Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah (UM) Lampung mengadakan Program Kerja Mahasiswa (PKM) di SMP Islam Kebumen pada Sabtu, 24 Agustus 2024. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh ini mengangkat tema "Pelatihan Pengembangan Kompetensi Siswa Dalam Beretorika Berbasis Bilingual Bahasa Arab Dan Bahasa Inggris".
Acara yang dihadiri oleh sekitar 40 siswa dari satu kelas SMP Islam Kebumen ini dibuka oleh Koordinator Desa (Kordes) KKN, Deni Palany. Dalam sambutannya, Deni menekankan pentingnya kemampuan beretorika dalam dua bahasa asing, yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, bagi siswa di era global saat ini.
"Kemampuan berbicara di depan umum dengan percaya diri menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris akan menjadi bekal berharga bagi para siswa di masa depan," ujar Deni saat membuka acara.
Pelatihan ini menghadirkan pemateri utama, Zaimatu Aisyarohma, seorang lulusan Pondok Modern Darussalam Gontor yang dikenal dengan keahliannya dalam bidang bahasa Arab dan Inggris. Zaimatu, didampingi oleh beberapa rekan mahasiswa KKN lainnya, memandu peserta melalui serangkaian sesi interaktif dan praktik langsung.
Agenda pelatihan dimulai dengan pengenalan dasar-dasar retorika dalam kedua bahasa. Para siswa diajak untuk memahami struktur pidato yang baik, teknik vokal, dan bahasa tubuh yang efektif. Setelah itu, peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk berlatih mengucapkan frasa-frasa kunci dalam Bahasa Arab dan Inggris.
Salah satu peserta, Anisa (14), mengungkapkan antusiasmenya terhadap pelatihan ini. "Saya senang sekali bisa belajar cara berbicara yang baik dalam Bahasa Arab dan Inggris. Awalnya saya malu-malu, tapi para kakak mahasiswa KKN sangat sabar mengajari kami," tuturnya.
Sesi berikutnya fokus pada praktik berbicara di depan kelas. Setiap siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato singkat dalam Bahasa Arab atau Inggris. Topik yang diangkat beragam, mulai dari perkenalan diri hingga isu-isu sederhana seputar lingkungan sekolah.
Zaimatu Aisyarohma, selaku pemateri utama, menekankan pentingnya kepercayaan diri dalam beretorika. "Yang terpenting adalah berani mencoba. Kesalahan dalam berbahasa asing itu wajar dan merupakan bagian dari proses belajar," jelasnya kepada para peserta.
Para mahasiswa KKN juga menyiapkan materi pendukung berupa modul sederhana yang berisi kosakata dasar dan contoh-contoh kalimat dalam Bahasa Arab dan Inggris. Modul ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi siswa untuk terus berlatih setelah pelatihan berakhir.
Meski hanya berlangsung satu hari, pelatihan ini didesain secara komprehensif dengan memadukan teori dan praktik. Para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang teknik beretorika, tetapi juga kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung.
"Kami berharap pelatihan singkat ini dapat menjadi pemantik semangat bagi adik-adik untuk terus mengembangkan kemampuan berbahasa asing mereka," ujar salah satu anggota tim KKN, Farah, di sela-sela kegiatan.
Menjelang akhir acara, para siswa diminta untuk memberikan umpan balik tentang pelatihan yang telah mereka ikuti. Sebagian besar peserta menyatakan kepuasannya dan berharap kegiatan serupa dapat diadakan lagi di masa mendatang dengan durasi yang lebih panjang.
"Saya jadi lebih percaya diri berbicara dalam Bahasa Arab dan Inggris. Ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan," kata Muhammad (13), salah satu peserta, dengan antusias.
Meski tidak ada kompetisi formal dalam acara ini, para mahasiswa KKN memberikan apresiasi khusus kepada beberapa siswa yang menunjukkan perkembangan signifikan selama pelatihan. Hal ini dilakukan untuk memotivasi semua peserta agar terus mengasah kemampuan mereka.
Menjelang penutupan acara, Kepala Sekolah SMP Islam Kebumen, Pak Nurhamim, yang baru bisa hadir di akhir kegiatan, menyempatkan diri untuk memberikan sambutan singkat. Beliau mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UM Lampung dalam mengadakan pelatihan yang bermanfaat bagi siswa-siswinya.
"Kami sangat berterima kasih atas dedikasi dan ilmu yang telah dibagikan oleh mahasiswa KKN UM Lampung. Semoga apa yang telah dipelajari hari ini dapat menjadi bekal berharga bagi anak-anak kami di masa depan," ucap Pak Nurhakim.
Sebagai bentuk penghargaan dan kenang - kenangan, pihak tim KKN UM Lampung yang diwakili oleh Deni Palany memberikan plakat kepada pihak sekolah. Momen ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan pelatihan yang padat namun bermakna.
Para mahasiswa KKN menyatakan kepuasannya atas antusiasme dan partisipasi aktif dari para siswa selama pelatihan berlangsung. Mereka berharap bahwa benih yang telah ditanam melalui pelatihan ini akan terus tumbuh dan berkembang di kalangan siswa SMP Islam Kebumen.
"Meskipun singkat, kami berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi adik-adik. Kemampuan beretorika dalam Bahasa Arab dan Inggris bukan hanya tentang bahasa, tapi juga tentang membangun kepercayaan diri dan membuka wawasan global," tutur Deni Palany saat menutup acara.
Kegiatan PKM ini merupakan salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan. Dengan membekali generasi muda dengan keterampilan berbahasa asing dan beretorika, diharapkan mereka akan lebih siap menghadapi tantangan di era global.
Meski pelatihan telah usai, tim KKN UM Lampung berencana untuk tetap melakukan pemantauan dan pendampingan jarak jauh kepada para siswa. Mereka akan membuka jalur komunikasi agar siswa-siswi SMP Islam Kebumen dapat berkonsultasi atau bertanya jika menemui kesulitan dalam mempraktikkan apa yang telah dipelajari.
Kegiatan PKM ini juga menjadi cerminan kerjasama yang baik antara institusi pendidikan tinggi dengan sekolah menengah. Diharapkan, kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di wilayah Kebumen dan sekitarnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


