rieuwipassa.
Stunting dan Dampaknya bagi Kualitas SDM
Stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung sejak masa kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan anak, yang dikenal sebagai periode1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Dampaknya tidak hanya terlihat pada tinggi badan, tetapi juga pada kemampuan belajar, daya tahan tubuh, serta risiko penyakit tidak menular di masa depan.
Anak yang mengalami stunting cenderung memiliki prestasi belajar lebih rendah dan lebih rentan terhadap gangguan kesehatan saat dewasa. Jika tidak dicegah sejak dini, kondisi ini dapat menghambat kesiapan Indonesia dalam menyongsong bonus demografi dan Generasi Emas 2045.
Dari Ruang Kelas ke Ruang Warga
Melalui kegiatan “Mahasiswa Peduli Stunting”, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep keperawatan dan kesehatan di ruang kelas, tetapi juga menerapkannya langsung di tengah masyarakat.
Bersama dosen pembimbing, mereka turun ke Desa Laha untuk berdialog dengan warga, khususnya remaja, ibu hamil, serta ibu dengan bayi dan balita hingga usia dua tahun. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak berhenti pada teori, melainkan harus menyentuh realitas sosial dan kebutuhan nyata masyarakat.
Sasaran Penyuluhan: Menyiapkan Generasi Sejak Dini
Penyuluhan ini menyasar remaja sebagai calon orang tua generasi mendatang, ibu hamil, serta ibu dengan bayi usia 0–6 bulan, 6–12 bulan, dan 12–24 bulan. Materi disesuaikan dengan setiap tahapan, mulai dari pentingnya gizi remaja dan kesiapan kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi selama kehamilan, ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang tepat, hingga pemantauan tumbuh kembang anak.
Pendekatan ini menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai jauh sebelum anak lahir dan dilanjutkan secara konsisten selama masa tumbuh kembangnya.
Edukasi sebagai Investasi Jangka Panjang
Penyuluhan dilakukan secara dialogis dan partisipatif. Warga tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman seputar pengasuhan anak dan pemenuhan gizi keluarga.
Antusiasme masyarakat Desa Laha menunjukkan bahwa isu stunting merupakan kepentingan bersama yang membutuhkan ruang komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan. Edukasi yang tepat akan membentuk pola asuh dan perilaku sehat yang berdampak jangka panjang bagi generasi berikutnya.
Kolaborasi Kampus–Desa untuk Indonesia Emas
Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat memperkuat pesan bahwa pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga dunia pendidikan dan komunitas.
Dari kampus ke desa, gerakan kecil seperti ini menjadi bagian dari langkah besar menuju Indonesia Emas 2045 ketika generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara fisik dan mental.
Penutup
Pencegahan stunting merupakan fondasi penting bagi masa depan bangsa. Anak-anak yang tumbuh dengan gizi cukup, pola asuh yang tepat, dan lingkungan yang sehat akan menjadi generasi yang kuat, produktif, dan berdaya saing.
Melalui kegiatan “Mahasiswa Peduli Stunting”, kolaborasi dari kampus ke desa menjadi bukti bahwa perubahan besar menuju Generasi Emas Indonesia dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dan penuh kepedulian.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


