Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melalui Fakultas Kedokteran (FK) secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Tianjin Medical University (TMU), China.
Cakupan kerja sama ini mencakup beberapa poin, mulai dari pertukaran mahasiswa, kolaborasi riset dan publikasi ilmiah, hingga pengembangan program pendidikan dokter umum, spesialis, dan subspesialis.
Sinergi ini diharapkan mampu membuka cakrawala baru bagi calon dokter agar memiliki daya saing internasional yang kuat serta mampu membawa praktik kesehatan terbaik kembali ke tanah air.
Selain penguatan institusi, kolaborasi ini menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi modern dalam dunia medis.
Dekan FK Undip, Prof. Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, menekankan bahwa integrasi kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu fokus utama dalam transformasi pendidikan medis guna mencetak lulusan yang profesional dan siap berkontribusi di tingkat dunia.
Dalam simposium bertajuk "AI Empowering International Education", Prof. Yan juga memaparkan gagasan revolusioner mengenai transformasi pendidikan medis di Indonesia.
Ia mengusulkan integrasi AI dan pelatihan onkologi sebagai kerangka kerja struktural untuk mengatasi kesenjangan kualitas pendidikan kedokteran, khususnya di negara berkembang. Penggunaan AI diharapkan dapat menjadi penggerak dalam sistem pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


