Keberagaman budaya dari berbagai belahan dunia hadir dalam satu ruang melalui Global Village yang diselenggarakan oleh AIESEC in Semarang dengan mengusung tema “Chronicles of the World: A Festival of Timeless Cultures.”
Bertempat di Aula Balai Kota Semarang, acara ini berhasil menarik perhatian lebih dari 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum. Berfokus pada SDG 4: Quality Education, Global Village menjadi platform pembelajaran lintas budaya bagi generasi muda melalui pengalaman yang imersif, interaktif, dan bermakna, dengan konsep theatrical experience yang mendorong rasa ingin tahu budaya menjadi kesadaran dan apresiasi global.
Acara ini turut dihadiri oleh Cogan selaku Local Committee President (LCP) AIESEC in Semarang, serta sembilan international participants dari berbagai negara, termasuk Palestina.

Global Village sukses terlaksana sesuai dengan perencanaan yang telah disusun sejak beberapa bulan sebelumnya. Acara ini menghadirkan Exchange Participants untuk membagikan pengalaman pertukaran budaya secara langsung.
Melalui rangkaian kegiatan seperti Booth Exploration serta penampilan dari berbagai institusi di Semarang, Global Village menjadi wadah interaksi lintas budaya yang edukatif sekaligus mempererat jejaring persahabatan antar peserta dari dalam maupun luar negeri, ujar Egbert, Organizing Committee Program of Global Village Winter Peak 2026.
Rangkaian Acara Global Village Winter 2026
Global Village merupakan agenda tahunan AIESEC yang dirancang sebagai wadah pertukaran budaya, sekaligus sarana memperkenalkan nilai kepemimpinan dan toleransi global kepada generasi muda. Melalui konsep festival budaya yang dikemas secara interaktif dan naratif, peserta diajak untuk mengenal berbagai budaya dunia dalam suasana yang inklusif dan menyenangkan.
Rangkaian acara dimulai dengan sesi open gate, di mana panitia menyambut para peserta yang hadir di Aula Balai Kota Semarang serta memastikan proses registrasi berjalan dengan tertib. Setelah memasuki area acara, peserta disambut dalam sesi “Welcome Home”, sebuah simbol penerimaan yang merepresentasikan Global Village sebagai ruang aman untuk saling belajar dan berbagi budaya.
Acara kemudian dibuka secara resmi melalui Opening Ceremony yang dipandu oleh MC, dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan dinas kebudayaan yang sekaligus membuka acara secara simbolis.
Selanjutnya, Local Committee Vice President of Engagement with AIESEC yaitu Kamil serta Irsyad sebagai Organizing Committee President Global Village Winter Peak 2026 turut memberikan sambutan kepada seluruh peserta. Suasana semakin hangat dengan adanya Role Dance yang diikuti oleh audiens, menciptakan interaksi awal antara peserta, panitia, dan international participants.

Memasuki sesi inti, acara diawali dengan pemutaran video pembuka yang menampilkan keberagaman budaya dari berbagai negara sebagai pengantar alur cerita Global Village. Sesi local performance dibuka dengan penampilan tarian Ratoh Jaroe dari Aceh yang dibawakan oleh SMA Negeri 4 Semarang.
Tarian ini menampilkan kekompakan dan semangat kebersamaan melalui gerakan yang serempak dan dinamis, sekaligus menjadi representasi kekayaan budaya Indonesia. Acara kemudian berlanjut dengan kemunculan MC Drama sebagai Raja dan Ratu, yang membawa peserta masuk ke dalam alur cerita festival budaya.

Pengenalan Budaya Internasional oleh 9 International Participant
Pada sesi International Session, para international participants memasuki panggung melalui EP Parade dan memperkenalkan diri sebagai tamu kehormatan kerajaan. Para peserta internasional dalam kegiatan ini berasal dari berbagai negara, yaitu Vietnam, Myanmar, Palestina, Yordania, Libya, dan Prancis, dengan total keseluruhan sebanyak 9 peserta internasional.
Kehadiran peserta dari Prancis didukung oleh Alliance Francaise sebagai bagian dari upaya kolaborasi budaya internasional. Selain itu, partisipasi peserta dari Yordania dan Palestina turut difasilitasi oleh IO Unissula.
International participants tidak hanya memperkenalkan budaya negara asal mereka, tetapi juga membagikan cerita mengenai pengalaman serta kesan pertama selama berada di Indonesia. Sesi ini dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara peserta dan international participants.
Ragam budaya dalam Global Village semakin terasa melalui international performance yang dibawakan oleh Purwacaraka Music Studio. Pada sesi ini, ditampilkan karya musik “Swan Lake Suite Op. 20a” serta lagu “To Love You More” yang dipopulerkan oleh Celine Dion, menghadirkan nuansa klasik dan emosional di tengah keberagaman budaya yang ditampilkan.

Selain pertunjukan seni, peserta juga mengikuti sesi Booth Exploration, di mana mereka mengunjungi booth para international participants untuk mengenal budaya, tradisi, serta kehidupan di masing-masing negara. Sesi ini dikemas dalam bentuk permainan berbasis cerita yang mengajak peserta menyelesaikan tantangan untuk menemukan “harta karun raja”.
Sebagai penutup rangkaian acara, Teater EMKA menampilkan pertunjukan teater bertema mitologi yang mengangkat nilai moral dan kekayaan cerita tradisional. Acara kemudian diakhiri dengan Closing Ceremony berupa tarian bersama yang dipandu oleh MC dan diikuti oleh panitia serta peserta, menutup Global Village dengan suasana kebersamaan.
Komitmen AIESEC in Semarang dalam Menciptakan Ruang Pertukaran Budaya
Melalui penyelenggaraan Global Village di Aula Balai Kota Semarang, AIESEC in Semarang kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan ruang pertukaran budaya yang bermakna serta mendorong generasi muda untuk menjadi individu yang lebih terbuka, toleran, dan berwawasan global.
Kegiatan ini berhasil menghadirkan pemahaman lintas budaya, perluasan jejaring internasional, serta terciptanya ruang belajar nonformal yang selaras dengan nilai SDG 4: Quality Education. Nilai tersebut tercermin dari antusiasme peserta dalam berinteraksi langsung dengan international participants, bertukar perspektif global, serta membangun relasi lintas negara.
Salah satu delegate menyampaikan kesan positifnya terhadap acara ini,“Glovil asik banget!! I got new insights and new friends, it’s a productive way to spend my time, apalagi pas libur gini. Ga mahal juga tapi banyak benefitnya, bisa ngobrol bareng international participant dan bertukar insight. So it’s pretty much recommended!”ujar Cheryl, salah satu delegate dari Universitas Diponegoro yang turut meramaikan rangkaian acara Global Village.
Ke depannya, AIESEC in Semarang berharap Global Village dapat terus menjadi platform berkelanjutan bagi pemuda untuk belajar, berkolaborasi, dan menumbuhkan kesadaran global, sekaligus memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan yang mampu membawa dampak positif bagi masyarakat lokal maupun global.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


