buku iqro boleh bersalin rupa tapi warisan kh asad humam tetap terjaga - News | Good News From Indonesia 2026

Buku Iqro Boleh Bersalin Rupa, tapi Warisan K.H. As'ad Humam Tetap Terjaga

Buku Iqro Boleh Bersalin Rupa, tapi Warisan K.H. As'ad Humam Tetap Terjaga
images info

Buku Iqro Boleh Bersalin Rupa, tapi Warisan K.H. As'ad Humam Tetap Terjaga


Buku Iqro yang legendaris kini bersalin rupa. Meski demikian, perubahan itu tetap tidak menghilangkan warisan dari sang penulis, K.H. As'ad Humam.

Baru-baru ini, Buku Iqro tampil di hadapan publik dengan tampilan baru. Iqro versi "kalcer" ini hadir berkat inisiatif Kahf lewat IQRO’ Reimagined Project yang melakukan penyegaran visual atas buku Iqro tanpa mengubah materi maupun metode pembelajarannya.

Tampilan baru buku Iqro ini memang terbilang cukup eye-catching. Maklum saja, desainnya menggunakan warna kuning neon dan hijau yang cerah. Ada pula aksen sejumlah warna lain seperti putih dan biru tua di beberapa sudutnya.

Menariknya, elemen-elemen ikonik tetap dipertahankan meski tampilannya jauh berbeda dengan buku Iqro klasik yang didominasi warna hitam dan putih. Misalnya saja, ada keterangan tentang 10 sifat buku Iqro. Kemudian tak ketinggalan pula potret K.H. As'ad Humam tetap terpampang di bagian cover.

"Kita melihat di buku Iqro itu jadi ciri khas yang sudah dijaga, diretained dari tahun 90-an hingga saat ini, itu jadi hal penting juga," ujar desainer dari Brand Consultant, Ibnu Hafiz Fadhilah, yang terlibat langsung dalam proyek ini.

Ada pertimbangan khusus mengapa elemen-elemen ikonik dalam visual buku Iqro tetap dipertahankan, khususnya penggunaan potret K.H. As'ad Humam.

"Mengapa kami memutuskan menggunakan treatment seperti ini, pertama untuk menghighlight bahwa Iqro dibuat metodenya oleh K.H. As'ad Humam," lanjut Ibnu.

Tak hanya buku Iqro dengan desain baru, IQRO’ Reimagined Project juga punya zine surat Al-Fatihah plus tiga surat pendek yang bisa dilipat. Ini juga ada tujuannya. Surat pendek dijadikan seperti zine agar lebih mudah dibaca, juga orang yang membacanya punya pengalaman membaca yang berbeda.

"Mulai dari material kertasnya kemudian flownya kemudian juga stitchnya yang di samping ini, pembagian kontennya juga," lanjut Ibnu.

Sebagai desainer, Ibnu memutar otak untuk bisa menyajikan teks Al-Fatihah dan surat pendek secara optimal. Langkah yang dilakukannya di antaranya yakni dengan menggunakan accordion footer untuk menampilkan konten dalam bentuk yang bisa dibuka atau disembunyikan. Lalu ada pula concertina footer di mana lipatan kertasnya dibuat berlapis-lapis seperti kipas. Ibnu juga membagi kontennya jadi dua bagian berisi tulisan Arab, juga petunjuknya dalam bahasa Latin.

Proses desainnya berawal dari Desember 2025 di mana Ibnu selaku desainer berdiskusi dengan tim Kahf dan Iqro Center. Setelah melalui proses yang berlangsung selama dua bulan, Iqro dengan desain karyanya diluncurkan dalam acara buka puasa bersama yang sekaligus memulai rangkaian program global "Global Ramadan Connect" Kahf di Jakarta pada Selasa (24/2/2026).

"Berawal dari akhir Desember, kita berdiskusi bareng tim Kahf dan Iqro Center mengenai project ini, dan secara durasi sebenarnya ini berlangsung selama dua bulan," lanjut Ibnu.

Tak heran apabila warisan K.H. As'ad Humam berupa materi dan metode pembelajaran tetap dipertahankan. Sebab, satu prinsip penting yang dipegang dalam proses redesain Iqro ini adalah menjaga otentisitas dan sejarah dari buku Iqro itu sendiri.

"Nilai otentik dan sejarah yang memang ada di Iqro ini penting banget bahwa secara proses modernisasi itu jadi hal yang kita maintain," papar Ibnu lagi.

Karena itu juga, desain yang dihasilkan tangan Ibnu bisa diterima oleh Iqro Center.

"Yang penting metode sama materi semuanya masih sama. Desain dan tampilan yang berubah itu tidak masalah. Apalagi kalau tampilannya bisa mengikuti generasi, jadi lebih enak lagi, lebih kalcer lah," ujar perwakilan Iqro Center sekaligus cucu dari K.H. As'ad Humam, Rehan Mubarak.

baca juga

 

 

 

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.