pentingnya alat pemadam api ringan apar di rumah warga jakarta - News | Good News From Indonesia 2025

Pentingnya Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Rumah Warga Jakarta

Pentingnya Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Rumah Warga Jakarta
images info

Pentingnya Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Rumah Warga Jakarta


Bahaya kebakaran kian mengintai di balik dinding rapuh rumah-rumah padat kota Jakarta. Sebuah percikan kecil dari kabel listrik, gas bocor yang terhirup api, atau lilin yang tertiup angin mampu berubah menjadi kobaran yang melalap habis segalanya, bahkan dalam hitungan menit. Namun, berapa banyak dari kita yang benar-benar siap menghadapi ancaman ini?

Kebakaran rumah tangga merupakan salah satu insiden yang paling sering terjadi. Penyebab utama kebakaran ini antara lain korsleting listrik, kebocoran gas, penggunaan lilin atau lampu minyak, serta kelalaian saat memasak.

Korsleting listrik menjadi penyebab terbesar, terutama karena instalasi listrik yang tidak sesuai standar atau kabel yang sudah usang. Selain itu, kebocoran gas dari tabung LPG yang tidak terpasang dengan benar juga menjadi ancaman serius.

Faktor-faktor ini menunjukkan bahwa kebakaran dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga kesiapsiagaan menjadi hal yang sangat penting.

Sepanjang Januari 2025 Jakarta mengalami sejumlah kebakaran besar yang menimbulkan kerugian signifikan dan korban jiwa. Pada 15 Januari, kebakaran hebat melanda Glodok Plaza, diduga bermula dari material terbakar di salah satu diskotik di lantai 7, mengakibatkan 14 orang tewas dan lebih dari 650 tenant terdampak dengan total kerugian mencapai Rp 90 miliar.

Selanjutnya, pada 21 Januari dini hari, korsleting listrik di sebuah rumah di Jalan Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat memicu kebakaran yang menghanguskan lebih dari 500 bangunan; meski tidak ada korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan banyak warga kehilangan tempat tinggal. Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di Kelurahan Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat yang menghanguskan 20 kamar indekos tanpa menimbulkan korban jiwa. Beberapa kasus kebakaran ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di kawasan padat penduduk.

Kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran tidak hanya sebatas memiliki nomor darurat pemadam kebakaran atau mengetahui jalur evakuasi, tetapi juga harus mencakup tindakan pencegahan. Salah satu langkah yang paling efektif adalah dengan menyediakan APAR di rumah.

Sayangnya, masih banyak warga yang belum menyadari pentingnya alat ini dan menganggapnya hanya diperlukan di tempat-tempat umum atau bangunan komersial. Padahal, memiliki APAR di rumah dapat membantu memadamkan api sejak dini sebelum api membesar dan tidak terkendali.

APAR atau Alat Pemadam Api Ringan adalah perangkat yang dirancang untuk memadamkan api dalam skala kecil sebelum berkembang menjadi kebakaran besar. APAR bekerja dengan menyemprotkan bahan pemadam yang dapat menghentikan reaksi pembakaran, seperti serbuk kimia kering, karbon dioksida (CO2), atau busa.

Setiap jenis APAR memiliki fungsi berbeda, misalnya APAR serbuk kimia efektif untuk kebakaran akibat bahan padat dan cairan mudah terbakar, sementara APAR CO2 cocok untuk kebakaran akibat listrik. Cara penggunaannya pun relatif mudah, yakni dengan metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) atau Tarik, Arahkan, Tekan, dan Sapukan.

Pentingnya APAR sebagai langkah pencegahan kebakaran di rumah tidak bisa diabaikan. Keberadaan alat ini dapat memberikan perlindungan ekstra bagi keluarga dan aset yang dimiliki. Dengan APAR, api dapat segera dipadamkan sebelum merambat ke area yang lebih luas.

Selain itu, APAR juga memberikan ketenangan bagi penghuni rumah, karena mereka memiliki alat yang dapat digunakan dalam situasi darurat tanpa harus menunggu bantuan dari pemadam kebakaran yang mungkin membutuhkan waktu untuk tiba di lokasi. APAR juga bisa menjadi solusi bagi warga yang tinggal di gang sempit, di mana mobil pemadam sulit menjangkau lokasi kejadian.

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) akan mendistribusikan 900 unit alat pemadam api ringan (APAR) pada tahun 2025 sebagai bagian dari program Gerakan Masyarakat Punya Alat Pemadam Api Ringan (GEMPAR).

Sebelumnya, sebanyak 227 APAR telah dibagikan pada tahun 2023, sementara di tahun 2024 jumlahnya meningkat menjadi 802 unit. Pendistribusian APAR ini dilakukan berdasarkan peta risiko kebakaran yang disusun melalui program Wilayah Manajemen Kebakaran dari Universitas Indonesia pada tahun 2020.

Gubernur DKI Jakarta menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan warga selama mudik. Untuk itu, ia telah menginstruksikan jajaran Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta serta OPD terkait agar tidak menerapkan sistem Work From Anywhere (WFA) selama periode arus mudik dan balik Lebaran.

Plt Kepala Dinas Gulkarmat Jakarta juga menyampaikan bahwa terdapat 170 pos pemadam kebakaran di Jakarta yang akan tetap beroperasi penuh tanpa adanya petugas yang mengambil cuti. Dengan kesiapsiagaan petugas damkar dan aparat keamanan, diharapkan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.

Kesadaran warga Jakarta terhadap bahaya kebakaran perlu ditingkatkan. Pemerintah dan berbagai pihak terkait perlu terus mengedukasi warga tentang pentingnya memiliki APAR di rumah serta cara menggunakannya dengan benar.

Warga juga diimbau untuk secara rutin memeriksa instalasi listrik, memastikan pemasangan tabung gas yang aman, dan menghindari penggunaan peralatan yang berisiko tinggi menimbulkan kebakaran. Dengan langkah-langkah sederhana ini, risiko kebakaran dapat diminimalkan, sehingga keselamatan keluarga pun jauh lebih terjamin.

Kini APAR sudah tersedia di berbagai marketplace, memudahkan siapa saja untuk memilikinya sebagai langkah pencegahan kebakaran. Namun, di balik kemudahan tersebut, kita tetap perlu waspada karena tidak semua APAR yang beredar memiliki kualitas yang baik. Beberapa di antaranya memiliki tekanan yang tidak stabil, isi yang tidak sesuai spesifikasi, atau bahkan tabung yang mudah berkarat.

Oleh karena itu, sebelum membeli APAR, pastikan memilih produk yang sudah bersertifikasi SNI. APAR yang telah memenuhi standar nasional telah melalui uji kualitas sehingga dapat bekerja optimal saat dibutuhkan. Kemudian, perhatikan juga jenis media pemadam yang sesuai dengan kebutuhan, cek kondisi tabung, dan pilih produk yang memiliki garansi. Jangan sampai keputusan membeli APAR yang kurang berkualitas justru mengorbankan keselamatan pribadi dan orang-orang di sekitar.

Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan menyediakan APAR di rumah, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang-orang tercinta dan lingkungan sekitar. Jangan menunggu sampai api itu datang. Bertindaklah sekarang, Jadilah bagian dari warga Jakarta yang peduli dan siap siaga terhadap bahaya kebakaran. 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

BL
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.