green leaders aiesec in uin jakarta mengadakan kunjungan ke kementerian lingkungan hidup dan kehutanan - News | Good News From Indonesia 2026

Green Leaders AIESEC in UIN Jakarta Dorong Kesadaran Lingkungan melalui Kunjungan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Green Leaders AIESEC in UIN Jakarta Dorong Kesadaran Lingkungan melalui Kunjungan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
images info

Green Leaders AIESEC in UIN Jakarta Dorong Kesadaran Lingkungan melalui Kunjungan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan


AIESEC in UIN Jakarta menyelenggarakan kegiatan Green Leaders sebagai forum edukatif yang berfokus pada isu perubahan iklim global dan krisis pengelolaan sampah nasional. Kegiatan ini diikuti oleh 26 peserta dari berbagai latar belakang akademik dan kebangsaan, serta dirancang untuk mendorong peran aktif generasi muda dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah kunjungan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dilaksanakan pada hari Selasa, 27 Januari 2026. Melalui kunjungan ini, peserta memperoleh pemahaman langsung mengenai kebijakan, strategi, serta implementasi pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan di tingkat nasional.

Program Green Leaders ini menghadirkan dua pemateri, yaitu Koko Wicaksono dan Hilda Utami, yang membahas isu perubahan iklim dan pengelolaan sampah dari perspektif ilmiah, kebijakan, serta peran strategis generasi muda. Materi yang disampaikan mengacu pada berbagai sumber resmi, seperti Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) Assessment Report 6 (AR6), Biennial Transparency Report (BTR) 2024, Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) BNPB 2025, serta BMKG Climate Outlook.

Dalam pemaparannya, Koko Wicaksono menjelaskan bahwa perubahan iklim global telah memberikan dampak nyata terhadap Indonesia sebagai negara kepulauan. Berdasarkan laporan IPCC AR6, Indonesia termasuk wilayah yang rentan terhadap peningkatan intensitas bencana hidrometeorologi.

Dalam satu tahun terakhir, dampak tersebut tercatat signifikan di beberapa wilayah, termasuk Sumatra dan Aceh, yang mengalami peningkatan risiko akibat perubahan pola curah hujan dan perubahan suhu.

“Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap dampak perubahan iklim. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah seperti Sumatra dan Aceh menunjukkan peningkatan risiko bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim,” ujar Koko Wicaksono.

Ia juga memaparkan proyeksi dampak perubahan iklim di berbagai pulau besar di Indonesia sepanjang tahun berdasarkan data BTR 2024, DIBI BNPB 2025, dan BMKG Climate Outlook.

Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia menghadapi risiko bencana iklim dengan karakteristik yang berbeda-beda, sehingga menegaskan pentingnya upaya adaptasi dan mitigasi yang selaras dengan komitmen Indonesia dalam kerangka United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).

Sesi penyampaian materi saat kunjungan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Sementara itu, Hilda Utami menyoroti permasalahan pengelolaan sampah yang telah berkembang menjadi krisis nasional dan berdampak pada berbagai aspek kehidupan.

“Permasalahan sampah di Indonesia telah menjadi krisis nasional karena berdampak langsung pada kesehatan, lingkungan, sosial, dan ekonomi,” jelas Hilda Utami.

Berdasarkan data timbulan sampah nasional tahun 2023, hanya 39,01% sampah yang berhasil dikelola, atau sekitar 22,09 juta ton, sementara sisanya belum tertangani secara optimal. Kondisi ini menunjukkan urgensi kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan generasi muda, dalam mendorong solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Program ini juga menyoroti peran strategis generasi muda dalam isu lingkungan. Data menunjukkan bahwa 70,72% penduduk Indonesia berada pada usia produktif (15–64 tahun), yang mencerminkan potensi demographic bonus untuk mendukung Visi Indonesia 2045. Generasi muda dipandang sebagai agen perubahan dalam mendorong kesadaran dan aksi nyata terhadap isu perubahan iklim dan pengelolaan sampah.

Partisipasi peserta internasional turut memperkaya diskusi dalam kegiatan ini. Anar, peserta asal Sri Lanka, menyampaikan bahwa kunjungan ke KLHK memberikan pengalaman yang relevan dengan latar belakang akademiknya.

“Saya sangat senang dapat mengikuti kegiatan ini, terutama karena dilaksanakan melalui kunjungan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang selaras dengan bidang studi yang saya tekuni. Saya percaya bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mewujudkan Visi Indonesia 2045,” ujar Anar.

Selain itu, Zahwa, salah satu peserta kegiatan, menyampaikan bahwa kunjungan pada hari ini memberikan pemahaman baru terkait isu lingkungan, dengan penyampaian materi yang jelas dan mudah dipahami.

“Kegiatan hari ini memberikan banyak insight baru bagi saya, terutama dalam memahami isu perubahan iklim dan pengelolaan sampah. Para pemateri menyampaikan materi dengan sangat baik dan jelas, sehingga mudah dipahami oleh peserta,” ujar Zahwa.

Melalui program Green Leaders, AIESEC in UIN Jakarta menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kepemimpinan generasi muda yang berorientasi pada dampak positif dan keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran dan kolaborasi bagi generasi muda untuk berkontribusi aktif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan krisis lingkungan, baik di tingkat nasional maupun global.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.