Isu bullying dan kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi permasalahan serius di lingkungan pendidikan dasar. Kurangnya pemahaman anak mengenai bentuk-bentuk kekerasan, batasan tubuh, serta hak untuk merasa aman kerap membuat tindakan tersebut terjadi tanpa disadari oleh korban maupun lingkungan sekitarnya.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Institut Pertanian Bogor melaksanakan kegiatan edukasi pencegahan bullying dan kekerasan seksual di Sekolah Dasar yang berada di Desa Sukaratu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN IPB yang berfokus pada penguatan pendidikan karakter dan perlindungan anak.
Mahasiswa KKN menilai bahwa usia sekolah dasar merupakan fase penting dalam pembentukan sikap, perilaku, dan kesadaran sosial anak. Apabila sejak dini siswa dibekali pemahaman yang tepat mengenai bullying dan kekerasan seksual, maka risiko terjadinya kekerasan di lingkungan sekolah dapat diminimalkan.
Bullying di lingkungan sekolah sering kali dianggap sebagai candaan biasa, padahal dampaknya dapat memengaruhi kesehatan mental, kepercayaan diri, serta prestasi belajar anak. Sementara itu, kekerasan seksual terhadap anak merupakan bentuk pelanggaran serius yang dapat meninggalkan trauma jangka panjang.
Minimnya literasi anak mengenai batasan tubuh dan keberanian untuk melapor menjadi salah satu faktor utama mengapa kasus-kasus tersebut kerap tidak terungkap. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN IPB memberikan edukasi secara langsung kepada siswa Sekolah Dasar dengan pendekatan yang komunikatif dan ramah anak. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami, disertai contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Mahasiswa menjelaskan pengertian bullying, jenis-jenis bullying yang sering terjadi di sekolah, serta contoh perilaku yang termasuk dalam kekerasan seksual. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak negatif yang dapat ditimbulkan akibat bullying dan kekerasan seksual, baik bagi korban maupun lingkungan sekolah secara keseluruhan.
Mahasiswa KKN IPB menekankan pentingnya sikap saling menghormati, empati terhadap sesama teman, serta keberanian untuk mengatakan “tidak” terhadap perlakuan yang tidak pantas. Agar materi lebih mudah diterima, mahasiswa KKN IPB menggunakan metode interaktif dengan games dan bernyanyi.
Dalam sesi games, siswa diajak untuk mengenali situasi yang aman dan tidak aman, serta menentukan langkah yang harus dilakukan apabila menghadapi kondisi tersebut. Pendekatan ini membuat siswa lebih aktif dan berani mengemukakan pendapat maupun pengalaman mereka.
Kegiatan edukasi ini mendapatkan respons positif dari pihak sekolah dan para guru. Mereka menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan, mengingat keterbatasan waktu pembelajaran formal untuk membahas isu bullying dan kekerasan seksual secara mendalam.
Guru berharap, melalui sosialisasi ini, siswa dapat lebih terbuka dan berani melapor apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang mengarah pada kekerasan. Mahasiswa KKN IPB juga mendorong peran guru dan orang tua sebagai pihak yang memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
Anak-anak diingatkan bahwa mereka tidak sendirian dan selalu memiliki tempat untuk bercerita kepada orang dewasa yang dipercaya. Melalui program KKN ini, mahasiswa IPB berupaya memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di Desa Sukaratu.
Kegiatan edukasi ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman sesaat, tetapi juga membentuk kesadaran jangka panjang bagi siswa untuk saling menjaga, menghargai, dan melindungi satu sama lain.
Kegiatan KKN IPB ini sejalan dengan upaya pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif. Dengan adanya edukasi pencegahan bullying dan kekerasan seksual sejak dini, diharapkan Desa Sukaratu dapat menjadi contoh desa yang peduli terhadap perlindungan anak dan kesejahteraan generasi muda.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


