PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan mengkaji ulang rencana perpanjangan jalur LRT Jabodebek hingga ke Bogor.
Proyek infrastruktur ini dirancang untuk menghubungkan Stasiun Harjamukti di Depok menuju kawasan Baranangsiang di Bogor Timur dengan bentangan lintasan sepanjang 23 kilometer.
Langkah perluasan koridor tersebut disiapkan sebagai salah satu opsi mengurai kepadatan penumpang di jalur KRL lintas Bogor.
KAI mencatat pergerakan penumpang dari Bogor Line mendominasi jaringan komuter dengan menyumbang sekitar 500 ribu dari total 1,1 juta penumpang harian Jabodetabek.
Pemerintah pusat juga telah menyisihkan anggaran puluhan miliar rupiah dalam Nota Keuangan RAPBN 2026 untuk menyokong pengerjaan jalur Bogor ini.
“Kami dengan DJKA tentunya sedang mengkaji kembali potensi bisnis, potensi TOD, dan lain sebagainya sehingga biaya yang besar itu bisa kita justifikasi dengan peningkatan penumpang,” tutur Direktur Portfolio Management dan Teknologi Informasi PT KAI, I Gede Darmayusa, di Stasiun LRT Dukuh Atas, akhir pekan lalu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


