terowongan sasaksaat terowongan ka terpanjang di indonesia yang legendaris dan penuh misteri - News | Good News From Indonesia 2026

Terowongan Sasaksaat, Terowongan KA Terpanjang di Indonesia yang Legendaris dan Penuh Misteri

Terowongan Sasaksaat, Terowongan KA Terpanjang di Indonesia yang Legendaris dan Penuh Misteri
images info

Terowongan Sasaksaat, Terowongan KA Terpanjang di Indonesia yang Legendaris dan Penuh Misteri


Terowongan Sasaksaat adalah terowongan kereta api aktif terpanjang di Indonesia. Panjang total Terowongan Sasaksaat adalah 958 meter.

Terowongan ini membelah Perbukitan Cidepong yang terletak di antara Stasiun Maswati dan Stasiun Sasaksaat di km 143+144 di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Dibangun pada 1902 hingga 1903 oleh Staatssporwegen (SS), Terowongan Sasaksaat menjadi salah satu bangunan yang memiliki jejak historis panjang karena sudah ada sejak era kolonial. Terowongan ini juga memiliki fungsi vital untuk mendukung perjalanan kereta api di lintas selatan Jawa.

Terowongan Terpanjang di Indonesia yang Legendaris dan Penuh Misteri

Pembangunan Terowongan Sasaksaat dikerjakan oleh pemborong khusus asal Eropa dan menggunakan teknologi tinggi dari Belgia. Dikarenakan terowongan ini berada di kawasan perbukitan yang berbatu cadas—keras dan sulit digali karena merupakan material vulkanik—maka SS melakukan pengeboran.

Penggalian itu dilakukan dari sisi utara dan selatan secara bersamaan. Di sisi lain, dikatakan bahwa Terowongan Sasaksaat dipahat secara manual oleh pekerja lokal dan Tiongkok. Hal ini sengaja dilakukan sebagai upaya meminimalisir getaran yang berpotensi menimbulkan longsor.

Ribuan pekerja dilibatkan untuk membangun terowongan ini. Konon, mereka dipaksa untuk melakukan kerja rodi tanpa kenal waktu. Akibatnya, banyak yang jatuh sakit hingga meninggal di tempat kejadian.

Jenazah mereka dikuburkan di sekitar lokasi. Ada mitos yang muncul di masyarakat sekitar kalau ada cerita horor yang berkaitan dengan banyaknya korban yang tewas akibat kerja paksa kala itu.

Melansir dari tulisan Rina Rezanti dkk., dalam jurnal Budaya Etnika, sebagian masyarakat percaya jika ada saat di mana terdengar suara rintihan kesakitan manusia hingga suara pacul seperti orang yang tengah membelah batu dan tanah di malam hari. Akhirnya, warga sekitar bersama Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung pun rutin memberikan sajen berupa domba tiap 17 Agustus.

Tak hanya domba, dijelaskan bahwa proses numbal itu juga melibatkan seekor ayam dewasa. Darah dan kepala kedua hewan itu kemudian dikubur ke dalam tanah sebagai bentuk persembahan. Masyarakat percaya bahwa dengan melakukan hal itu, maka tidak akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di kawasan Terowongan Sasaksaat.

baca juga

Kembali di proses pembangunan, saat itu penggalian terowongan dilakukan dari sisi utara dan selatan secara bersamaan. Setelah proses yang cukup panjang, akhirnya terowongan itu dioperasikan pada tahun 1903. Kereta pertama yang melewatinya adalah kereta uap pengangkut komoditas pertanian dan hasil bumi lainnya.

Melansir dari unggahan PT KAI (Persero) melalui akun Facebook-nya, Terowongan Sasaksaat memiliki tinggi 4,30 meter dan lebar 4,38 meter. Sementara itu, dinding betonnya dibangun dengan ketebalan 0,85 meter.

Terowongan legendaris ini merupakan salah satu cagar budaya yang dilindungi pemerintah. Hingga saat ini, Terowongan Sasaksaat masih dipergunakan oleh kereta dari Bandung menuju Jakarta dan sebaliknya.

Pengecekan Rutinan oleh Petugas KAI

Letak Terowongan Sasaksaat berada di daerah patahan minor. Di patahan itu menjadi tempat merembesnya air dari permukaan, sehingga sangat rawan longsor.

Untuk memastikan kondisi terowongan tetap laik dan aman, petugas rutin melakukan pemeriksaan dan memantau kondisi di dalamnya, salah satunya memastikan tidak ada rembesan air yang bisa mengalir ke rel.

Petugas harus memastikan bahwa air itu bisa dialirkan ke saluran pinggir tanpa menggenang. Tak hanya itu, pemeriksaan juga dilakukan lebih intens saat cuaca ekstrem dan gempa bumi. Pengecekan rutin ini dilakukan agar perjalanan kereta api tetap aman.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.