bj habibie seorang pemuda yang membawa nama indonesia ke jerman - News | Good News From Indonesia 2025

B.J Habibie, Seorang Pemuda yang Membawa Nama Indonesia ke Jerman

B.J Habibie, Seorang Pemuda yang Membawa Nama Indonesia ke Jerman
images info

B.J Habibie, Seorang Pemuda yang Membawa Nama Indonesia ke Jerman


Dikenal dengan nama panggilan B.J Habibie, Presiden ke-3 Indonesia ini memiliki nama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie. Ia lahir pada tanggal 25 Juni 1936 dengan darah campuran Jawa-Sulawesi.

Sedari kecil, ia dikenal sebagai sosok yang menunjukkan kecerdasannya pada bidang sains, terutama fisika. Pria yang berasal dari Sulawesi Selatan ini menempuh pendidikannya di Institut Teknologi Bandung dengan jurusan Teknik Mesin, sebelum akhirnya menempuh pendidikan di Rheinisch Westfälische Technische Hochschule, Jerman.

Di Jerman, B.J Habibie meraih gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) dengan predikat Summa Cumlaude. Saat menempuh pendidikan S3, B.J Habibie juga bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Pada masa hidupnya, selain dikenal sebagai salah satu Presiden yang meninggalkan dampak besar bagi bangsa, beliau juga dikenal dengan kisah cintanya yang terekam ‘abadi’ bersama sang istri yang sudah mendahuluinya, Ainun. 

Di negeri Hitler itu, B.J Habibie menjabat sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktur Pesawat Terbang, serta Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di Messerschmitt-Bölkow-Blohm (MBB Hamburg). Setelah bertahun-tahun mengabdikan dirinya menjabat di Jerman, beliau memutuskan untuk kembali ke Indonesia pada tahun 1974 dengan komitmennya untuk memberikan perkembangan ilmu dan teknologi di Indonesia.

Saat kembali ke Indonesia, beliau mendapatkan perhatian yang membuatnya dijadikan penasihat pemerintah yang berada langsung di bawah presiden. B.J. Habibie juga pernah menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi, serta Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Ia juga pernah tercatat menjabat sebagai Ketua Dewan Riset Nasional dan berbagai jabatan penting lainnya—sebelum kemudian, ia diangkat menjadi Presiden ke-3 Republik Indonesia. 

Pada masa jabatannya di Indonesia, B.J Habibie telah memberikan dedikasi serta komitmennya menjadi beberapa tindakan yang konkret. Meskipun terhitung sebentar, masa jabatan B.J Habibie mengeluarkan UU Anti Monopoli, UU Perubahan, UU Partai Politik, hingga UU Otonomi Daerah. Beberapa UU ini dilahirkan setelah masa sulit saat pemerintahan presiden Soeharto, termasuk pada saat adanya diskriminasi pada kaum Tionghoa.

Tujuan nyata darinya adalah untuk secara perlahan memusnahkan adanya Orde Baru, yang hingga diakhiri dengan hilangnya sepenuhnya pada masa jabatan presiden ke-4. Beliau juga mengembalikan adanya pemilu yang melibatkan multi-partai sejak terakhir tahun 1955, juga dapat memperkenalkan UU tentang kebebasan pers.

Kondisi ekonomi Indonesia setelah masa pemerintahan Soeharto, membuat B.J Habibie mengambil langkah dalam reformasi perekonomian. Meninggalkan jejak kerusuhan tahun ‘98, B.J Habibie mengambil langkah yang membawa dampak besar. Beliau meresmikan penggunaan Bahasa Mandarin serta pengajaran budaya Tionghoa; yang menyatakan adanya nilai persatuan yang terkandung dalam dasar negara Indonesia. 

Meskipun dikenal dengan wibawanya yang membawa Indonesia menjadi lebih baik, B.J Habibie juga mencetak sejarah sebagai salah satu presiden yang dianggap bukan presiden yang memperoleh dukungan rakyat, oleh karena sistem pemilihannya bergantung kepada presiden yang menjabat sebelumnya.

Hal inilah juga yang membuat B.J Habibie dianggap ‘tidak konstitusional’ karena menentang pasal 9 UUD 1945. Pada pasal tersebut, tercatat bahwa “Sebelum presiden memangku jabatan, maka presiden harus mengucapkan sumpah atau janji di depan MPR atau DPR”. Tetapi, ada juga pihak yang justru pro dengan kenaikan jabatan B.J Habibie dengan adanya pasal 8 UUD 1945, yang menyatakan; “Bila presiden mangkat, berhenti, atau tidak dapat melakukan kewajibannya selama masa jabatannya, ia diganti oleh wakil presiden sampai habis waktunya”. Kontroversi-kontroversi inilah yang menjadi salah satu permasalahan terbesar dalam naiknya jabatan B.J Habibie. 

B.J Habibie dikenal dengan cintanya yang begitu luar biasa kepada sang istri, Hasri Ainun Besari, yang meninggal pada tanggal 22 Mei 2010 akibat kanker ovarium yang dideritanya. Kisah-kisah keduanya tercetak dalam film-film seperti Habibie & Ainun, Habibie & Ainun 3, serta Rudy Habibie.

Film-film ini mendokumentasikan adanya kisah perjalanan B.J Habibie dengan Ainun. Dengan rasa cintanya yang sangat amat kuat, B.J Habibie pernah berkata, “Dulu saya takut sekali mati. Tapi sekarang, tidak lagi. Karena yang pertama menemui saya adalah Ainun”. B.J Habibie meninggal pada tanggal 1 September 2019 akibat masalah pada jantungnya.

Melalui berbagai rintangan dalam jabatannya yang terhitung sementara, B.J Habibie dapat meninggalkan dampak positif pada tanah air. Meskipun beberapa rakyat merasakan adanya pertentangan undang-undang pada kenaikannya, B.J Habibie dapat membuktikan bahwa dirinya dapat mencetak sejarah secara global.

Bukan hanya di Indonesia, B.J Habibie juga dapat berpartisipasi secara aktif dalam kepemimpinan MBB Jerman. Jembatan inilah yang membuat adanya sejarah baik antar Indonesia-Jerman, terlebih dalam pendidikan dan teknologi. Pengalamannya sebagai seorang pebisnis dan insinyur, memberikan banyak keterikatan serta partisipasi dalam industri penerbangan di Indonesia. 

Meskipun sudah menutup usianya, B.J Habibie masih tiada henti menjadi sosok yang menginspirasi dalam segala aspek. Beliau merupakan simbol akan perubahan, kemajuan, serta kesetiaan. B.J Habibie juga telah banyak menginspirasi generasi–generasi penerus untuk terbang menempuh pendidikan, meskipun awalnya terkendala oleh biaya. Kecerdasan otaknya juga tiada hentinya mengeluarkan ide yang positif serta berdampak bagi masyarakat.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

CM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.