bendungan pandan duri penjaga air dan asa baru di lombok timur - News | Good News From Indonesia 2026

Bendungan Pandan Duri, Penjaga Air dan Asa Baru di Lombok Timur

Bendungan Pandan Duri, Penjaga Air dan Asa Baru di Lombok Timur
images info

Bendungan Pandan Duri, Penjaga Air dan Asa Baru di Lombok Timur


Di balik bentang alam Lombok Timur yang kering dan kerap bergulat dengan musim kemarau panjang, Bendungan Pandan Duri hadir sebagai tumpuan harapan. Bendungan yang berdiri di Desa Suwangi, Kecamatan Sakra, Nusa Tenggara Barat ini bukan sekadar infrastruktur pengairan.

Bendungan ini menjadi simbol perjuangan masyarakat setempat dalam menjaga keberlanjutan hidup dari sektor pertanian. Lebih dari satu dekade sejak diresmikan, Pandan Duri telah mengubah wajah lanskap sekaligus ritme kehidupan warga di sekitarnya.

Dari Krisis Air ke Infrastruktur Strategis

Pembangunan Bendungan Pandan Duri berangkat dari kebutuhan mendesak untuk mengatasi kekeringan kronis di Daerah Aliran Sungai Palung.

Prosesnya tidak singkat. Pembebasan lahan dimulai sejak 2005 dengan dukungan APBD Lombok Timur, mencakup area lebih dari 150 hektare dan menyerap anggaran puluhan miliar rupiah.

Tahap konstruksi fisik baru berjalan pada 2011 dan rampung pada 2014 melalui kerja sama sejumlah BUMN konstruksi nasional.

Perjalanan panjang itu sempat diwarnai dinamika sosial. Sebagian warga harus direlokasi akibat genangan waduk, bahkan sempat muncul protes terkait kompensasi lahan.

Namun, seiring waktu, bendungan ini mulai menunjukkan manfaat nyata. Pada Oktober 2014, proses initial impounding dilakukan sebagai penanda beroperasinya bendungan yang diharapkan mampu menjawab persoalan air di Lombok Timur bagian selatan.

baca juga

Spesifikasi Bendungan

Bendungan Pandan Duri merupakan bendungan tipe timbunan dengan inti tegak. Kapasitas tampungannya mencapai sekitar 27 juta meter kubik air, dengan luas genangan lebih dari 300 hektare.

Air dari bendungan ini bersumber dari daerah tangkapan seluas 64 kilometer persegi, menjadikannya cadangan air penting bagi wilayah sekitarnya. Hingga beberapa tahun terakhir, volume air bendungan relatif stabil dan masih mampu menopang kebutuhan irigasi hingga beberapa musim tanam.

Bagi daerah yang sebelumnya sangat bergantung pada hujan, kehadiran waduk ini menjadi penyangga utama saat curah hujan menurun drastis.

Menghidupkan Sawah, Menggerakkan Ekonomi

Fungsi utama Bendungan Pandan Duri adalah irigasi. Airnya mengaliri lebih dari 5.000 hektare lahan pertanian di Kecamatan Sakra dan Terara. Dampaknya terasa signifikan. Lahan yang dulu kering dan hanya bisa ditanami sekali setahun, kini mampu berproduksi hingga dua tiga kali dalam setahun.

Pola tanam pun semakin beragam, tidak hanya padi tetapi juga palawija seperti jagung, cabai, kedelai, dan bawang. Peningkatan intensitas tanam ini berkontribusi langsung pada kenaikan pendapatan petani dan perputaran ekonomi lokal. Nilainya ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah per tahun.

Bendungan ini juga berperan dalam pengendalian banjir, pengembangan perikanan darat, serta memiliki potensi energi mikrohidro.

Antara Manfaat dan Tantangan Lingkungan

Seperti proyek besar lainnya, Bendungan Pandan Duri membawa dua sisi mata uang. Di satu sisi, irigasi yang lebih stabil membantu mengurangi tekanan terhadap lahan kering dan meningkatkan keanekaragaman hayati melalui aktivitas perikanan.

Di sisi lain, perubahan bentang alam akibat genangan memunculkan tantangan baru, mulai dari sedimentasi hingga risiko pencemaran air. Berbagai kajian menunjukkan perlunya pengelolaan sedimen dan kualitas air secara berkelanjutan.

Kajian dilakukan untuk memastikan fungsi bendungan tetap optimal tanpa mengorbankan lingkungan. Upaya pengendalian dan pemantauan terus dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan jangka panjang.

Potensi Wisata yang Menanti Dikelola

Di luar fungsi teknisnya, Bendungan Pandan Duri menyimpan potensi wisata alam. Hamparan air yang berpadu dengan lanskap Lombok Timur menjadikannya lokasi menarik untuk memancing, berkemah, hingga fotografi alam.

Sayangnya, potensi ini belum tergarap maksimal. Fasilitas pendukung wisata masih terbatas, mengingat fokus utama pengelola tetap pada irigasi. Melalui pendekatan ekowisata dan pelibatan masyarakat lokal, kawasan bendungan sebenarnya berpeluang berkembang sebagai destinasi alternatif yang berkelanjutan.

Sehingga, bendungan bisa menjadi kawasan wisata tanpa mengganggu fungsi utamanya sebagai penyedia air.

baca juga

Bendungan Pandan Duri bukan hanya bangunan beton penahan air. Ia adalah penopang ketahanan pangan, penggerak ekonomi, sekaligus cermin relasi manusia dengan alam.

Tantangannya ke depan adalah menjaga keseimbangan antara pemanfaatan, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat Lombok Timur.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.