Universitas Brawijaya (UB) membuka pendaftaran Seleksi Mandiri Jalur Penyandang Disabilitas (SMPD) untuk tahun akademik 2026.
Jalur ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas yang hendak menempuh pendidikan di jenjang Diploma III (D3), Diploma IV (D4), maupun Sarjana (S1). Proses pendaftaran dijadwalkan berlangsung hingga 28 Mei 2026 melalui sistem admisi daring universitas.
Seleksi SMPD UB mencakup rangkaian tahapan yang meliputi seleksi administrasi, tes college readiness, literasi digital, serta wawancara.
Selain aspek akademik, pihak universitas juga melakukan verifikasi kondisi disabilitas dan wawancara khusus dengan koordinator program studi untuk memastikan ketersediaan sarana pendukung serta kesesuaian metode pembelajaran dengan kebutuhan peserta.
Pendaftar diperbolehkan memilih maksimal dua program studi dari berbagai fakultas yang telah disesuaikan dengan jenis disabilitas tertentu.
Fakultas yang menyediakan peluang ini mencakup Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Hukum, Ilmu Administrasi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ilmu Komputer, Teknik, Vokasi, Ilmu Budaya, MIPA, Perikanan dan Ilmu Kelautan, Pertanian, Peternakan, hingga Teknologi Pertanian.
Beberapa program studi memiliki kriteria penerimaan berdasarkan ragam disabilitas. Sebagai contoh, prodi S1 Ilmu Hukum, S1 Ilmu Politik, dan S1 Agribisnis menerima semua ragam disabilitas.
Sementara itu, prodi di Fakultas Ilmu Komputer seperti S1 Teknik Informatika lebih ditujukan pada penyandang disabilitas pendengaran dan daksa.
Jadwal pelaksanaan seleksi dimulai dengan masa pendaftaran dan unggah berkas pada 7-28 Mei 2026.
Selanjutnya, tes college readiness dijadwalkan pada 3-4 Juni, diikuti verifikasi kondisi disabilitas pada 5 dan 8 Juni, serta wawancara dengan kepala program studi pada 9-11 Juni 2026.
Hasil akhir seleksi akan diumumkan secara resmi pada 19 Juni 2026.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


