Kabar tibanya 3 jet tempur Rafale di Indonesia akhirnya berlabuh pada kepastian. Batch pertama pesawat tempur Rafale tiba di Indonesia pada 23/01/26 kemarin, menandai tonggak sejarah baru dalam upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).
Tiga unit jet tempur Dassault Rafale tersebut mendarat dengan mulus di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau sejak 23/01/2026.
Kedatangan armada canggih ini merupakan realisasi dari kontrak pengadaan total 42 unit pesawat Rafale yang telah ditandatangani oleh pemerintah Indonesia.
Kepala Biro Humas Setjen Kemhan RI mengonfirmasi bahwa unit yang tiba saat ini adalah bagian dari pengiriman tahap awal. Pesawat-pesawat ini diterbangkan langsung dari fasilitas Dassault Aviation di Prancis dengan menempuh perjalanan ribuan mil.
Fokus utama setelah kedatangan ini adalah proses integrasi sistem dan pelatihan lanjutan bagi para penerbang tempur TNI AU yang sebelumnya telah menyelesaikan masa pendidikan di Prancis.
Bagi Anda yang bertanya-tanya mengenai sisa pesanan lainnya, pengiriman ini akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2029. Sementera ini, pada periode Februari hingga Maret 2026 Indonesia akan menerima kedatangan jet tempur Rafale batch pertama.
Kepala Staff Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Tony Harjono memastikan bahwa batch pertama pesawat Rafale tiba di Indonesia ini ditempatkan di Pekanbaru. Dengan ditempatkannya Rafale di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, TNI AU memiliki "payung" pelindung yang lebih tangguh untuk memantau jalur-jalur strategis internasional di wilayah Barat Indonesia.
Investasi besar senilai miliaran dolar ini diharapkan menjadi katalis bagi kemandirian pertahanan nasional. Kehadiran Dassault Rafale bukan hanya soal menambah jumlah pesawat, tetapi tentang meningkatkan sistem modernisasi sistem alutsista Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


