Maarten Paes telah resmi digaet oleh klub Liga Belanda, Ajax Amsterdam. Di balik transfer tersebut, ada impian dari kedua pihak yang terwujud bersama-sama.
Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, didatangkan oleh Ajax pada bursa transfer pemain musim dingin ini dari klub Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat, FC Dallas. Oleh Ajax, ia dikontrak dengan durasi 3,5 musim atau hingga 30 Juni 2029.
"Saya sangat bangga bisa bermain untuk lambang ini, klub ini, dan kota ini. Saya akan melakukan apa pun untuk membayar kepercayaan yang diberikan kepada saya di sini," ujar Paes dalam wawancara resminya yang dipublikasikan Ajax.
Bagi Paes, Ajax bukan sembarang klub. Bukan apa-apa, ternyata kiper berusia 27 tahun itu sudah punya kedekatan batin dengan Ajax sejak masih anak-anak. Bahkan, dari Ajax pula Paes merasakan langsung pengalaman menyaksikan aksi para pemain top di Belanda pada masanya.
"Saya selalu jadi penggemar berat Ajax sejak belia dan laga pertama yang saya datangi adalah Ajax vs De Graafschap (yang berakhir dengan skor) 7-1. Saya dulu beli kaus Van der Vaart tetapi namanya tidak muat, jadi ditulisnya V.D. Vaart," lanjutnya.
Meski punya kenangan masa kecil yang sedemikian manis bersama Ajax, Paes tidak meniti karier sepak bolanya di sana. Ia justru awalnya bermain di NEC Nijmegen, lalu pindah ke FC Utrecht. Keduanya merupakan klub pesaing Ajax di kancah sepak bola Belanda.
Pada 2022, Paes meninggalkan Belanda untuk memulai kehidupan baru di Amerika Serikat bersama klub FC Dallas. Nah, saat hijrah jauh dari negeri kelahirannya itu, Paes sebenarnya sudah punya impian bahwa dirinya bakal bermain untuk Ajax pada suatu hari nanti apabila ia harus kembali ke Belanda.
Selama di FC Dallas, performa Paes bisa dibilang cukup ciamik. Dari yang awalnya datang dengan status pinjaman, transfernya kemudian dipermanenkan. Pemain yang neneknya lahir di Kediri, Jawa Timur itu, mampu tampil sebagai kiper andalan FC Dallas dan mencatatkan 128 penampilan resmi berdasarkan data Transfermarkt.
Tentu bukan tanpa alasan Paes punya mimpi membela Ajax. Di matanya, Ajax adalah klub terbaik untuk dirinya dan karier sepak bolanya.
"Saya menjalani 4,5 tahun yang luar biasa di Amerika, belajar sebagai pesepak bola dan atlet, dan sebagai pribadi. Tetapi pada tahun terakhir saya ada beberapa persoalan pribadi yang muncul, jadi inilah waktunya kembali ke Eropa dan saya pikir tak ada klub yang lebih baik untuk melakukan itu daripada Ajax," katanya.

Mimpi Maarten Paes, Mimpi Ajax Amsterdam
Menariknya, bukan cuma Paes yang punya mimpi bermain untuk Ajax. Sebaliknya, Ajax sendiri juga punya mimpi untuk mendatangkan Paes.
Menurut laporan media Belanda, VoetbalPrimeur, Ajax telah memantau Paes selama lebih dari dua tahun. Awalnya, sang pemain mulai dipantau saat membela Timnas Indonesia di bawah kepelatihan Shin Tae-yong.
Ajax bahkan disebut sampai mengirim tim khusus untuk memantau Paes saat bermain bagi FC Dallas. Ajax menilai Paes punya skill, perilaku, kepemimpinan, serta pengaruh yang mumpuni.
Dengan demikian, mendatangkan Paes bukanlah langkah yang terburu-buru. Ajax memang sudah kesengsem dan punya impian agar Paes bisa bergabung dengan mereka.
Di sisi lain, Ajax memang butuh kiper baru. Vitezslav Jaros yang biasa dipercaya menjadi kiper utama statusnya hanya pinjaman dari Liverpool. Sementara itu, kiper cadangan Remko Pasveer sudah berusia 42 tahun dan diperkirakan tidak lama lagi akan pensiun.
Bukan klaim belaka, adanya impian Ajax untuk mendatangkan Paes dikonfirmasi oleh Direktur Sepak Bola klub tersebut, Marijn Beuker.
"Kami sudah memantau Paes selama beberapa musim dan kami senang dia berhasil dibawa ke Ajax. Fokus kami adalah mencari kiper yang berpengalaman serta performanya konsisten, dan Paes melampaui kriteria tersebut," kata Beuker.
"Dia juga sangat semangat dalam latihan, pemain dengan mental berkelas tinggi yang sangat cocok dengan tipe kiper yang kami cari," pungkasnya.


