geulayang permainan tradisional layang layang khas dari aceh - News | Good News From Indonesia 2026

Geulayang, Permainan Tradisional Layang-Layang Khas dari Aceh

Geulayang, Permainan Tradisional Layang-Layang Khas dari Aceh
images info

Geulayang, Permainan Tradisional Layang-Layang Khas dari Aceh


Layang-layang merupakan permainan tradisional yang umum dijumpai di berbagai daerah yang ada di Indonesia. Namun tahukah Kawan, di Aceh permainan tradisional yang satu ini memiliki nama khusus yang dikenal di tengah masyarakat, yakni geulayang.

Pada dasarnya, geulayang tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan permainan layang-layang seperti umumnya. Permainan ini tetap menggunakan sebuah layangan yang diterbangkan ke udara.

Namun bagi masyarakat Aceh, geulayang ternyata dianggal lebih dari sekadar permainan saja. Permainan tradisional dari Aceh ini diyakini juga memiliki nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Bagaimana penjelasan lebih lanjut terkait hal ini? Simak ulasan terkait geulayang khas Aceh dalam artikel berikut.

Mengenal Geulayang, Permainan Tradisional dari Aceh

Dilihat dari leaflet Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh, geulayang menjadi salah satu permainan tradisional yang memiliki riwayat panjang di tengah masyarakat Aceh. Permainan ini menjadi salah satu warisan dari nenek moyang dulunya dan diwariskan secara turun temurun hingga saat ini.

Tidak diketahui secara pasti kapan permainan geulayang pertama kali dimainkan di tengah masyarakat Aceh. Apalagi tidak ada sumber tertulis yang secara spesifik terkait hal tersebut.

Namun kemungkinan besar permainan geulayang muncul atas persinggungan masyarakat Aceh dengan pendatang dari China dulunya. Hal ini merujuk pada permainan layang-layang yang memang pertama kali berkembang dari Negara Tirai Bambu tersebut dulunya.

Seiring berjalannya waktu, banyak masyarakat yang mulai memainkan geulayang, khususnya pada musim panen tiba. Pada momen tersebut, biasanya akan banyak tanah lapang yang tersedia.

Persawahan yang sudah dipanen sering digunakan sebagai area bermain geulayang. Bahkan momentum ini sering dikenal sebagai musim geulayang.

Selain dimainkan secara mandiri, ada juga perlombaan geulayang yang digelar di tengah masyarakat. Biasanya perlombaan yang dikenal dengan nama Geulayang Tunang ini diikuti oleh setiap gampong yang ada di sana.

Jenis-Jenis Geulayang

Dalam praktiknya, terdapat dua jenis geulayang yang sering dimainkan oleh masyarakat. Kedua jenis geulayang tersebut adalah.

1. Geulayang Maco

Geulayang maco adalah layangan yang berbentuk seperti bujur sangkar. Geulayang ini merupakan jenis layangan yang paling umum dimainkan, khususnya oleh anak-anak.

Hal ini disebabkan karena proses pembuatannya yang mudah. Selain itu, bahan yang digunakan pembuatan untuk geulayang maco cukup mudah didapatkan dan tidak memerlukan banyak biaya, sehingga lebih ramah di kantong anak-anak.

2. Geulayang Kleueng

Jenis kedua dari permainan tradisional khas Aceh ini adalah geulayang kleueng. Geulayang ini merupakan jenis layangan yang banyak dikagumi oleh masyarakat.

Geulayang kleueng umumnya memiliki bentuk seperti burung elang yang membentangkan sayap. Atas dasar ini pula, layangan ini juga dikenal dengan nama geulayang sayeuep.

Biasanya jenis layangan inilah yang dipertandingkan dalam Geulayang Tunang.

Lebih dari Sekadar Permainan

Bagi masyarakat Aceh, geulayang ternyata memiliki nilai yang lebih dari sekadar permainan saja. Permainan tradisional dari Aceh ini juga memiliki nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Banyak nilai positif yang bisa didapatkan dari permainan ini. Misalnya, permainan geulayang bisa mengasah sifat kerja sama dan gotong royong antara setiap anggota yang memainkannya.

Selain itu, permainan geulayang juga bisa mengasah sifat sabar dalam diri setiap pemainnya. Sebab dibutuhkan kesabaran agar geulayang yang diterbangkan bisa terbang dengan maksimal di udara.

Terakhir, permainan geulayang juga bisa meningkatkan rasa kebersamaan dan keakraban antarsesama pemainnya. Sebab meskipun para pemain akan saling bersaing dalam sebuah pertandingan, mereka akan tetap saling menerima satu sama lain begitu geulayang yang dimainkan diturunkan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.