Persib Bandung baru saja merekrut Layvin Kurzawa. Transfer tersebut menyatukan dua nama besar dengan sebuah misi penting: membuat Maung Bandung "ngagerem" alias mengaum tak hanya di Indonesia, namun juga Asia.
Persib mengumumkan perekrutan Kurzawa pada Minggu (21/1/2026). Sebagai pemain baru, Kurzawa mengisi slot pemain asing Maung Bandung.
Didatangkannya Kurzawa jelas bukan transfer biasa. Maklum saja, ia adalah pemain dengan nama besar dengan rekam jejak mentereng di kancah sepak bola papan atas Eropa.
Kawan GNFI mungkin tidak asing dengan namanya. Layvin Kurzawa adalah pemain sepak bola asal Prancis yang lahir di Frejus pada 4 September 1992. Namanya dikenal luas saat membela klub beken Prancis, Paris Saint-Germain alias PSG.
Selain PSG, Kurzawa juga pernah bermain bagi klub terkenal lainnya. Saat masih belia saja, ia sudah menimba ilmu bersama AS Monaco, klub yang dikenal kerap mengorbitkan pemain-pemain top dunia. Lalu, ia juga tercatat sempat berseragam Fulham sebelum kemudian berlabuh ke Boavista dan akhirnya digaet Persib.
Tak hanya berseragam klub beken, Kurzawa tak ketinggalan membela timnas Prancis. Nama-nama seperti Karim Benzema, Olivier Giroud, dan Anthony Martial adalah rekan setimnya saat itu.
Di Persib, Kurzawa langsung memanggul misi besar: turut mendampingi Persib mengarungi kerasnya persaingan di level Asia karena klubnya itu sedang bermain di AFC Champions League Two.
Layvin Kurzawa dan Persib Bersiap Mengarungi Asia
Direkrutnya Kurzawa memang bersamaan dengan sedang bersiapnya Persib untuk melanjutkan aksinya di AFC Champions League Two. Persib telah memastikan diri melaju ke babak 16 besar.
Tak heran apabila sejak awal Persib memang menaruh ekspektasi tinggi kepada Kurzawa. Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, berharap agar sang pemain bisa membantu klub baik di kompetisi domestik maupun internasional.
"Kami berharap pemain bersangkutan dapat berkontribusi sesuai ekspektasi klub, baik di Super League maupun di AFC Champions League Two," kata Adhitia.
Persib menyebut diri mereka sebagai klub yang sedang berada di fase building the team. Oleh karena itu, Persib membutuhkan pemain yang tidak hanya punya kualitas teknis, tetapi juga fleksibilitas, pengalaman, dan pemahaman taktik yang matang. Inilah yang membuat manajemen memutuskan untuk memilih Kurzawa sebagai pemain asing baru yang direkrut.
Sebagai pemain multi-position, Kurzawa dipandang bisa memberi banyak keuntungan bagi Persib. Kurzawa berposisi utama sebagai bek kiri, namun ia juga nyaman bermain sebagai sayap kiri maupun bek tengah. Fleksibilitas inilah yang kemudian memberi banyak pilihan bagi pelatih untuk menyesuaikan permainan tim dalam berbagai situasi, termasuk saat tim membutuhkan rotasi pemain, perubahan skema, atau hal lainnya di tengah pertandingan.
Tak hanya itu, Persib juga menilai Kurzawa punya karakter bermain yang cocok dengan mereka. Beberapa karakter tersebut yakni crossing akurat dari sisi kiri, kemampuan sweeping ball yang rapi, serta keberanian naik membantu serangan. Ia juga ciamik dalam bertahan sekaligus menjalankan transisi permainan.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengungkap satu hal lagi yang membuat kedatangan Kurzawa jadi hal penting. Persib baru saja melepas dua beknya, Muhammad Rezaldi Hehanussa dan Al Hamra Hehanussa, ke Persik Kediri. Dengan demikian, Kurzawa plus satu pemain baru lainnya, Dion Markx, jadi penggantinya.
"Dua pemain baru ini bagus untuk kami. Sebab, kami agak kekurangan stok setelah Rezaldi dan Hamra pergi. Kami butuh tambahan di bek kiri dan satu bek tengah," ujar Hodak.
Sementara itu, Kurzawa sendiri juga antusias dengan petualangan barunya di Persib. Apalagi, ia juga kesengsem dengan status juara bertahan dan nama besar Persib, juga dukungan besar dari Bobotoh.
"Saya ingin membantu tim, memberikan kualitas saya, dan menunjukkan ke mereka siapa saya sebenarnya," tutur Kurzawa yang mengaku pernah datang ke Indonesia untuk berlibur bersama keluarganya pada 2018 silam ini.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


