kkn ppm ugm silase untuk kecukupan pakan ternak dusun gandekan - News | Good News From Indonesia 2024

KKN-PPM UGM: Silase untuk Kecukupan Pakan Ternak di Dusun Gandekan

KKN-PPM UGM: Silase untuk Kecukupan Pakan Ternak di Dusun Gandekan
images info

KKN-PPM UGM: Silase untuk Kecukupan Pakan Ternak di Dusun Gandekan


Dusun Gandekan memiliki beberapa peternakan komunal yang dimanfaatkan masyarakat untuk merawat ternak mereka. Salah satunya adalah kelompok ternak mekar sari di RW10 Dusun Gandekan.

Peternakan ini berisikan jenis ternak sapi dan kambing. Sapinya sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu sapi lokal, sapi PO, dan sapi simental.

Karakteristik ternak dalam kelompok ternak ini tergolong sangat baik dengan melihat ukuran sapi dan kambing yang ada. Hal ini menjadi sesuatu yang tidak diragukan lagi setelah mendengar pemaparan ketua kelompok ternak mengenai perjalanan pengelolaan ternak di kelompok ternak tersebut.

baca juga

Diskusi bersama Ketua Kelompok Ternak
info gambar

diskusi Tim KKN-PPM UGM bersama Ketua Kelompok Ternak | Foto: Dokumentasi Pribadi/Tim KKN-PPM UGM Unit Mlati Subunit Gandekan


Sejarah Perjalanan Pengelolaan Kelompok Ternak Mekar Sari

Salah satu pengalaman pahit yang pernah dirasakan oleh masyarakat peternak dalam Kelompok Ternak Mekar Sari adalah wabah penyakit yang kian kembali setiap tahunnya.

Ketua Kelompok Tani Mekar Sari, Ustaz Iwan, memaparkan bahwa pada saat itu ia sampai melakukan studi banding ke peternakan di berbagai daerah untuk mengetahui solusi yang paling efektif.

Selama beberapa tahun, wabah hanya berhasil diatasi, tetapi belum berhasil dihindari. Bahkan pada 2020, ia sempat menjual rugi sapi-sapi yang ada karena wabah yang terjadi.

"Yang paling berhasil saat itu menggunakan eco-enzyme itu, Mas. Lumayan cepat sembuhnya," ujar Iwan saat ditemui oleh Tim KKN PPM UGM untuk survei peternakan.

Saat ini, seluruh ternak telah mendapat vaksin sehingga para peternak tersebut berharap wabah yang sama tidak lagi menyerang. Upaya vaksinasi ini merupakan langkah yang tepat.

Pembuatan Silase bersama KKN PPM UGM

KKN PPM UGM Unit Mlati-Subunit Gandekan mengusung program kerja sosialisasi dan pendampingan pembuatan silase untuk masyarakat peternak. Saat menyampaikan hendak melaksanakan pendampingan silase ini, Iwan menyambut baik.

Sebelumnya, peternak setempat telah menerima bantuan berupa alat dan materi mengenai silase dari pemerintah. Namun, dengan adanya pendampingan lagi, diharapkan dapat menunjang pemahaman masyarakat terkait silase itu sendiri.

Silase merupakan pakan ternak terfermentasi yang dicampurkan dengan EM4 dan beberapa zat aditif lainnya. Tambahannya dapat berupa molase, garam, dedak, dan lain sebagainya.

Fermentasinya dilakukan dengan kondisi anaerob atau tanpa udara. Proses ini melibatkan penyimpanan bahan hijauan dalam silo atau tempat tertutup lainnya untuk waktu tertentu, biasanya beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Fermentasi ini dihasilkan oleh bakteri asam laktat yang secara alami ada pada tanaman hijauan. Proses ini membantu mempertahankan nutrisi dalam pakan serta membuatnya lebih mudah dicerna oleh hewan ternak.

Umumnya silase dimanfaatkan oleh peternak yang tinggal di daerah minim hijauan di musim tertentu. Contoh paling dekat adalah di Gunungkidul. Sebagian besar tanah di daerah tersebut adalah karst sehingga mengalami defisit hijauan pakan ternak di musim kemarau.

Adanya silase memungkinkan peternak memiliki cadangan pakan yang cukup sepanjang tahun, terutama selama musim kemarau. Hal ini membantu mengurangi ketergantungan pada hijauan segar yang hanya tersedia selama musim hujan.

Selain itu, proses fermentasi silase membantu mempertahankan nilai gizi hijauan, seperti protein, vitamin, dan mineral, yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan ternak. Silase dapat memastikan ternak mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan meskipun hijauan segar tidak tersedia.

Silase dalam konteks untuk Kelompok Ternak Mekar Sari di Gandekan dimanfaatkan untuk peningkatan nutrisi pakan ternaknya.

Saat pembuatan silase pun masyarakat turut bersahutan melihat dengan banyaknya zat aditif yang ditambahkan ke dalam hijauan membuat ternak akan lebih menyukai silase dibandingkan hijauan biasa.

Selain itu, silase juga dibuat untuk mengefisienkan waktu masyarakat dalam pengambilan hijauan. Misalnya, masyarakat yang tadinya perlu ngarit setiap hari kini dapat melakukan hal tersebut 3 hari sekali atau bahkan seminggu sekali. Ukuran wadah silase pun dibuat lebih kecil sesuai kebutuhan sehari-hari.

baca juga

Penulis: Safiera Anindya S.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KU
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.