Upaya pencegahan stunting terus digencarkan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Magelang yang masih menghadapi tantangan serius terkait masalah gizi balita. Menyadari kondisi tersebut, tim KKN Universitas Tidar (Untidar) Tahun 2026 turut ambil bagian dengan turun langsung ke Desa Tampirkulon, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, untuk melakukan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat.
Sebanyak 10 mahasiswa yang tergabung melaksanakan serangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan fokus utama pencegahan stunting.
Program ini merupakan tindak lanjut dari amanat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang mendorong keterlibatan mahasiswa dalam mendukung penurunan angka stunting, khususnya di wilayah dengan prevalensi tinggi seperti Magelang.
Stunting Masih jadi Ancaman Serius di Magelang

Berdasarkan data Dinas Kesehatan per 17 Desember 2025, Kabupaten Magelang tercatat sebagai daerah dengan prevalensi stunting tertinggi ketiga di Jawa Tengah, yakni mencapai 15,98%.
Selain stunting, persoalan gizi lain seperti wasting dan underweight juga masih cukup tinggi. Tercatat sebanyak 3.609 kasus wasting atau sekitar 4,74%, serta 7.236 kasus underweight atau 11,18%.
Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu lama, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Dampaknya tidak hanya terlihat pada tinggi badan anak yang lebih pendek dari standar usianya, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan otak, daya tahan tubuh, hingga produktivitas anak di masa depan.
Oleh karena itu, pencegahan stunting membutuhkan perhatian serius dan keterlibatan banyak pihak, termasuk keluarga dan masyarakat.
Edukasi Dimulai dari Posyandu, Menyasar Ibu Balita
Untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran, tim KKN Untidar berkolaborasi dengan Posyandu Melati di Dusun Jetis, Desa Tampirkulon. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026, dengan menyasar ibu-ibu yang memiliki balita sebagai kelompok kunci dalam pencegahan stunting.
Kader Posyandu sekaligus Kepala Dusun, Lantiyah, mengungkapkan bahwa persoalan stunting tidak semata-mata disebabkan oleh keterbatasan akses terhadap bahan pangan bergizi.
Menurutnya, tantangan terbesar justru terletak pada pemahaman ibu mengenai pentingnya asupan gizi seimbang bagi anak sejak usia dini.
“Sering kali bahan makanannya sebenarnya ada di sekitar kita, tapi belum semua ibu memahami bagaimana mengolahnya agar bergizi dan sesuai untuk anak,” ujarnya.
Dari Penimbangan hingga Puding Jagung Bergizi

Kegiatan diawali dengan rangkaian pelayanan Posyandu seperti penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita untuk memantau tumbuh kembang anak.
Setelah itu, mahasiswa memberikan materi edukasi mengenai stunting, mulai dari pengertian, dampak jangka panjang, hingga langkah-langkah pencegahannya.
Materi disampaikan oleh mahasiswa KKN, Rizqiana Ayu Rahmasari dan Eka Berliana Shinta. Salah satu poin yang ditekankan adalah pentingnya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi yang bisa dibuat dari bahan lokal dan terjangkau.
Dalam kesempatan tersebut, tim memperkenalkan puding jagung sebagai salah satu contoh PMT yang kaya nutrisi, mudah dibuat, dan disukai anak-anak.
Untuk memudahkan pemahaman, tim KKN Untidar juga menayangkan video tutorial pembuatan puding jagung yang telah disiapkan sebelumnya. Sekitar 35 ibu yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan, menyimak penjelasan, hingga aktif mengajukan pertanyaan kepada pemateri.
Salah satunya Vivin, yang menanyakan mengenai variasi bahan tambahan lain yang aman dan bergizi untuk balita serta frekuensi pemberian PMT yang dianjurkan.
Pertanyaan tersebut kemudian dijawab dengan penjelasan seputar prinsip gizi seimbang dan pentingnya menyesuaikan porsi dengan usia anak.
Tim KKN Untidar menutup acara dengan membagikan brosur edukatif yang berisi ringkasan informasi seputar stunting. Brosur ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi para ibu setelah kegiatan berakhir, sekaligus menjadi panduan praktis yang bisa dibaca ulang dan dibagikan kepada anggota keluarga lainnya.
Menanamkan Kesadaran Sejak Dini
Melalui kegiatan ini, KKN Untidar berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti pada satu pertemuan saja, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran jangka panjang di kalangan ibu dan keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak.
Pencegahan stunting, menurut mereka, bukan hanya soal angka statistik, melainkan tentang memastikan setiap anak memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.
Kolaborasi antara mahasiswa, kader Posyandu, dan masyarakat Desa Tampirkulon menjadi bukti bahwa upaya pencegahan stunting dapat dilakukan bersama-sama, dimulai dari langkah sederhana di tingkat desa. Dengan pengetahuan yang tepat dan dukungan lingkungan, harapan untuk menurunkan angka stunting bukanlah sesuatu yang mustahil.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


