Sebanyak 29 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka, mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Pj Bupati Bangka, M Haris.
Pertemuan tersebut berlangsung di Balai Desa Kota Waringin pada hari Jumat (26/7/2024). Ini menjadi momen penting bagi para mahasiswa untuk berdiskusi dan menerima arahan dari pemerintah daerah.
Pj Bupati Bangka, M Haris, mengungkapkan rasa bangganya dan memberikan apresiasi tinggi kepada tim KKN-PPM UGM yang sedang melaksanakan tugas di Kecamatan Puding Besar.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Haris menyatakan bahwa kehadiran mahasiswa sangat berarti karena mereka telah memahami dengan baik permasalahan yang ada di desa. Hal ini menunjukkan bahwa para mahasiswa telah beradaptasi dan mengerti keadaan desa secara mendalam.
Bupati Haris juga mendukung program kerja yang direncanakan oleh mahasiswa untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Ia berharap aktivitas tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Tim KKN Puding Besar fokus pada salah satu masalah utama di desa saing, yaitu kesulitan air saat musim kemarau. Program kerja yang direncanakan meliputi pengenalan instalasi pemanen air hujan (IPAH), sebuah sistem yang dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan, dan memanfaatkan air hujan.
Selain itu, mereka juga berpartisipasi dalam Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) sebagai bentuk solusi dan kontribusi untuk mengatasi permasalahan air di desa.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap air minum dan sanitasi yang layak, serta memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola infrastruktur air minum dan sanitasi secara berkelanjutan.
Selain masalah tersebut diatas, di dusun sungai 2 memiliki kendala kesulitan sinyal internet menjadi kendala yang cukup signifikan. Namun, hal ini tidak mengurangi antusiasme dan kegembiraan anak-anak desa dalam mengikuti kegiatan yang diadakan oleh tim KKN-PPM UGM. Meskipun menghadapi tantangan teknologi, semangat, dan keceriaan anak-anak tetap tinggi dalam belajar dan berinteraksi.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Bangka, Bapak Rozali, S.H., M.Si., serta Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bangka, Mulyarto Kurniawan, S.Pd., M.T., yang turut memberikan dukungan dan masukan terhadap program kerja yang direncanakan oleh tim KKN-PPM UGM.
Dinas terkait menyatakan kesiapannya untuk mendukung program kerja yang diinisiasi oleh tim Kuliah Kerja Nyata (KKN). Salah satu aspek penting dari program KKN ini adalah rencana dan desain pembangunan yang telah dirancang mahasiswa.
Mahasiswa berharap bahwa rencana dan desain yang telah dibuat dapat diajukan dalam anggaran pembangunan desa. Dengan demikian, dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan pembangunan di desa tersebut.
Dukungan dari dinas terkait sangat diharapkan karena dapat menjadi faktor penting dalam merealisasikan rencana-rencana tersebut. Dinas yang bertanggung jawab dalam bidang pembangunan desa akan memberikan panduan dan bantuan teknis yang diperlukan. Ini untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sesuai dengan peraturan dan kebutuhan masyarakat desa.
Mahasiswa yang tergabung dalam tim KKN memiliki harapan besar bahwa rencana pembangunan yang mereka ajukan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan desa.
Dengan adanya dukungan dari dinas, rencana-rencana ini tidak hanya menjadi sekadar konsep, tetapi dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Kolaborasi antara mahasiswa, dinas, dan masyarakat desa diharapkan dapat menghasilkan pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup warga desa.
Dengan berbagai tantangan dan dukungan yang ada, diharapkan program kerja tim KKN-PPM UGM di Kecamatan Puding Besar dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Para mahasiswa juga diharapkan dapat terus berkontribusi dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan penyelesaian masalah yang dihadapi desa tersebut.
Penulis : Linthang Cahya Wijaya
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


