Situs Gunung Wingko di Bantul, Yogyakarta dipercaya sebagai desa tertua di Pantai Selatan. Situs yang berada di Srigading, Sanden ini memiliki bukti adanya peradaban prasejarah pada masanya.
Dimuat dari Detik, kawasan Gunung Wingko diyakini sejak lama sudah memproduksi keramik dan gerabah. Hal ini dibuktikan dengan adanya temuan kerewang dan artefak di kawasan tersebut.
Dinukil dari situs Disbud Pemkab Bantul, Gunung Wingko diyakini merupakan situs permukiman protohistoris. Desa kuno Gunung Wingko disebut telah ada sejak sekitar dua ribu tahun silam.
“Masuknya protosejarah, akhir dari masa prasejarah. Kalau dilihat dari temuannya itu 2.000 tahun yang lalu,” jelas pemerhati kelestarian Gunung Wingko dari UGM, Dr. Anggraeni.
Bukit pasir
Ketua Pokdarwis Srigading, Atmono menjelaskan dulu di samping rumahnya ada bukit pasir yang tinggi. Bukit pasir tinggi ini diduga menjadi pusat situs Gunung Wingko. Tetapi hal ini masih dalam proses penelitian.
“Bahkan lebih tinggi dari atap rumah bukit pasir itu,” kata Atmono.
Atmono mengatakan bukit tersebut yang memanjang dari arah barat ke timur di Jalan Samas. Secara rinci, bukti pasir itu mulai dari Tirtohargo, Kretek, Bantul hingga Karanganyar, Gadingrejo, Sanden, Bantul.
“Dengan panjang sekitar 3 kilometer, itu membentang dari arah barat ke timur,” ujarnya.
Asal usul
Atmono mengungkapkan nama Gunung Wingko berasal dari temuan benda menyerupai pecahan genting di bukit pasir. Tetapi hingga saat ini tidak ada yang tahu asal muasal pecahan tersebut.
“Saat saya masih kecil, pas di bukit itu banyak sekali yang namanya wingko atau yang masyarakat sini sebut pecahan genting. Tapi itu sebenarnya pecahan gerabah berserakan banyak sekali,” ujarnya.
“Nah, kejadiannya seperti apa, saya tanya orang-orang tua sini tidak ada yang tahu,” lanjutnya.
Dirinya menduga bila Wingko berasal dari permukiman di sisi selatan bukit. Hal ini mengingat zaman dulu banyak permukiman di dekat sungai dan pantai. Termasuk menjadi akses transportasi zaman dulu.
Atmono menilai Gunung Wingko berhubungan dengan pemukiman zaman prasejarah karena adanya banyak temuan artefak dan hasil kajian dari gunung tersebut. Sehingga sebelum Belanda dan Jepang menjajah sudah ada permukiman di bagian selatan.
“Saya bisa bilang begitu karena temuan artefak-artefak, hasil kajiannya ditemukan. Itu dari yang paling sederhana hingga keramik ditemukan itu dari zaman prasejarah,” ucapnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


