Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kini menjadi ujung tombak pergerakan ekonomi di tingkat desa. Tidak hanya sekadar menjalankan unit usaha simpan pinjam, banyak BUMDes yang kini mulai berani merambah ke sektor riil yang lebih produktif, salah satunya peternakan. Semangat inilah yang sedang dibangun oleh BUMDes Desa Cibarengkok, Kabupaten Cianjur.
Melihat potensi pasar telur yang selalu stabil dan tinggi permintaannya, BUMDes Cibarengkok berencana membangun unit usaha peternakan ayam petelur (layer). Namun, menyadari bahwa bisnis makhluk hidup memiliki risiko yang cukup tinggi, BUMDes tidak ingin gegabah.
Sebagai langkah persiapan yang matang, BUMDes menggandeng mahasiswa KKN IPB University untuk memberikan pembekalan teknis.
Tepat pada Kamis, 8 Januari 2026, bertempat di Ruang Meeting Kantor Desa Cibarengkok, digelar sosialisasi intensif mengenai manajemen pemeliharaan ayam petelur.
Bukan Sekadar Memberi Pakan
Kawan GNFI mungkin berpikir bahwa memelihara ayam hanya sebatas memberi makan dan minum, lalu menunggu telur keluar. Padahal, dalam skala bisnis komersial, manajemen ayam petelur membutuhkan ketelitian tingkat tinggi selayaknya mengelola sebuah pabrik.
Dalam sosialisasi tersebut, tim KKN IPB University menekankan bahwa produktivitas telur sangat bergantung pada kenyamanan ayam. Materi dibuka dengan pengenalan berbagai jenis strain ayam petelur unggulan. Pemilihan bibit (pullet) yang tepat dan adaptif terhadap iklim Cianjur menjadi langkah awal yang krusial agar investasi desa tidak sia-sia.
Salah satu poin menarik yang dibahas adalah manajemen lingkungan kandang. Kawan, tahukah bahwa ayam petelur sangat sensitif terhadap heat stress? Suhu dan kelembapan kandang harus diatur sedemikian rupa agar ayam tidak stres.
Jika ayam merasa kepanasan atau kedinginan, energi pakan yang seharusnya digunakan untuk memproduksi telur akan habis digunakan untuk mengatur suhu tubuh mereka sendiri. Akibatnya, produksi telur bisa anjlok drastis.

"Ayam petelur sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Oleh karena itu, pengaturan suhu dan kelembapan menjadi kunci, termasuk program pencahayaan yang tepat untuk menstimulasi produksi telur secara optimal," ujar perwakilan tim KKN IPB University dalam sesi tersebut.
Selain teknis perkandangan, materi juga mencakup manajemen pemeliharaan harian yang sistematis, mulai dari fase grower hingga layer, serta teknik panen telur yang higienis untuk menjaga kualitas jual di pasaran.
Teknik Pencahayaan dan Kunci Produktivitas
Selain suhu, ilmu "mahal" yang dibagikan oleh mahasiswa IPB University kepada pengurus BUMDes adalah tentang manajemen pencahayaan. Mungkin terdengar sepele bagi orang awam, namun bagi ayam petelur, cahaya adalah sinyal biologis.
Durasi dan intensitas cahaya yang tepat dapat menstimulasi kelenjar hipofisa pada ayam untuk memproduksi hormon yang memicu pembentukan telur.
Tim KKN IPB University memaparkan bagaimana program pencahayaan harus diatur secara bertahap seiring bertambahnya umur ayam. Detail teknis seperti ini sangat diapresiasi oleh pihak BUMDes, karena menjadi bekal pengetahuan baru yang jarang didapatkan peternak tradisional.

Menuju Peternakan yang Sehat dan Ramah Lingkungan
Aspek lain yang menjadi sorotan utama dalam diskusi di ruang rapat desa tersebut adalah kesehatan ternak dan lingkungan. Membangun peternakan di area desa tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait bau dan limbah.
Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, materi sosialisasi juga mencakup manajemen limbah yang modern. Kotoran ayam tidak boleh dibiarkan menumpuk dan mencemari udara desa.
Kawan GNFI tentu setuju bahwa bisnis yang baik adalah bisnis yang tidak merugikan tetangga, bukan? Oleh karena itu, mahasiswa IPB University mengenalkan konsep pengolahan limbah menjadi pupuk organik. Ini membuka peluang circular economy di mana limbah peternakan bisa menyuburkan lahan pertanian warga.
Selain itu, penerapan biosecurity yang ketat juga diajarkan untuk mencegah masuknya penyakit. Mulai dari sanitasi kandang, vaksinasi rutin, hingga pembatasan akses orang asing ke area kandang. Hal ini penting untuk menjaga aset desa agar tetap aman dan produktif dalam jangka panjang.
Kolaborasi untuk Desa Berdaya
Kegiatan yang berlangsung hangat ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi antara kampus dan desa. Bagi BUMDes Cibarengkok, kehadiran mahasiswa KKN IPB University memberikan validasi ilmiah dan panduan profesional sebelum mereka menggelontorkan dana desa untuk pembangunan kandang.
Langkah BUMDes Cibarengkok yang memprioritaskan "ilmu dulu, baru amal" patut diacungi jempol. Ini menjadi contoh baik bagi desa-desa lain di Indonesia, bahwa pengembangan unit usaha desa harus didasari oleh perencanaan dan pengetahuan yang matang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


