asinan rumbia kuliner khas aceh yang memanfaatkan hasil alam dan mulai jarang dijumpai - News | Good News From Indonesia 2026

Asinan Rumbia, Kuliner Khas Aceh yang Memanfaatkan Hasil Alam dan Mulai Jarang Dijumpai

Asinan Rumbia, Kuliner Khas Aceh yang Memanfaatkan Hasil Alam dan Mulai Jarang Dijumpai
images info

Asinan Rumbia, Kuliner Khas Aceh yang Memanfaatkan Hasil Alam dan Mulai Jarang Dijumpai


Asinan rumbia, salah satu kuliner khas yang berasal dari daerah Aceh. Kuliner ini muncul dengan memanfaatkan kekayaan alam yang ada di daerah tersebut.

Seperti namanya, asinan rumbia menggunakan buah rumbia sebagai bahan dasarnya. Buah yang satu ini belum tentu bisa Kawan jumpai di setiap daerah yang ada di Indonesia.

Hal ini membuat asinan rumbia menjadi salah satu kuliner yang unik dan patut dicoba ketika berkunjung ke daerah Aceh. Namun seiring berjalannya waktu, keberadaan kuliner khas tersebut sudah mulai jarang dijumpai.

Keberadaan buah rumbia yang tidak sebanyak dulunya menjadi salah satu sebab mengapa keberadaan kuliner tersebut mulai berkurang. Apalagi keterbatasan jumlah ini membuat harga buah rumbia menjadi tinggi jika dibandingkan dengan buah-buah lainnya,

Bagaimana pembahasan lebih lanjut seputar kuliner khas yang berasal dari daerah Aceh tersebut? Simak ulasan lengkap tentang asinan rumbia dalam artikel berikut ini.

Sekilas tentang Buah Rumbia

Sebelum memahami informasi terkait kuliner khas ini, Kawan tentu perlu tahu apa itu buah rumbia yang menjadi bahan utama pembuatannya. Rumbia atau Metroxylon sagu merupakan buah yang tumbuh dari pohon sagu.

Di beberapa tempat, buah rumbia ini sering dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan tepung sagu. Namun ada juga masyarakat yang memakan buah rumbia secara langsung.

Rumbia menjadi salah satu tumbuhan yang juga banyak tumbuh di daerah Aceh, khususnya di Aceh Barat. Selain itu, tumbuhan ini diketahui juga banyak tumbuh di daerah Aceh Besar dan Aceh Jaya.

Namun keberadaan rumbia ini sudah tidak sebanyak dulunya. Dikutip dari laman Mongabay, peristiwa tsunami yang terjadi pada 2004 lalu menjadi salah satu penyebab mengapa hal ini bisa terjadi.

Akibat bencana ini, banyak daerah tempat tumbuhnya pohon rumbia terendam air asin dan membuat tumbuhan tersebut mati. Keterbatasan jumlah rumbia yang ada di sana juga membuat harga dari buah ini menjadi meroket dan mahal.

Kaya Akan Manfaat

Dinukil dari laman RRI, rumbia diketahui menjadi salah satu buah yang kaya akan manfaat. Buah ini memiliki berbagai kandungan nutrisi yang ada di dalamnya, seperti karbohidrat, zat besi, serat, kalsium, dan lainnya.

Kandungan karbohidrat yang ada di dalam buah rumbia membuatnya menjadi salah satu sumber energi yang baik bagi tubuh. Selain itu, buah rumbia diketahui juga bisa memberikan manfaat lain bagi tubuh, seperti menjaga kepadatan tulang, melancarkan sirkulasi darah, hingga meningkatkan imun tubuh.

Di Aceh, buah rumbia sering digunakan sebagai obat tradisional ketika seseorang terkena penyakit diare. Buah rumbia akan dimakan langsung dan dipercaya bisa menyembuhkan penyakit tersebut.

Asinan Rumbia, Kuliner Khas Aceh

Rumbia juga menjadi salah satu bahan dasar untuk pembuatan salah satu kuliner khas Aceh, yakni asinan rumbia. Rasa pahit dari rumbia menjadi salah satu alasan mengapa buah ini sering dijadikan asinan oleh masyarakat Aceh.

Proses pembuatan asinan rumbia juga cukup sederhana. Disitat dari buku Rahmad Nuthihar yang berjudul Aneka Kuliner Aceh, buah rumbia akan direndam dengan air laut terlebih dahulu.

Selain itu, ada juga masyarakat yang merebus rumbia dengan menggunakan air garam. Nantinya asinan rumbia akan didiamkan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

Nantinya asinan rumbia bisa dimakan langsung begitu saja. Cita rasa pahit dan asin akan bercampur ketika Kawan mencicipi kuliner yang satu ini.

Terkadang asinan rumbia juga dibuat menjadi es batangan. Kreasi ini bisa memberikan sensasi lain yang dapat dirasakan ketika mengonsumsi kuliner khas Aceh tersebut.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.