pasca pendaratan membedah status operasional 3 jet rafale pertama di indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Pasca-Pendaratan, Membedah Status Operasional 3 Jet Rafale Pertama di Indonesia

Pasca-Pendaratan, Membedah Status Operasional 3 Jet Rafale Pertama di Indonesia
images info

Pasca-Pendaratan, Membedah Status Operasional 3 Jet Rafale Pertama di Indonesia


Pasca-pendaratan tiga unit jet tempur Rafale di Lanud Roesmin Nurjadini, muncul pertanyaan utama di kalangan publik dan pemerhati militer: Apakah pesawat-pesawat canggih ini sudah siap tempur hari ini?

Meski telah menyentuh landasan pacu Indonesia, status operasional pesawat dengan nomor ekor T-0301 hingga T-0303 ini masih harus melalui beberapa fase krusial sebelum dinyatakan siap menjalankan misi kedaulatan udara secara penuh.

baca juga

1. Tahap Administrasi dan "Custom Clearance"

Secara hukum internasional dan kepabeanan, ketiga pesawat ini masih dalam status transisi kepemilikan. Tim dari Kementerian Pertahanan RI dan pihak Dassault Aviation sedang melakukan proses Custom Clearance dan pemeriksaan dokumen impor alutsista.

Status hukum pesawat baru akan sepenuhnya beralih dari manufaktur ke Pemerintah Indonesia setelah penandatanganan Berita Acara Penyerahan (BAP) yang dijadwalkan berlangsung dalam 48 jam ke depan.

2. Proses Acceptance Test (Uji Terima)

Secara teknis, pesawat tidak langsung diterjunkan untuk patroli. Tim teknisi gabungan dari TNI AU dan teknisi pendamping dari Prancis saat ini tengah melakukan:

  • Inspeksi Visual Pasca-Ferry Flight: Memastikan tidak ada kerusakan struktur akibat penerbangan jarak jauh dari Prancis.

  • Verifikasi Avionik: Memastikan perangkat lunak (software) radar RBE2 dan sistem pertahanan diri Spectra berfungsi optimal di koordinat geografis Indonesia.

  • Integrasi Data Link: Sinkronisasi sistem komunikasi Rafale dengan sistem komando dan kendali (C2) TNI AU agar bisa "berbicara" dengan radar darat dan pesawat lain.

3. Kesiapan Awak dan Kru Darat

Meski pilot-pilot TNI AU telah menyelesaikan pelatihan di Prancis, status operasional tetap bergantung pada sertifikasi kelaikan udara militer yang dikeluarkan oleh IMAA (Indonesian Military Airworthiness Authority).

"Pesawat saat ini dalam status Ground-Hold untuk pengecekan teknis akhir. Para pilot kami sudah siap, namun kita harus mengikuti protokol keselamatan terbang yang ketat. Kami memproyeksikan pesawat ini akan mulai melakukan familiarization flight (penerbangan pengenalan medan) di wilayah udara Sumatera dalam satu minggu ke depan," ujar sumber internal di Lanud Roesmin Nurjadin.

Jadi, Kapan Mulai Beroperasi?

Secara ringkas, status saat ini adalah Siap Secara Teknis, Menunggu Administrasi.

  • Operasional Penuh: Diperkirakan dalam 1-2 bulan ke depan setelah seluruh sistem persenjataan dan logistik suku cadang terintegrasi sepenuhnya di pangkalan.

  • Status Terbang: Bisa terbang untuk keperluan seremoni dan latihan terbatas dalam 3 hari ke depan pasca-serah terima resmi.

  • Kedatangan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari proses panjang integrasi doktrin tempur baru di skadron udara TNI AU.

    Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

    Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Sholeh lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Sholeh.

    MS
    Tim Editorarrow

    Terima kasih telah membaca sampai di sini

    🚫 AdBlock Detected!
    Please disable it to support our free content.