Buah semangka merupakan buah yang memiliki sejuta manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang telah dilakukan oleh Amarowicz dkk pada tahun 2020 bahwa semangka memiliki efek kesehatan yaitu untuk mengobati penyakit kardiovaskular, penyakit yang terjadi ketika penuaan, obesitas, diabetes, dan beberapa penyakit kanker.
Dengan banyaknya manfaat buah semangka tentunya banyak orang yang ingin mengolahnya menjadi produk yang menarik untuk dikonsumsi. Terlebih di Desa Palingkau salah satu hasil perkebunan yang menghasilkan jumlah yang cukup tinggi selain perkebunan kelapa sawit yaitu perkebunan buah semangka.

Salah satu pengolahan buah semangka yaitu mengubahnya menjadi selai semangka. Selai merupakan salah satu cara pengolahan yang banyak dipilih dalam mengawetkan buah-buahan. Bisa digolongkan sebagai mengawetkan buah-buahan karena dalam prosesnya buah-buah tersebut akan dicampur oleh gula yang berjumlah cukup banyak
Cara pembuatan selai cukup mudah untuk tiap buah. Hal pertama yang perlu diketahui dalam membuat selai buah yaitu mengetahui kadar air yang terkandung dalam buah tersebut. Apabila buah yang ingin diolah memiliki kadar air yang tinggi maka dalam pembuatan selai buah tersebut harus ditambah oleh bahan tambahan untuk mengentalkan.
Buah semangka adalah buah yang memiliki kadar air yang cukup tinggi, oleh karena itu dalam pembuatannya perlu ditambahkan pengental. Pengental yang umumnya digunakan pektin dan CMC. Pada kali ini, pengolahan buah semangka menjadi selai semangka bersama ibu-ibu PKK Desa Palingkau Jaya menggunakan pengental CMC karena mudah ditemukan di sekitar desa.

Dalam kegiatan pengolahan buah semangka menjadi selai semangka ini ibu-ibu PKK Desa Palingkau Jaya juga diperkenalkan mengenai pentingnya kemasan yang baik dan benar mengacu pada persyaratan yang ditetapkan di Indonesia, perhitungan dalam menetapkan harga pokok penjualan (HPP), serta bagaimana cara membandung branding dan digital marketing.
Setelah melakukan demo mengenai cara pembuatan selai semangka, ibu-ibu PKK Desa diperkenalkan dengan komponen-komponen apa saja yang harus terdapat dalam kemasan dan diberikan contoh untuk kemasan selai semangka.

Kegiatan selanjutnya memfokuskan pada pengenalan serta penerapan terkait cara perhitungan harga pokok produksi (HPP) selai semangka. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyediakan acuan yang jelas dalam menentukan harga jual produk. Proses ini mencakup analisis biaya bahan baku, tenaga kerja, serta biaya overhead produksi untuk menentukan biaya HPP secara akurat.
Dengan memahami terkait komponen biaya yang mendalam, akan memungkinkan pelaku usaha untuk menghitung margin keuntungan yang optimal tanpa mengurangi daya saing produk. Selain itu, pengetahuan terkait biaya HPP ini juga akan memberikan landasan untuk strategi penetapan harga yang lebih baik guna meningkatkan keuntungan dan posisi pasar produk selai semangka.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan terkait branding dan pemasaran digital selai semangka. Branding dan Digital Marketing sangat diperlukan dalam membangun suatu bisnis.

Masyarakat terutama ibu-ibu PKK masih awam terkait pemasaran digital, mereka masih menggunakan pemasaran tradisional dengan menjual ke Pasar Palingkau atau menitipkan jualannya di warung sekitar Desa Palingkau Jaya. Oleh karena itu, pengenalan pemasaran digital melalui social media dapat mengembangkan strategi pemasaran menjadi lebih efektif dan efisien.
Kegiatan dimulai dari pemaparan materi dasar terkait pemasaran digital, bagaimana langkah-langkah untuk menentukan strategi marketing, serta tips and trick pembuatan konten di social media dengan menarik.
Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi Ibu-ibu PKK Desa Palingkau Jaya untuk semakin berkembang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


