sukacomposting solusi ramah lingkungan pengelolaan sampah organik oleh tim kkn t ipb university di desa sukajaya cianjur - News | Good News From Indonesia 2026

Sukacomposting, Solusi Ramah Lingkungan Pengelolaan Sampah Organik oleh Tim KKN-T IPB University di Desa Sukajaya, Cianjur

Sukacomposting, Solusi Ramah Lingkungan Pengelolaan Sampah Organik oleh Tim KKN-T IPB University di Desa Sukajaya, Cianjur
images info

Sukacomposting, Solusi Ramah Lingkungan Pengelolaan Sampah Organik oleh Tim KKN-T IPB University di Desa Sukajaya, Cianjur


Kampung Rawasalak, Desa Sukajaya, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan lingkungan bertajuk Sukacomposting yang diinisiasi oleh Tim KKN-T IPB University.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (18/01/2026), dan berfokus pada sosialisasi pembuatan dan penggunaan bak komposting organik menggunakan drum plastik sebagai upaya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di tingkat desa.

Kegiatan Sukacomposting ini dihadiri oleh warga Kampung Rawasalak yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Kehadiran Ketua RT setempat turut memperkuat dukungan masyarakat terhadap program yang dibawa oleh mahasiswa KKN-T IPB. Kegiatan dilaksanakan setelah acara kerja bakti mingguan warga setempat sehingga dapat dilaksanakan demo menggunakan sampah hasil kegiatan tersebut.

Melihat Potensi Kampung Rawasalak dalam Pengelolaan Sampah Organik

Pemilihan Kampung Rawasalak sebagai tempat pelaksanaan kegiatan didasarkan pada kebiasaan sosial masyarakat setempat yang rutin melaksanakan kerja bakti setiap hari Minggu. Kegiatan kerja bakti tersebut menghasilkan cukup banyak sampah, khususnya sampah organik seperti sisa dedaunan dan limbah rumah tangga.

Namun, belum tersedianya sistem pengelolaan sampah yang memadai membuat penanganan sampah di wilayah ini masih dilakukan secara konvensional. Oleh karena itu, Kampung Rawasalak dinilai sebagai lokasi yang tepat untuk menjadi pusat sosialisasi dan penerapan awal program pengelolaan sampah organik.

Edukasi Komposting sebagai Alternatif Pengelolaan Sampah

Setelah pembukaan kegiatan, mahasiswa KKN-T IPB University melalui rangkaian utama dengan memperkenalkan konsep Sukacomposting. Program ini merupakan inovasi pengelolaan sampah organik dengan memanfaatkan drum plastik sebagai bak kompos.

Mahasiswa menjelaskan apa saja yang diperlukan dalam pembuatan bak komposting dan alternatif lainnya selain penggunaan drum, jenis sampah organik yang dapat dimasukkan, serta cara perawatan agar proses penguraian berjalan optimal.

Sampah organik seperti sisa makanan, daun kering, dan limbah dapur dimasukkan ke dalam bak untuk kemudian terurai secara alami menjadi kompos dalam waktu sekitar 3-4 minggu.

Selain praktik pembuatan bak kompos, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai manfaat komposting bagi lingkungan. Kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan kembali oleh warga sebagai pupuk organik untuk persawahan maupun kebun, sehingga menciptakan siklus pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Pendekatan ini dinilai mudah diterapkan karena menggunakan bahan yang sederhana, murah, dan dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Penyerahan Sukacomposting dan Apresiasi Warga

Akhir kegiatan ditandai dengan penyerahan bak kompos yang telah dibuat oleh mahasiswa KKN-T IPB University pada warga Kampung Rawasalak. Penyerahan secara simbolis diberikan kepada Ketua RT setempat sebagai perwakilan masyarakat oleh koordinator tim KKN-T. Hal ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan mengelola lingkungan kampung secara berkelanjutan.

Akhir kegiatan ditandai dengan penyerahan bak kompos yang telah dibuat oleh mahasiswa KKN-T IPB University pada warga Kampung Rawasalak. Penyerahan secara simbolis diberikan kepada Ketua RT setempat sebagai perwakilan masyarakat oleh koordinator tim KKN-T. Hal ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan mengelola lingkungan kampung secara berkelanjutan.

"Alhamdulillah. Kami senang sekali. Semoga bak komposting ini bermanfaat ke depannya terutama untuk pengelolaan sampah," ujar Ibu Ai Nurhaeni.

Menjawab Tantangan Pengelolaan Sampah di Desa Sukajaya

Kegiatan Sukacomposting dilatarbelakangi oleh rumusan permasalahan utama desa, yakni kebingungan warga dalam menentukan lokasi pembuangan sampah. Ketiadaan tempat pembuangan akhir serta minimnya pengetahuan tentang pengelolaan sampah menyebabkan sampah organik sering kali dihilangkan dengan cara dibakar.

Praktik pembakaran sampah tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran udara, mengganggu kesehatan, serta berdampak negatif bagi lingkungan sekitar.

Melalui Sukacomposting, mahasiswa KKN-T IPB University berupaya menawarkan solusi alternatif yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Program ini diharapkan mampu mengubah kebiasaan lama masyarakat dalam menangani sampah organiik sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah berasis lingkungan.
Dengan keterlibatan aktif warga dan dukungan perangkat setempat, Sukacomposting menjadi langkah awal menuju Desa Sukajaya yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KC
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.