Tahukah Kawan, ada beberapa jajanan tradisional di Indonesia yang memiliki nama unik dan menarik. Salah satu jajanan tradisional khas yang memiliki nama unik adalah kue jendral mabok.
Kue tradisional ini merupakan salah satu jajanan khas yang berasal dari Kutai, Kalimantan Timur. Kue jendral mabok bisa Kawan jumpai di beberapa daerah yang ada di provinsi tersebut, seperti Tenggarong, Samarinda, Balikpapan, dan lainnya.
Meskipun bernama kue jendral mabok, jajanan tradisional ini sebenarnya tidak memabukkan ketika dikonsumsi. Apalagi kue ini tidak menggunakan alkohol atau bahan memabukkan lainnya dalam proses pembuatan.
Nama ini sebenarnya menggambarkan cita rasa yang dimiliki oleh kue jendral mabok. Lantas bagaimana pembahasan lebih lanjut seputar jajanan tradisional khas dari Kalimantan Timur tersebut?
Asal Usul Nama Kue Jendral Mabok
Kue jendral mabok adalah salah satu jajanan tradisional yang bisa Kawan nikmati ketika berkunjung ke daerah Kalimantan Timur. Kue yang memiliki warna dominan hijau ini memiliki cita rasa yang manis.
Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, nama kuliner ini sebenarnya tidak menggambarkan cita rasanya. Ketika mengonsumsi kue jendral mabok, bukan berarti Kawan akan menjadi mabuk begitu saja.
Penamaan nama jajanan tradisional ini dipercaya berasal dari sebuah kejadian yang ada di masa lalu. Dikutip dari artikel Rizqy Prasetyani Putri, dkk., "Dekonstruksi Kue Khas Kalimantan Menjadi Western Dessert" dalam Journey: Jurnal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management, pada zaman dahulu ada seorang prajurit dari kerajaan yang mengonsumsi jajanan tradisional ini.
Cita rasa dari jajanan tradisional ini ternyata membuat prajurit tersebut terus memakannya tanpa henti. Hal ini membuat prajurit tersebut seakan "mabuk" memakan kue tradisional tersebut, sehingga pada akhirnya diberi nama kue jendral mabok.
Jajanan Tradisional Khas Kutai Kalimantan Timur
Kue jendral mabok bisa Kawan jumpai di penjual jajanan tradisional yang ada di daerah Kalimantan Timur. Selain itu, jajanan ini juga sering dijumpai pada momen-momen tertentu.
Misalnya, kue jendral mabok menjadi salah satu jajanan yang banyak dijual saat bulan Ramadan tiba. Kue tradisional ini sering kali dikonsumsi masyarakat sebagai menu takjil saat waktu berbuka tiba.
Selain itu, kue jendral mabok juga disajikan dalam beberapa acara di tengah masyarakat, seperti upacara adat, pernikahan, dan lainnya.
Cara Membuat Kue Jendral Mabok
Pada dasarnya, bahan untuk membuat kue jendral mabok sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bolu pada umumnya. Oleh sebab itu, Kawan juga bisa mencoba untuk membuat jajanan tradisional khas Kutai, Kalimantan Timur ini di rumah masing-masing.
Dinukil dari laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, adapun bahan-bahan yang perlu dipersiapkan serta cara membuat kue jendral mabok adalah.
Bahan
- Daun pandan (8 lembar)
- Daun suji (7 lembar)
- Santan kental (300 cc)
- Gula pasir (200 gr)
- Putih telur (350 gr)
- Garam (1/2 sdt)
- Mentega (60 gr)
- Tepung terigu (150 gr)
- Keju parut secukupnya
Cara Membuat
- Tumbuk halus atau parut daun pandan dan daun suji. Setelah itu campurkan dengan santan lalu peras dan saring.
- Di wadah terpisah kocok putih telur dengan gula.
- Campurkan santan hijau dengan garam, mentega cair, dan tepung. Aduk hingga merata.
- Tambahkan kocokan putih telur dengan gula dalam adonan. Aduk kembali hingga rata.
- Siapkan loyang untuk wadah kue jendral mabok. Tuang adonan ke dalam loyang.
- Tambahkan keju parut di atas adonan sesuai dengan selera.
- Kukus atau panggang adonan selama lebih kurang 40 menit.
- Setelah matang, potong kue jendral mabok ke beberapa bagian.
- Kue jendral mabok sudah bisa disajikan dan dinikmati bersama.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


