Mobilitas urban Jabodetabek berkembang menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Pada 2025, jumlah pengguna KRL Jabodetabek mencapai 349,3 juta perjalanan, jauh lebih tinggi dibanding Bandung sebesar 18,7 juta perjalanan, Surabaya 16 juta perjalanan, dan Yogyakarta 10,1 juta perjalanan.
Besarnya mobilitas tersebut membuat penguatan elektrifikasi perkeretaapian menjadi prioritas penting dalam pengembangan transportasi urban modern. KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan terus mendorong peningkatan kapasitas daya listrik untuk menjaga keandalan operasional perjalanan KRL.
Menurut Anne Purba, elektrifikasi memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan perjalanan masyarakat perkotaan.
“Elektrifikasi berkaitan erat dengan kemampuan sistem menghadapi pertumbuhan perjalanan. Ketika mobilitas urban meningkat sangat cepat, infrastruktur daya perlu diperkuat agar operasional tetap stabil dan risiko gangguan perjalanan dapat ditekan,” jelas Anne.
KAI juga mendukung pengembangan infrastruktur elektrifikasi di kawasan Stasiun Jatake yang diproyeksikan menjadi titik strategis penguatan suplai daya perjalanan KRL di masa depan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas perjalanan sekaligus mendukung integrasi transportasi dan pengembangan kawasan urban baru.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


