tak sekadar lulus program skill up kkn t ipb siapkan masa depan siswa smk wijaya plus - News | Good News From Indonesia 2026

Tak Sekadar Lulus, Program Skill Up KKN-T IPB Siapkan Masa Depan Siswa SMK Wijaya Plus

Tak Sekadar Lulus, Program Skill Up KKN-T IPB Siapkan Masa Depan Siswa SMK Wijaya Plus
images info

Tak Sekadar Lulus, Program Skill Up KKN-T IPB Siapkan Masa Depan Siswa SMK Wijaya Plus


Persiapan pascasekolah menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh anak muda dalam menentukan arah pendidikan dan karier. Kurangnya pemahaman mengenai dunia perkuliahan dan dunia kerja menyebabkan banyak siswa belum siap menghadapi proses seleksi maupun tuntutan yang akan dihadapi setelah lulus sekolah.

Perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis, persaingan yang kian ketat, serta beragam pilihan pendidikan lanjutan menuntut siswa untuk memiliki pemahaman yang lebih matang terkait langkah yang akan diambil setelah lulus sekolah.

Siswa kelas 12 SMK Wijaya Plus masih menghadapi keterbatasan informasi dan pembekalan terkait persiapan pasca sekolah, terutama mengenai sistem perkuliahan, proses rekrutmen tenaga kerja, serta penyusunan curriculum vitae (CV) dan profil profesional digital.

Kondisi tersebut berdampak pada kesiapan siswa dalam menghadapi seleksi kerja dan perencanaan pendidikan lanjutan, sehingga diperlukan pendampingan yang lebih terarah, khususnya terkait wawancara kerja dan citra profesional di era digital.

Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa KKN-T Inovasi IPB menginisiasi program kerja “Skill Up: Mengasah Diri, Mengasah Masa Depan.” Program ini dirancang sebagai upaya strategis untuk membekali siswa kelas 12 SMK Wijaya Plus dalam menghadapi tantangan dunia pasca sekolah yang semakin kompetitif, melalui pemberian wawasan mengenai pilihan pendidikan lanjutan, dunia kerja, serta peluang pengembangan diri di masa depan.

Berdasarkan hasil survei lapangan, sebagian besar siswa kelas 12 SMK Wijaya Plus cenderung memilih untuk langsung bekerja dibandingkan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Menanggapi kondisi tersebut, tim KKN berupaya meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya peningkatan kompetensi dan kesiapan karier, baik melalui pendidikan formal maupun penguatan keterampilan pendukung, tanpa mengesampingkan pilihan siswa yang ingin langsung memasuki dunia kerja.

Program Skill Up berfokus pada penguatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, mencakup keterampilan teknis dan nonteknis. Program Skill Up diharapkan mampu menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih siap, percaya diri, dan berdaya saing.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga menanamkan motivasi dan pola pikir progresif agar peserta mampu merencanakan masa depan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Memasuki hari pertama pelaksanaan (20/1/2026), kegiatan program Skill Up di SMK Wijaya Plus diisi dengan sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif terkait persiapan pascasekolah. Materi diawali dengan penjelasan mengenai pentingnya pendidikan tinggi sebagai salah satu investasi pengembangan kapasitas diri, sekaligus pengenalan strategi pemetaan keahlian yang dibutuhkan di dunia kerja masa depan. 

Sesi berikutnya, siswa semakin bersemangat saat penyampaian materi digital branding yang berfokus pada penyusunan CV yang sesuai standar ATS. Siswa diperkenalkan pada prinsip dasar penyusunan CV yang relevan, jelas, dan terstruktur agar mampu lolos pada tahap awal proses rekrutmen.

Tidak sekadar memberikan teori, pemateri juga menekankan pentingnya menyisipkan "nilai jual" melalui formula XYZ dan sertifikasi kompetensi. Hal ini bertujuan agar para lulusan SMK Perkantoran di wilayah Tajur Halang tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi kandidat yang paling dicari oleh industri karena keahlian spesifik yang mereka miliki.

Transformasi digital dalam kegiatan ini diwujudkan melalui sesi pengenalan dan pembuatan akun LinkedIn secara langsung. Dalam sesi ini, pemateri menekankan bahwa jika CV adalah "brosur" statis, LinkedIn merupakan "kantor virtual" yang bekerja 24 jam untuk membangun kredibilitas siswa. 

Peserta diajak memahami keunggulan aksesibilitas LinkedIn yang memungkinkan para rekruter menemukan profil mereka secara pasif tanpa harus mengirimkan lamaran terlebih dahulu. Selain itu, ditekankan pula fungsi LinkedIn sebagai solusi atas keterbatasan ruang pada CV konvensional, siswa dapat memaparkan detail pencapaian, mengunggah bukti fisik sertifikat, hingga mengumpulkan validasi keahlian melalui fitur endorsement.

Antusiasme peserta terlihat saat memasuki tahap praktik pembuatan profil LinkedIn di tempat. Para siswa dipandu untuk menerapkan strategi personal branding yang efektif, mulai dari penggunaan headline yang spesifik sebagai aspiring administrative professional, hingga optimalisasi kata kunci teknis perkantoran agar profil mereka mudah ditemukan oleh algoritma mesin pencari rekruter. 

Dengan penggunaan formula XYZ yang mendalam untuk menceritakan pengalaman sekolah maupun magang, workshop ini berhasil membuka gerbang jaringan profesional bagi para siswa SMK Perkantoran tersebut untuk terhubung langsung dengan para manajer HRD hingga direktur perusahaan besar tanpa terhalang sekat perantara.

Sebagai penutup, peserta dibekali materi persiapan wawancara yang menekankan pentingnya riset perusahaan dan teknik komunikasi, sebagai bekal mental sekaligus instruksi persiapan untuk menghadapi praktik simulasi di hari berikutnya.

Hari kedua (22/1/2026) program kerja Skill Up diisi dengan kegiatan simulasi wawancara bagi siswa SMA. Kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan gambaran nyata proses wawancara kerja, sekaligus melatih cara menjawab pertanyaan yang sering muncul saat melamar pekerjaan. Melalui simulasi ini, siswa-siswi diajak untuk lebih siap dalam menghadapi dunia kerja di masa depan.

Pada kegiatan ini, mahasiswa KKN menyiapkan lembar penilaian sederhana sebagai alat evaluasi. Penilaian menggunakan skala 1 hingga 4, dengan kategori nilai kurang, cukup, baik, dan sangat baik. Setiap kategori memiliki kriteria jawaban yang telah disesuaikan, sehingga penilaian dapat dilakukan secara adil dan mudah dipahami oleh siswa-siswi.

Simulasi wawancara dilakukan secara bergantian kepada setiap siswa-siswi. Siswa-siswi diminta menjawab beberapa pertanyaan yang umum ditemui dalam wawancara, kemudian jawaban tersebut dinilai oleh mahasiswa KKN IPB.

Melalui kegiatan ini, siswa-siswi tidak hanya mendapatkan pengalaman praktik wawancara, tetapi juga memahami kemampuan diri serta mengetahui bagian-bagian yang masih perlu ditingkatkan.

Melalui kegiatan ini, siswa kelas 12 SMK Wijaya Plus mendapatkan bekal awal yang relevan untuk menghadapi dunia kuliah maupun kerja, sekaligus meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri dalam menyongsong kehidupan pasca sekolah.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KB
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.