mahasiswa kkn ipb hadirkan teknologi tepat guna untuk petani desa sukarama - News | Good News From Indonesia 2026

Mahasiswa KKN IPB Hadirkan Teknologi Tepat Guna untuk Petani Desa Sukarama

Mahasiswa KKN IPB Hadirkan Teknologi Tepat Guna untuk Petani Desa Sukarama
images info

Mahasiswa KKN IPB Hadirkan Teknologi Tepat Guna untuk Petani Desa Sukarama


Di tengah tantangan praktik pertanian yang masih banyak dilakukan secara manual, mahasiswa Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) IPB University menghadirkan solusi sederhana namun berdampak melalui program “Tani Cerdas Sukarama.”

Program ini dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026, bertempat di Pelataran Masjid Jami Al Barokah, Desa Sukarama, Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini melibatkan kelompok tani setempat serta Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) sebagai mitra pendamping, dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan kenyamanan kerja petani melalui penerapan teknologi tepat guna..

Selama ini, sebagian besar petani di Desa Sukarama masih mengandalkan metode konvensional dalam aktivitas pertanian, termasuk saat pemupukan. Proses pemupukan manual yang mengharuskan petani menabur pupuk sambil membungkuk dalam waktu lama tidak hanya memakan tenaga dan waktu, tetapi juga kerap menimbulkan keluhan fisik seperti nyeri punggung dan kelelahan.

Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa KKN IPB University memperkenalkan alat pemupuk sederhana sebagai bentuk inovasi teknologi tepat guna yang dirancang sesuai dengan kebutuhan petani desa.

Alat ini dibuat menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan memiliki biaya pembuatan yang relatif terjangkau. Dengan demikian, petani diharapkan dapat membuat dan memodifikasi alat ini secara mandiri tanpa harus bergantung pada peralatan modern yang mahal dan sulit diakses.

Kegiatan “Tani Cerdas Sukarama” dikemas secara edukatif dan partisipatif agar mudah dipahami oleh seluruh peserta. Mahasiswa KKN terlebih dahulu memberikan pemaparan mengenai latar belakang pembuatan alat, konsep kerja, fungsi, serta manfaat alat pemupuk sederhana.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan alat dan simulasi penggunaan langsung di lapangan. Para petani dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, sehingga mereka dapat memahami penggunaan alat secara menyeluruh.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung hangat serta keaktifan petani saat mencoba alat pemupuk sederhana. Inovasi ini dinilai dekat dengan kebutuhan petani karena tidak rumit, mudah diaplikasikan, dan mampu membantu meningkatkan efisiensi kerja di lapangan.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Tim KKN IPB University juga menyerahkan empat unit alat pemupuk sederhana kepada kelompok tani Desa Sukarama. Selain itu, tim KKN turut memberikan video edukasi yang berisi panduan pembuatan dan penggunaan alat pemupuk sederhana, sehingga petani dapat mempelajari dan menyebarluaskan inovasi ini secara berkelanjutan.

Bagi Asep Kamaludin, salah satu anggota Kelompok Tani Desa Sukarama, kehadiran alat ini memberikan dampak langsung terhadap aktivitas bertani. “Sebagai petani, kami merasa sangat terbantu. Sebelumnya pemupukan harus dilakukan secara manual dan sering membuat punggung terasa sakit. Dengan alat ini, pekerjaan jadi lebih mudah dan jauh lebih cepat,” ungkapnya.

Menariknya, alat pemupuk sederhana ini dinilai sangat cocok digunakan pada lahan kering, seperti perkebunan maupun sawah padi gogo, yang banyak ditemui di wilayah Desa Sukarama. Karakteristik lahan tersebut membutuhkan metode pemupukan yang praktis dan fleksibel, sehingga alat ini menjadi solusi yang relevan bagi petani setempat.

Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan bahwa ke depan bentuk dan ukuran alat pemupuk sederhana ini masih dapat disesuaikan, sehingga memungkinkan penggunaannya di berbagai kondisi lahan, termasuk sawah padi. Penyesuaian ini diharapkan dapat memperluas manfaat alat bagi lebih banyak petani.

Melalui Program Tani Cerdas Sukarama, mahasiswa KKN IPB University menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus kompleks. Dari alat sederhana, edukasi, dan kolaborasi dengan petani serta PPL, program ini menjadi bukti bahwa teknologi tepat guna mampu menghadirkan perubahan nyata bagi pertanian desa yang lebih efisien, ramah bagi petani, dan berkelanjutan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KC
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.