Universitas Cenderawasih (Uncen) meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif, prodi spesialis pertama di Tanah Papua.
Melalui Sistem Kesehatan Akademik (SKA), Kemendiksaintek berupaya memenuhi kebutuhan dokter spesialis di 11 provinsi yang sebelumnya belum memiliki akses pendidikan serupa.
Langkah ini diambil menyusul data memprihatinkan terkait keterbatasan tenaga ahli di Papua. Tercatat hanya ada 28 dokter anestesi yang harus melayani kebutuhan lebih dari 40 rumah sakit yang tersebar di empat provinsi di wilayah tersebut.
Kondisi ini sering kali menyebabkan pelayanan operatif di berbagai rumah sakit terganggu, sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan akses tindakan medis yang optimal.
Rektor Uncen, Oscar Oswald O. Wambrauw, menegaskan komitmen universitas dalam mengawal kualitas lulusan agar mampu menjawab tantangan kesehatan lokal secara konkret.
Peluncuran prodi ini diharapkan menjadi katalisator bagi pembukaan prodi spesialis lainnya di masa depan. Dengan mencetak dokter spesialis langsung di daerah, hambatan geografis dan biaya pendidikan bagi putra-putri daerah diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


