didiagnosis mielitis transversa afri bangkit dari kursi roda hingga terbang ke amerika - News | Good News From Indonesia 2026

Didiagnosis Mielitis Transversa, Afri Bangkit dari Kursi Roda hingga Terbang ke Amerika

Didiagnosis Mielitis Transversa, Afri Bangkit dari Kursi Roda hingga Terbang ke Amerika
images info

Didiagnosis Mielitis Transversa, Afri Bangkit dari Kursi Roda hingga Terbang ke Amerika


“Semenjak saya enggak bisa jalan, jujur ada rasa minder untuk ketemu orang,” kenang Afri.

Mohamad Afrillian Ramadhan terbangun dan mendapati dirinya tidak bisa menggerakkan kedua kaki. Ia lantas dibawa ke rumah sakit dan dokter pun melakukan berbagai pemeriksaan. Setelah beberapa hari menjalani perawatan, Afri didiagnosis mengidap mielitis transversa.

Mielitis transversa merupakan kondisi langka saat saraf tulang belakang meradang dan menghentikan sinyal saraf ke bawah tubuh. Penyebabnya seringkali adalah reaksi autoimun, ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan sehatnya sendiri. Akibatnya, sinyal saraf antara otak dan anggota tubuh bawah terputus sehingga mengalami gangguan gerak.

Fakta itu lantas menjadi pukulan besar bagi Afri. Akan tetapi, pengalaman pahit itu terjadi pada 1 Maret 2013. Saat ini, Afri sudah bangkit bahkan terbang hingga ke Amerika.

baca juga

Bukan Hanya Fisik, tapi Juga Tentang Proses Penerimaan Diri

Afri menjalani perawatan selama sebulan. Sejak saat itu, hidup Afri berubah drastis. Ia mulai menggunakan kursi roda sebagai bagian dari rutinitas fisiknya. Masalah utamanya bukan di situ, tetapi pada kesiapan mental dan kepercayaan diri.

Afri menghadapi rasa minder dan ketakutan akan ketidakpastian masa depan.

Saat teman-temannya menyelesaikan studi S1 dalam 4–5 tahun, Afri butuh 7 tahun untuk mencapai gelar yang sama. Dalam perjalanan itu, ia harus berdamai dengan tubuhnya sendiri.

Dalam proses tersebut, Afri menemukan lagi apa yang pernah ia cintai, yakni teknologi informasi. Minatnya pada Artificial Intelligence (AI) dan teknologi lain kembali bangkit. Berbekal ilmu Sistem Komputer, Afri sempat merambah dunia 3D printing.

baca juga

Setelahnya, Afri mendaftar dan resmi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Pertanian.

Ia ditempatkan di Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (Pustaka Kementan). Posisi tersebut sangat stretagis mengingat perpustakaan ini menjadi pusat pengetahuan agraris terbesar di Indonesia. Keberadaannya sejak zaman kolonial. Perpustakaan ini menyimpan sejarah pertanian Indonesia dari masa kolonial sampai saat ini.

Di posisi tersebut, Afri sangat berdedikasi. Ia kerap menampilkan kemampuannya hingga Afri mendapat kepercayaan penuh dari atasan. Kepercayaan dan dukungan itulah yang menjadi pemantik semangat Afri kembali menyala.

"Kepercayaan atasan membuat saya kembali yakin pada diri sendiri," tuturnya.

baca juga

Menemukan Gap untuk Lolos Beasiswa LPDP ke Amerika

Ribuan koleksi dan referensi pengetahuan yang dimiliki Pustaka Kementerian Pertanian membuat proses pencarian informasi menjadi semakin rumit dan lama. Padahal, pengembangan teknologi sedang gencar-gencarnya. Afri melihat gap antara kemajuan teknologi dengan kenyataan tersebut.

Oleh karena itu, untuk mempercepat proses pencarian dan diseminasi informasi pertanian, Afri ingin menggabungkan data science dan artificial intelligence

Keinginannya ini diajukan kepada LPDP dan disambut baik. Kerja keras dan visi Afri berbuah manis ketika ia dinyatakan lolos Beasiswa LPDP. Pada Agustus tahun 2025 ini, Afri resmi berangkat ke Amerika Serikat untuk studi Master di bidang Information Management, University of Illinois Urbana-Champaign.

baca juga

Kenapa Kampus Itu?

UIUC dikenal sebagai salah satu yang terbaik dalam ilmu perpustakaan dan informasi. Perguruan tinggi tersebut menghadirkan pengetahuan yang memadukan ilmu perpustakaan dengan data science. Tepat sasaran bagi rencana Afri.

Bahkan, UIUC adalah kampus dengan bidang ilmu perpustakaan dan informasi terbaik versi U.S. News & World Report. Peringkat tersebut telah dipertahankan University of Illinois Urbana-Champaign hampir 30 tahun terakhir. 

Di samping itu, universitas ini memiliki layanan khusus (disability services) terbaik bagi mahasiswa penyandang disabilitas di Amerika, sebuah faktor penting dalam keputusannya.

“Dia menyediakan jurusan yang multidisiplin antara ilmu data dan ilmu perpustakaan, dan University of Illinois Urbana-Champaign itu memiliki salah satu disability service yang terbaik di Amerika menurut yang saya baca, karena itu saya mantap untuk meneruskan kuliah di sana,” katanya, dikutip dari LPDP.

baca juga

Inklusifnya Beasiswa LPDP, Semua Bisa Lolos!

Perjalanan Afri belum selesai, bahkan bisa dibilang baru dimulai untuk misi memajukan sistem perpusatakaan di Kementerian Pertanian. Meski demikian, keberhasilan Afri tembus beasiswa LPDP lebih dari sekadar melanjutkan pendidikan.

Afri adalah pesan kuat bahwa disabilitas bukan hambatan. Apalagi, beasiswa LPDP yang inklusif membuka pintu kesempatan sama bagi Talenta bangsa dan memastikan tak satu pun tertinggal — prinsip no one left behind.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.