es gabus jajanan jadul yang viral karena memiliki bentuk seperti spons - News | Good News From Indonesia 2026

Es Gabus, Jajanan Jadul yang Viral karena Memiliki Bentuk seperti Spons

Es Gabus, Jajanan Jadul yang Viral karena Memiliki Bentuk seperti Spons
images info

Es Gabus, Jajanan Jadul yang Viral karena Memiliki Bentuk seperti Spons


Es gabus, salah satu jajanan jadul yang tengah ramai diperbincangkan di jagat maya Indonesia beberapa waktu belakangan. Bukan karena rasanya, jajanan jadul ini kembali diperbincangkan karena ada sebuah kasus viral yang terjadi di Kemayoran, Jakarta beberapa hari yang lalu.

Sabtu, 24 Januari 2026, salah seorang pedagang es gabus di daerah Kemayoran diketahui mendapatkan tindakan kekerasan dari aparat keamanan. Hal ini berdasarkan pada kecurigaan pada bahan es gabus milik penjual yang bernama Sudrajat tersebut.

Es gabus yang dijual oleh Sudrajat ini dicurigai terbuat dari bahan yang berbahaya untuk kesehatan, yakni spons kasur. Sayangnya tanpa konfirmasi dan pembuktian lebih lanjut, Sudrajat justru mendapatkan tindakan kekerasan dari aparat akibat dugaan tersebut.

Sebenarnya, es gabus bukanlah jajanan yang baru saja muncul di tengah masyarakat pada saat ini saja. Jajanan jadul ini sudah mulai dijual sejak lama.

Apakah benar es gabus tersebut memang terbuat dari spons kasur seperti namanya? Simak ulasannya dalam artikel berikut ini.

Kronologi Kasus Kekerasan terhadap Pedagang Es Gabus Sudrajat

Disitat dari laman ANTARA, peristiwa yang menimpa Sudrajat ini terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026 lalu. Pada awalnya, ada salah seorang aparat yang membeli es gabus Sudrajat dan berkata jika jajanan tersebut beracun.

Setelah itu, Sudrajat dibawa ke pos untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Pada momen inilah Sudrajat mendapatkan tindakan kekerasan dari aparat atas tuduhan tersebut.

Tindakan ini meninggalkan trauma yang mendalam bagi Sudrajat. Pedagang es gabus yang sudah berjualan selama puluhan tahun tersebut diketahui masih belum berani untuk beraktivitas di tempat kejadian tersebut.

Hasil pemeriksaan Tim Keamanan Pangan Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Metro Jaya menunjukkan jika sampel es gabus yang diperiksa layak untuk dikonsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya. Pihak Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Polres Metro Jakarta Pusat menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang dilakukan oleh anggota aparat tersebut.

Benarkah Es Gabus Terbuat dari Bahan Spons Kasur?

Meskipun bernama es gabus, jajanan jadul ini sebenarnya tidak benar-benar menggunakan gabus atau spons kasur sebagai bahan dasarnya. Penamaan jajanan jadul ini hanya berdasarkan bentuknya yang mirip dengan gabus atau spons kasur.

Dalam pembuatannya, es gabus dibentuk dengan bentuk seperti balok. Es ini memiliki tekstur yang padat, tapi empuk ketika digigit.

Hal inilah yang membuat jajanan jadul ini dinamakan es gabus. Apalagi penggunaan warna yang beragam pada jajanan tersebut makin membuatnya mirip seperti gabus atau spons kasur.

Seperti yang dijelaskan pada bagian sebelumnya, keberadaan es gabus sudah ada sejak lama di tengah masyarakat. Bahkan Sudrajat saja, seperti yang dikutip dari laman ANTARA, sudah berjualan es gabus selama 30 tahun lamanya.

Biasanya es gabus bisa ditemukan di sekolah, pasar tradisional, atau di beberapa lingkungan masyarakat. Selain itu, Kawan juga bisa mencoba untuk membuat jajanan jadul ini di rumah masing-masing.

Untuk pembuatannya sendiri, es gabus sebenarnya tidak menggunakan bahan-bahan yang berbeda seperti es pada umumnya. Dikutip dari laman Frisian Flag, beberapa bahan yang digunakan untuk membuat es gabus adalah santan instan, tepung hunkwee, gula, susu kental manis, garam, air, dan pewarna makanan.

Proses pembuatannya pun cukup mudah. Semua bahan tersebut nantinya akan diaduk rata.

Setelah itu, adonan bisa dituang di loyang dan disimpan di dalam freezer. Nantinya es gabus bisa dipotong sesuai selera masing-masing sebelum disajikan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.