Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan perbaikan terhadap 4.700 ruang perpustakaan di berbagai jenjang pendidikan.
Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, pemerintah berupaya mentransformasi perpustakaan sekolah yang semula hanya tempat penyimpanan buku menjadi pusat belajar, ruang kolaborasi, hingga wadah pertumbuhan kreativitas murid.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa infrastruktur perpustakaan menjadi prioritas penting di samping pembangunan ruang praktik siswa.
Selain perbaikan fisik, Kemendikdasmen akan berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Badan Bahasa, serta Pusat Perbukuan untuk memperkaya koleksi literasi di sekolah.
Penambahan koleksi akan diarahkan pada buku-buku non-teks guna memberikan variasi bacaan yang lebih menarik bagi peserta didik di luar kurikulum formal.
“membangun 4.700 perpustakaan agar fungsinya berkembang menjadi ruang tumbuh kreativitas, bukan sekadar ruang baca pasif,” ujar Dirjen Dikmen Diksus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, Selasa (12/5).
Upaya rehabilitasi ini juga mencakup penyediaan fasilitas yang lebih modern agar perpustakaan dapat menjadi lingkungan belajar yang inklusif.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


