ipb resmikan fakultas kedokteran dan gizi upaya menjawab masalah kesehatan yang kompleks - News | Good News From Indonesia 2026

IPB Resmikan Fakultas Kedokteran dan Gizi, Upaya Menjawab Masalah Kesehatan yang Kompleks

IPB Resmikan Fakultas Kedokteran dan Gizi, Upaya Menjawab Masalah Kesehatan yang Kompleks
images info

IPB Resmikan Fakultas Kedokteran dan Gizi, Upaya Menjawab Masalah Kesehatan yang Kompleks


“Tantangan ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan kedokteran klinis,” kata Dr. dr. Ivan Rizal Sini, Dekan Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University.

Fakultas Kedokteran IPB kini berganti menjadi Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz). Perubahan tersebut bukan sekadar penyesuaian struktur akademik, melainkan respons terhadap persoalan kesehatan nasional yang kian kompleks.

Menurut dr. Ivan, tantangan kesehatan Indonesia saat ini bersifat berlapis. Masalah gizi, kesehatan ibu dan anak, hingga penyakit metabolik tidak bisa ditangani jika ilmu kedokteran berjalan sendiri. Tanpa pemahaman yang utuh tentang pangan, gizi, lingkungan, dan perilaku, upaya penyembuhan kerap datang terlambat.

baca juga

Dari kegelisahan itulah IPB University membentuk FKGiz. Integrasi kedokteran dan gizi dipandang sebagai kunci untuk memperkuat sistem kesehatan nasional, terutama dalam mendorong pencegahan sebelum penyakit berkembang lebih jauh.

Pandangan ini sejalan dengan penjelasan Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan Slamet. Ia menegaskan bahwa penggabungan Fakultas Kedokteran dan Departemen Gizi Masyarakat merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengembangan keilmuan, pendidikan, dan riset kesehatan yang relevan dengan tantangan nasional dan global.

Langkah tersebut juga sejalan dengan transformasi IPB sebagai universitas berbasis biosains dan agromaritim, sekaligus penguatan paradigma one health dan life-course approach.

baca juga

Melalui integrasi ini, IPB berharap pengembangan ilmu kedokteran dan gizi dapat lebih terarah, berbasis biosains tropika, serta berorientasi pada solusi konkret bagi masyarakat.

Sebelumnya, Fakultas Kedokteran IPB University secara resmi dibuka pada tahun 2023. Pada pembukaan pertama itu, IPB membuka pendaftaran mahasiswa baru Program Studi Dokter (Fakultas Kedokteran) mulai 5–11 Agustus 2023, dengan kuota awal 50 mahasiswa dan 20 % dialokasikan untuk mahasiswa tidak mampu.

Perkuliahan angkatan pertama kemudian dimulai sekitar 21 Agustus 2023 setelah proses seleksi dan registrasi calon mahasiswa baru.

baca juga

Pendidikan dari Hulu ke Hilir

Untuk menghindari keterlambatan penanganan masalah kesehatan, dr. Ivan menjelaskan bahwa FKGiz IPB University memosisikan kesehatan dari hulu ke hilir. Penyakit tidak hanya dilihat dari gejala klinis, tetapi ditelusuri hingga sumber awalnya.

IPB memiliki keunggulan historis di bidang pertanian, pangan, dan gizi. Modal akademik inilah yang kemudian menjadi fondasi FKGiz. Faktor gizi, pangan, lingkungan, dan perilaku tidak diposisikan sebagai pelengkap, tetapi dijadikan bagian inti dalam memahami penyakit dan upaya pencegahannya.

Melalui pendekatan tersebut, lulusan FKGiz diharapkan mampu melihat persoalan kesehatan secara utuh, mulai dari pencegahan, promosi kesehatan, hingga tata laksana klinis.

baca juga

FKGiz juga dirancang untuk melahirkan dokter dengan pendekatan ilmu komunitas berbasis herbal yang kuat. Pendekatan ini berangkat dari kekayaan biosains tropika Indonesia, namun tetap berada dalam kerangka ilmiah.

Selain itu, fakultas ini memperkuat penerapan Longitudinal Integrated Clerkship (LIC). Model ini memberi mahasiswa pengalaman klinik yang berkesinambungan dan kontekstual. Mahasiswa tidak hanya memahami penyakit pasien, tetapi juga kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan tempat pasien hidup. Model ini sekaligus mendorong penguatan riset translasional dan efisiensi akademik.

baca juga

Ahli Gizi sebagai Mitra Setara dan Rumah Sakit untuk Kolaborasi

Sebagai bagian dari pengembangan fakultas, IPB University membuka Program Studi Nutrisionis. Program ini hadir untuk menjawab kesenjangan antara kebutuhan layanan gizi berkualitas dan ketersediaan tenaga nutrisionis yang terstandar.

Kolaborasi antara dokter dan nutrisionis sejak masa pendidikan dinilai penting. Keduanya dipersiapkan untuk bekerja bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri, dalam membangun layanan kesehatan yang holistik dan berkelanjutan.

Untuk mendukung pendidikan dan praktik klinik, IPB University juga merencanakan pengembangan rumah sakit pendidikan. Fasilitas ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara dokter dan nutrisionis.

Rumah sakit tersebut tidak hanya menjadi wahana praktik klinik, tetapi juga diarahkan sebagai pusat riset serta layanan promotif dan preventif. Pendekatan ini menempatkan kesehatan sebagai prioritas, bahkan sebelum seseorang jatuh sakit.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.