lavender dan zodia jadi solusi mahasiswa kknt ipb hadirkan rest area palasari yang lebih harum dan nyaman - News | Good News From Indonesia 2026

Lavender dan Zodia Jadi Solusi, Mahasiswa KKNT IPB Hadirkan Rest Area Palasari yang Lebih Harum dan Nyaman

Lavender dan Zodia Jadi Solusi, Mahasiswa KKNT IPB Hadirkan Rest Area Palasari yang Lebih Harum dan Nyaman
images info

Lavender dan Zodia Jadi Solusi, Mahasiswa KKNT IPB Hadirkan Rest Area Palasari yang Lebih Harum dan Nyaman


Masalah lingkungan di ruang publik kerap dianggap sepele karena terlihat sederhana dan sudah lama menjadi bagian dari keseharian. Padahal, dampaknya sangat nyata bagi kenyamanan masyarakat.

Hal inilah yang dirasakan warga dan pengguna jalan di Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Aroma tidak sedap serta banyaknya lalat di rest area desa sempat menjadi keluhan yang terus berulang, terutama bagi warga sekitar dan pengendara yang singgah untuk beristirahat.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University Desa Palasari 2025 menghadirkan sebuah inisiatif berbasis lingkungan yang sederhana namun berdampak nyata. Melalui program PARAS (Penghijauan Rest Area Palasari), mahasiswa berupaya menata ulang wajah rest area desa agar menjadi ruang publik yang lebih bersih, harum, dan nyaman bagi semua pihak.

Alih-alih memilih solusi instan berbasis bahan kimia seperti pengharum sintetis atau insektisida, mahasiswa KKNT IPB justru mengambil pendekatan yang lebih alami dan berkelanjutan. Mereka menanam tanaman lavender dan zodia, dua jenis tanaman yang dikenal memiliki aroma khas yang tidak disukai serangga, khususnya lalat dan nyamuk. Pendekatan ini dinilai lebih ramah lingkungan sekaligus aman bagi masyarakat sekitar.

Lavender dan zodia tidak hanya berfungsi sebagai pengusir serangga alami, tetapi juga memberikan nilai tambah secara visual. Kehadiran tanaman tersebut membuat area rest area tampak lebih hijau, tertata, dan estetik. Ruang yang sebelumnya terasa kurang nyaman kini mulai berubah menjadi tempat singgah yang lebih menyenangkan.

Program PARAS tidak dijalankan oleh mahasiswa semata. Kegiatan penghijauan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat Desa Palasari, mulai dari perangkat desa, ketua RW, ketua RT, hingga warga sekitar. Proses penanaman dilakukan secara gotong royong, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan memperkuat rasa memiliki terhadap fasilitas publik desa.

Kolaborasi ini menjadi bagian penting dari keberhasilan program. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, mahasiswa berharap tanaman yang telah ditanam dapat dirawat dan dijaga bersama dalam jangka panjang. Rest area bukan lagi dipandang sebagai fasilitas milik pemerintah desa semata, tetapi sebagai ruang bersama yang menjadi tanggung jawab kolektif.

Kepala Desa Palasari, Aip Syaripudin, menyambut baik pelaksanaan program PARAS dan mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKNT IPB dalam membantu menata lingkungan desa.
“Rest area ini adalah salah satu kebanggaan Desa Palasari. Dengan adanya program ini, rest area kita akan menjadi lebih asri,” ujarnya.

Menurutnya, rest area memiliki peran strategis sebagai wajah desa. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat singgah bagi pengguna jalan, rest area juga menjadi ruang publik yang mencerminkan identitas dan citra Desa Palasari. Lingkungan yang bersih, sejuk, dan nyaman akan memberikan kesan positif bagi pengunjung sekaligus meningkatkan rasa bangga dan kepedulian masyarakat setempat.

Bagi mahasiswa KKNT IPB, program PARAS merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat yang berangkat dari kebutuhan lokal. Permasalahan bau dan lalat yang selama ini dirasakan warga menjadi titik awal untuk merancang solusi yang sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan. Melalui penanaman lavender dan zodia, mahasiswa ingin menunjukkan bahwa penataan lingkungan tidak selalu membutuhkan biaya besar atau teknologi rumit.

Lebih jauh, PARAS juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan di tengah masyarakat. Tanaman yang ditanam bukan hanya berfungsi dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi media edukasi tentang pentingnya solusi alami dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang publik.

Program ini juga diarahkan untuk mendukung upaya branding Desa Palasari sebagai desa yang inovatif dan peduli lingkungan. Rest area yang bersih, hijau, dan harum diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung, memperpanjang durasi singgah, serta membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar, seperti usaha kecil atau produk lokal desa.

Dari langkah sederhana berupa penanaman tanaman, perubahan mulai terasa. Lingkungan rest area menjadi lebih tertata, udara terasa lebih segar, dan gangguan lalat perlahan berkurang. Lebih dari itu, PARAS memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan sehari-hari.

Dari Desa Palasari, kisah PARAS menjadi pengingat bahwa inovasi tidak selalu harus besar dan kompleks. Terkadang, kepedulian terhadap lingkungan, kemauan untuk bekerja bersama, serta pemanfaatan potensi alam yang ada sudah cukup untuk menciptakan perubahan.

Melalui lavender dan zodia, mahasiswa KKNT IPB bersama masyarakat Desa Palasari membuktikan bahwa ruang publik yang manusiawi dapat diwujudkan dari niat baik dan aksi sederhana yang dilakukan secara kolektif.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KB
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.